Ketika Kepala Desa ke IKN, Rakyatnya Tetap di Jalan Berdebu

- Publisher

Kamis, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi sejumlah kepala desa berpose di depan kawasan IKN Nusantara. (Foto ilustrasi, bukan dokumentasi asli kegiatan)

Foto: Ilustrasi sejumlah kepala desa berpose di depan kawasan IKN Nusantara. (Foto ilustrasi, bukan dokumentasi asli kegiatan)

Oleh: Dafa Irwanto S

SUMENEP, (TrendiKabar.com) — Barangkali udara di Ibu Kota Negara (IKN) memang lebih segar dari debu jalan desa.

Mungkin itu sebabnya sejumlah kepala desa dari Sumenep merasa perlu menempuh ribuan kilometer untuk “menyegarkan pikiran”.

Karena kalau di desa, yang dihirup setiap hari cuma debu proyek mangkrak dan keluhan warga yang tak kunjung reda.

Tak ada yang salah dengan berkunjung.

Namanya juga pejabat, kadang butuh healing setelah menghadapi laporan keuangan dan permintaan warga yang tak ada habisnya.

Tapi yang agak lucu, tempat “belajar” mereka justru ke wilayah yang masih belajar berdiri.

IKN belum jadi, tapi sudah ramai dikunjungi mirip warung yang baru pasang spanduk, belum buka tapi kursinya sudah penuh.

Katanya mau belajar pembangunan.

Tapi untuk belajar membangun, bukankah lebih logis melihat desa yang sudah selesai membangun bukan proyek negara yang masih ditimbun tanah merah?

Ah, mungkin mereka mau belajar cara groundbreaking, siapa tahu nanti bikin proyek tugu di balai desa biar tampak “nasionalis”.

Soal dana? Jangan tanya.

Kalau dibilang dari kas desa, itu bisa gawat. Tapi kalau dibilang dana pribadi, publik juga bingung sebab belum pernah dengar kepala desa punya bisnis travel lintas pulau.

Yang jelas, tiket pesawat bukan hasil patungan warga.

Namun begitulah gaya kepemimpinan zaman kini:

Rakyatnya masih berkutat dengan jalan berlubang, tapi pemimpinnya sibuk menapak di jalan tol menuju “masa depan”.

Seolah-olah melihat IKN bisa menambal lubang di jalan desanya sendiri.

Barangkali sepulang dari sana, mereka akan berkata,

“Lihat, di IKN nanti semuanya canggih dan modern.”

Sayangnya, rakyat di desa cuma ingin satu hal: jalan yang bisa dilewati tanpa takut ban motornya terperosok.

Kita tentu mendukung niat belajar, asal belajar yang benar bukan liburan berjubah kunjungan kerja.

Karena sebaik-baiknya kepala desa, bukan yang paling sering bepergian, tapi yang paling sering turun ke tanah desanya sendiri.

Toh, percuma jauh-jauh ke IKN kalau pulangnya tetap melewati jalan berdebu yang sama.

Dan di situlah ironi itu berakhir:

Negara sedang membangun ibu kotanya, tapi banyak desa masih kehilangan “kepalanya”.

 

Editor : (Red)

Berita Terkait

Merdeka di Tiang Bendera
Pasi Intel Kodim 0827/Sumenep Akui Pelanggaran Lalu Lintas, Minta Maaf dan Janji Perketat Disiplin
Malam Penuh Berkah, Pengajian Dzikro Maulidurrasul dan Haul Masyaikh Digelar Khidmat di Masjid Jamik Baiturrahman
Taman Potre Koneng Makin Bergeliat di Malam Hari, Pengunjung Ramai DLH Siapkan Penerangan Tambahan
Berseragam Dinas, Pasi Intel Kodim Sumenep Diduga Abaikan Helm dan Lampu Merah, Bagaimana Pengawasan Disiplin?
Mahasiswa Desak DPRD Sumenep Siapkan Regulasi Pencegahan dan Penanganan LGBT
Bukan Sekadar Ngopi, Polsek Bluto dan Wartawan Bicara Kamtibmas hingga Maraknya Pencurian
BESOK DPRD SUMENEP DIDATANGI SPEAR OF JUSTICE, ISU LGBTQ DALAM PERPRES 111/2025 JADI SOROTAN

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:23 WIB

Merdeka di Tiang Bendera

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:56 WIB

Pasi Intel Kodim 0827/Sumenep Akui Pelanggaran Lalu Lintas, Minta Maaf dan Janji Perketat Disiplin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Malam Penuh Berkah, Pengajian Dzikro Maulidurrasul dan Haul Masyaikh Digelar Khidmat di Masjid Jamik Baiturrahman

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:46 WIB

Taman Potre Koneng Makin Bergeliat di Malam Hari, Pengunjung Ramai DLH Siapkan Penerangan Tambahan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Berseragam Dinas, Pasi Intel Kodim Sumenep Diduga Abaikan Helm dan Lampu Merah, Bagaimana Pengawasan Disiplin?

Berita Terbaru

Opini

Merdeka di Tiang Bendera

Senin, 17 Agu 2026 - 07:23 WIB