Tradisi 7 Bulanan: Ruang Belajar Budaya, Doa, dan Makna Kehidupan dalam Masyarakat Sumenep

- Publisher

Rabu, 31 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Prosesi siraman 7 bulanan di Desa Tambaksari, Kecamatan Rubaru, Sumenep, sebagai tradisi doa dan simbol harapan keselamatan bagi ibu dan calon bayi

Foto: Prosesi siraman 7 bulanan di Desa Tambaksari, Kecamatan Rubaru, Sumenep, sebagai tradisi doa dan simbol harapan keselamatan bagi ibu dan calon bayi

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Tradisi siraman 7 bulanan dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sumenep, Madura. Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari ritual kehamilan, tetapi juga menyimpan nilai edukatif tentang hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama.

Salah satu praktik tradisi tersebut dapat ditemui di Desa Tambaksari, Kecamatan Rubaru. Pada Selasa (31/12/2025), masyarakat setempat kembali melaksanakan tradisi 7 bulanan yang didampingi oleh sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Bapak Kholis, KH. Fathorrahman, KH. Madrus Alan Sari, dan KH. Hasan.

Bapak Kholis menjelaskan bahwa tradisi 7 bulanan merupakan perpaduan antara ajaran agama dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Dari sisi agama, inti utama prosesi ini adalah doa bersama, sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan ibu dan bayi hingga waktu kelahiran.

“Doa menjadi bagian terpenting, karena tujuan utamanya adalah memohon keselamatan dan kesehatan kepada Allah SWT,” ujar Bapak Kholis.

Dari sisi budaya, prosesi siraman mengandung simbol-simbol yang sarat makna edukatif. Kelapa berwarna kekuningan yang digunakan dalam siraman melambangkan harapan agar anak yang dilahirkan kelak tumbuh dengan kondisi fisik yang baik dan kehidupan yang bermanfaat. Kelapa juga dikenal sebagai tanaman serbaguna, yang seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan, sehingga menjadi simbol kebermanfaatan hidup.

Selain itu, gayung yang terbuat dari tempurung kelapa mencerminkan kesederhanaan dan kedekatan masyarakat dengan alam. Gagang gayung yang dibuat dari kayu pohon beringin melambangkan keteduhan, kekokohan, dan kebersamaan. Filosofinya, anak yang lahir diharapkan kelak menjadi pribadi yang mampu memberi ketenangan dan kesejahteraan bagi keluarga serta lingkungan sekitarnya.

Secara sosial, tradisi 7 bulanan juga memiliki fungsi edukatif sebagai media penguatan ikatan keluarga dan masyarakat. Prosesi ini mempertemukan keluarga besar dan warga sekitar dalam suasana kebersamaan, sekaligus menjadi sarana pewarisan nilai budaya kepada generasi muda.

Di Desa Tambak Sari, sebagaimana di sejumlah wilayah lain di Sumenep, tradisi siraman 7 bulanan umumnya hanya dilakukan pada kehamilan pertama. Praktik ini dipahami sebagai bentuk syukur awal atas anugerah kehidupan, sementara kehamilan berikutnya lebih ditekankan pada doa sederhana tanpa prosesi adat.

Dari perspektif keagamaan, usia tujuh bulan kandungan dipandang sebagai fase penting dalam perkembangan janin. Dalam ajaran Islam, pada usia empat bulan ruh telah ditiupkan, sementara pada usia tujuh bulan janin dianggap telah berkembang dengan sempurna dan siap menyongsong kelahiran. Karena itu, tradisi ini juga menjadi sarana edukasi spiritual tentang pentingnya doa dan kesiapan mental orang tua.

Meski bentuk dan simbol tradisi 7 bulanan dapat berbeda di setiap daerah, esensinya tetap sama, yakni menanamkan nilai syukur, harapan, dan tanggung jawab kepada calon orang tua. Di tengah perubahan zaman, tradisi ini menjadi pengingat bahwa budaya bukan sekadar ritual, melainkan ruang belajar tentang makna kehidupan.

Melalui tradisi 7 bulanan, masyarakat Sumenep tidak hanya merawat warisan leluhur, tetapi juga mewariskan nilai-nilai edukatif yang relevan lintas generasi.

Penulis : Mat Halil/Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Madura Ethnic Carnival Dorong Generasi Muda Jadi Pelaku Pelestarian Budaya
Piala AF Sport U-17 Buka Ruang Kompetisi bagi Pemain Muda Sumenep
Redaksi TrendiKabar.com Silaturahmi dengan Kapolresta Sumenep, Perkuat Sinergitas dan Kemitraan
Mobil Rental M 1401 TS Berujung Polemik, Oknum Kades AM Terseret, Rp10,85 Juta Belum Tuntas
Investasi Dapur MBG Rp288,9 Juta Berujung Laporan Polisi, Klaim 37 Dapur Dipertanyakan
Bupati Sumenep Apresiasi Pelestarian Ritual Tatorbangan di Desa Torbang
Bukan Sekadar Membeli Emas, Bang Ali Ingin Transaksi Menjadi Cahaya bagi Yatim dan Dhuafa
Nasabah Pertanyakan Lelang Barang Jaminan, Pegadaian Berdalih SOP, Transparansi Dipertaruhkan

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 13:58 WIB

Madura Ethnic Carnival Dorong Generasi Muda Jadi Pelaku Pelestarian Budaya

Senin, 21 September 2026 - 13:48 WIB

Piala AF Sport U-17 Buka Ruang Kompetisi bagi Pemain Muda Sumenep

Kamis, 17 September 2026 - 12:44 WIB

Redaksi TrendiKabar.com Silaturahmi dengan Kapolresta Sumenep, Perkuat Sinergitas dan Kemitraan

Kamis, 17 September 2026 - 12:32 WIB

Mobil Rental M 1401 TS Berujung Polemik, Oknum Kades AM Terseret, Rp10,85 Juta Belum Tuntas

Senin, 14 September 2026 - 10:42 WIB

Bupati Sumenep Apresiasi Pelestarian Ritual Tatorbangan di Desa Torbang

Berita Terbaru