Kunjungan Sejumlah Kepala Desa Sumenep ke IKN Tuai Sorotan: Dinilai Tak Relevan dan Berpotensi Pemborosan

- Publisher

Kamis, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Kunjungan sejumlah kepala desa di Kabupaten Sumenep ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, menuai sorotan publik. Pengamat masyarakat, Ahmad Rijali, menilai langkah tersebut tidak memiliki relevansi yang jelas dengan kepentingan pembangunan desa, bahkan berpotensi menjadi bentuk pemborosan di tengah masih banyaknya persoalan yang dihadapi masyarakat desa.

“Saya menilai kunjungan para kepala desa ke IKN itu tidak tepat sasaran. Mereka bukan perumus kebijakan strategis, melainkan pelaksana pemerintahan di tingkat desa yang seharusnya fokus pada pelayanan dasar dan pembangunan masyarakat,” tegas Ahmad Rijali saat dikonfirmasi TrendiKabar.com, Kamis (6/11/2025).

Menurut Rijali, alasan “studi banding” ke IKN tidak memiliki urgensi yang dapat dibenarkan secara substansial. Ia menilai, IKN yang masih dalam tahap pembangunan awal belum bisa dijadikan referensi atau contoh bagi tata kelola pemerintahan desa.

“Kalau benar tujuannya belajar, apa yang mau dipelajari? Fasilitas pemerintahan di sana saja belum sepenuhnya berjalan. Jadi sulit disebut studi banding, lebih tepat disebut kunjungan non-prioritas yang berpotensi menghabiskan anggaran,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rijali menyoroti transparansi sumber pendanaan dalam perjalanan tersebut. Ia mendesak agar biaya keberangkatan para kepala desa ke IKN dibuka secara jelas kepada publik.

“Kalau memakai dana pribadi, tentu tidak masalah. Tapi kalau bersumber dari Dana Desa (DD) atau Alokasi Dana Desa (ADD), itu patut dipertanyakan karena berpotensi menyalahi prinsip penggunaan anggaran publik,” katanya.

Namun, meskipun diklaim menggunakan dana pribadi, Rijali menilai publik tetap berhak mengkritisi keputusan tersebut. Ia menekankan, secara moral, kepala desa seharusnya lebih peka terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat di desanya.

“Walaupun menggunakan dana pribadi, tetap saja langkah itu patut dipertanyakan. Sebab gaji kepala desa tidaklah besar, dan di saat masih banyak persoalan di desa yang belum tertangani, semestinya prioritas mereka diarahkan untuk menyelesaikan hal-hal tersebut, bukan untuk kegiatan seremonial atau perjalanan yang tidak mendesak,” ujarnya menambahkan.

Ia juga mengingatkan, kondisi sebagian besar desa di Sumenep, baik di wilayah daratan maupun kepulauan, masih menghadapi tantangan serius dalam pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar.

“Masih banyak jalan desa rusak, akses air bersih minim, hingga penyerapan DD dan ADD yang belum maksimal. Dalam situasi seperti ini, kunjungan ke IKN justru menunjukkan lemahnya kepekaan terhadap prioritas pembangunan desa,” tegasnya.

Sorotan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap dugaan penyimpangan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2024 yang saat ini tengah diselidiki Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

“Ketika publik sedang menyoroti transparansi anggaran desa, para kepala desa justru melakukan kunjungan ke IKN. Publik tentu berhak mempertanyakan urgensi dan sumber dananya,” tutup Rijali.

 

Penulis : Mat Halil/Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Desa Poja dalam Pusaran Empat Persoalan, Krisis Tata Kelola Kian Terbuka
Badur Itu dari Kata Badrun, Artinya Bulan Purnama,” Pesan Mendalam Bang Ali di Peresmian Musolla AINUN BANI
Dafa Adi Wijaya Putra Bersinar di Madura Pop Talent 2026, Talenta Muda Sumenep yang Diyakini Siap Menuju D’Academy Indosiar
Dugaan Pungutan Berlebih Penyeberangan Kalianget–Talango Diusut, Sejumlah Operator Dipanggil Polisi
Modus Pinjam Sebentar Motor Raib, Mahasiswa Sumenep Laporkan Dugaan Penipuan Rp13 Juta ke Polisi
Satlantas Polres Sumenep Urai Kemacetan Antrean BBM di Sejumlah SPBU, Warga Diimbau Tertib
Khidmat dan Meriah, Wisuda Santri Ponpes AT-TA’AWUN Sumenep Jadi Momentum Cetak Generasi Berakhlak
Beradaptasi Dengan Kebutuhan Zaman, RSUD Moh. Anwar Dorong Transformasi Layanan Kesehatan

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:08 WIB

Desa Poja dalam Pusaran Empat Persoalan, Krisis Tata Kelola Kian Terbuka

Senin, 29 Juni 2026 - 18:11 WIB

Badur Itu dari Kata Badrun, Artinya Bulan Purnama,” Pesan Mendalam Bang Ali di Peresmian Musolla AINUN BANI

Minggu, 28 Juni 2026 - 02:02 WIB

Dafa Adi Wijaya Putra Bersinar di Madura Pop Talent 2026, Talenta Muda Sumenep yang Diyakini Siap Menuju D’Academy Indosiar

Jumat, 26 Juni 2026 - 02:11 WIB

Dugaan Pungutan Berlebih Penyeberangan Kalianget–Talango Diusut, Sejumlah Operator Dipanggil Polisi

Jumat, 26 Juni 2026 - 01:41 WIB

Modus Pinjam Sebentar Motor Raib, Mahasiswa Sumenep Laporkan Dugaan Penipuan Rp13 Juta ke Polisi

Berita Terbaru

Foto: Kepala Desa Poja, Yuli Rizkianto, kini menjadi sorotan atas sejumlah persoalan di pemerintahan desa.

Hukum & Pemerintahan

Desa Poja dalam Pusaran Empat Persoalan, Krisis Tata Kelola Kian Terbuka

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:08 WIB