Konferensi Pers Akhir Tahun, Polres Sumenep Paparkan Data Kinerja 2025

- Publisher

Senin, 29 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Jajaran Polres Sumenep menunjukkan barang bukti saat Konferensi Pers Ungkap Kasus Akhir Tahun 2025 di Aula Sanika Satyawada Polres Sumenep, Senin (29/12/2025).

Foto: Jajaran Polres Sumenep menunjukkan barang bukti saat Konferensi Pers Ungkap Kasus Akhir Tahun 2025 di Aula Sanika Satyawada Polres Sumenep, Senin (29/12/2025).

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Kepolisian Resor (Polres) Sumenep menggelar Konferensi Pers Ungkap Kasus pada Senin, 29 Desember 2025, pukul 14.30 WIB, bertempat di Aula Sanika Satyawada Polres Sumenep. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka konferensi pers akhir tahun 2025 untuk menyampaikan capaian kinerja selama satu tahun terakhir.

Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, S.I.K. mengatakan konferensi pers akhir tahun ini merupakan bentuk keterbukaan Polres Sumenep kepada publik sekaligus pertanggungjawaban institusi kepada masyarakat.

“Konferensi pers akhir tahun ini kami sampaikan sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban Polres Sumenep kepada masyarakat atas kinerja yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025,” ujar AKBP Rivanda.

Dalam pemaparannya, Polres Sumenep mencatat peningkatan pengungkapan kasus narkotika dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2024 tercatat 45 kasus, sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi 70 kasus. Jumlah tersangka juga bertambah dari 68 orang pada 2024 menjadi 98 orang pada 2025.

Barang bukti yang berhasil diamankan sepanjang 2025 di antaranya narkotika jenis sabu seberat 183,72 gram, pil inex sebanyak 15 butir, serta 1.102 butir pil lainnya.

Sementara itu, pada sektor lalu lintas, Polres Sumenep mencatat penurunan jumlah kejadian kecelakaan. Pada 2024 tercatat 395 kejadian, sedangkan pada 2025 turun menjadi 276 kejadian atau menurun sekitar 30,1 persen.

Data penindakan lalu lintas juga menunjukkan tren penurunan. Jumlah tilang pada 2024 tercatat sebanyak 4.826, sedangkan pada 2025 menjadi 3.459 atau turun 28,3 persen. Jumlah teguran juga menurun dari 37.565 pada 2024 menjadi 15.421 pada 2025.

Selain itu, Polres Sumenep memaparkan hasil pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2025 yang digelar selama 12 hari, mulai 22 Oktober hingga 2 November 2025. Dalam operasi tersebut, polisi mengungkap sembilan kasus, terdiri dari enam kasus target operasi dan tiga kasus non-target operasi. Operasi ini dilaksanakan di seluruh wilayah hukum Polres Sumenep beserta jajarannya.

Sepanjang tahun 2025, Polres Sumenep juga melaksanakan berbagai kegiatan pengamanan, termasuk Operasi Lilin Semeru 2025 dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru, serta kegiatan rutin yang ditingkatkan.

Dalam kesempatan tersebut, Polres Sumenep juga menyampaikan sejumlah capaian penghargaan tingkat nasional, di antaranya penghargaan pelayanan prima, prestasi dalam lomba manajemen media, penanganan tindak pidana korupsi, serta penurunan angka kecelakaan lalu lintas.

Menutup konferensi pers tersebut, AKBP Rivanda menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Sumenep.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan rekan media atas dukungan dan sinergi yang telah terjalin. Ke depan, Polres Sumenep akan terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Mat Halil/Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Gelar Damai di Polres Sumenep Tuai Apresiasi, Dua Warga Legung Barat yang Sempat Saling Lapor Akhirnya Berdamai
Pangdam V/Brawijaya Turun Langsung ke Ambunten, Jembatan Perintis Garuda Jadi Harapan Baru Warga Terisolir
Warga Resmi Laporkan Dugaan Penebangan Pohon Tanpa Izin ke Polsek Batang-Batang
Guru SMPN 1 Masalembu Diduga Live TikTok Saat Jam Dinas, Kadisdik Sumenep Akan Tegur Tegas
Diduga Sebarkan Percakapan Pribadi, Akun TikTok “Berita” Dilaporkan ke Polisi di Tengah Naiknya Status Penyidikan Kasus Desa Poja
Usai Soroti Dugaan Dana Desa dan Mafia Tanah, Pengelola Akun TikTok Mengaku Didatangi Sekdes Kebundadap Timur dan Diminta Hapus Konten
Diam-diam Inspektorat Turun ke Kebundadap Timur, Dugaan Dana Desa Rp2,3 Miliar Mulai Terkuak
MBG dari SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya Kembali Dipersoalkan, Sekolah Pilih Tolak Demi Keselamatan Siswa

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:37 WIB

Gelar Damai di Polres Sumenep Tuai Apresiasi, Dua Warga Legung Barat yang Sempat Saling Lapor Akhirnya Berdamai

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:25 WIB

Pangdam V/Brawijaya Turun Langsung ke Ambunten, Jembatan Perintis Garuda Jadi Harapan Baru Warga Terisolir

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:06 WIB

Warga Resmi Laporkan Dugaan Penebangan Pohon Tanpa Izin ke Polsek Batang-Batang

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:20 WIB

Guru SMPN 1 Masalembu Diduga Live TikTok Saat Jam Dinas, Kadisdik Sumenep Akan Tegur Tegas

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:00 WIB

Diduga Sebarkan Percakapan Pribadi, Akun TikTok “Berita” Dilaporkan ke Polisi di Tengah Naiknya Status Penyidikan Kasus Desa Poja

Berita Terbaru

Opini

Baperan Ketika Kader Mulai Bicara Jujur

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:39 WIB