Tongkang Safaraz Jaya Disorot: Tarif Diduga Langgar Perbup, Gunakan Solar Subsidi, Nama Puskopal Ikut Tercantum

- Publisher

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tongkang KM Safaraz Jaya.

Foto: Tongkang KM Safaraz Jaya.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) –Tongkang KM Safaraz Jaya di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, menjadi sorotan publik terkait dugaan tarif kendaraan melebihi Perbup, penggunaan solar subsidi, serta pencantuman nama Puskopal pada badan kapal, Kamis (5/3/2026).

Sorotan ini mencuat setelah adanya pengaduan dari LSM TOPAN yang menilai sejumlah praktik operasional tongkang tersebut perlu mendapat perhatian publik. Menindaklanjuti laporan itu, redaksi TrendiKabar.com melakukan konfirmasi kepada pemilik kapal, Sanusi. Dalam balasan singkatnya, Sanusi meminta awak media berkomunikasi langsung dengan admin operasional kapal dan memberikan nomor kontak yang bersangkutan.

Awak media kemudian menghubungi Asmawiyanto, yang disebut sebagai admin operasional tongkang KM Safaraz Jaya. Dalam keterangannya, ia juga mengakui merupakan personel TNI Angkatan Laut yang ditugaskan sebagai pengawas dalam operasional kapal tersebut.

Dalam konfirmasi yang dilakukan, awak media mempertanyakan dugaan pungutan tarif kendaraan Golongan II (sepeda motor di bawah 500 cc) sebesar Rp5.000. Padahal, berdasarkan Peraturan Bupati Sumenep Nomor 80 Tahun 2022, tarif resmi untuk kendaraan golongan tersebut tercatat Rp4.000.

Menanggapi hal itu, Asmawiyanto menyatakan bahwa tarif Rp5.000 tidak hanya diberlakukan oleh tongkang Safaraz Jaya.

“Bukan hanya Safaraz saja yang tarik Rp5.000, tongkang lainnya juga Rp5.000,” ujarnya.

Namun dalam penjelasannya, ia justru menyinggung soal tarif pejalan kaki yang menurutnya tidak sepenuhnya diterapkan.

“Ada itu di Perbup pejalan kaki Rp2.000, tapi tidak kami jalankan. Kasihan kalau diterapkan,” katanya.

Pernyataan tersebut dinilai belum menjawab secara langsung substansi pertanyaan mengenai dugaan tarif kendaraan Golongan II yang melebihi ketentuan dalam Perbup.

Selain persoalan tarif, awak media juga meminta klarifikasi terkait tulisan “Puskopal” yang tercantum pada badan kapal tongkang KM Safaraz Jaya. Tulisan tersebut memunculkan pertanyaan publik karena Puskopal merujuk pada Pusat Koperasi Angkatan Laut, yang merupakan bagian dari institusi militer.

Menanggapi hal itu, Asmawiyanto menjelaskan bahwa penggunaan nama tersebut berkaitan dengan kerja sama antara pemilik kapal dengan pihak militer.

“Itu memang ada mitra. Ada BKS antara Pak Sanusi dengan Koarmada II. Jadi diminta satu personel aktif untuk mengawasi. Ada MoU-nya,” jelasnya.

Ia juga menyarankan agar konfirmasi lebih lanjut dilakukan langsung kepada pihak di Surabaya terkait kerja sama tersebut.

Terkait dugaan penggunaan BBM jenis solar subsidi untuk operasional kapal tongkang yang digunakan dalam kegiatan komersial, Asmawiyanto membenarkan bahwa kapal tersebut menggunakan solar subsidi.

“Itu ada buku bunkernya. Ada rekomendasi juga, jadi menggunakan solar subsidi dari Pertamina,” ungkapnya.

Menurutnya, kapal tongkang KM Safaraz Jaya memperoleh jatah BBM subsidi dengan jumlah terbatas, yakni maksimal sekitar 3 ton per bulan.

Namun saat awak media kembali menanyakan apakah penggunaan solar subsidi untuk operasional kapal tongkang komersial tersebut telah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, jawaban yang diberikan belum menjelaskan secara tegas mengenai dasar legalitas penggunaan BBM subsidi tersebut.

Temuan ini menimbulkan sejumlah pertanyaan penting terkait kepatuhan terhadap regulasi tarif penyeberangan, transparansi kerja sama dengan institusi militer, serta penggunaan BBM subsidi dalam operasional usaha komersial.

 

Penulis : Harnawi

Editor : (Red)

Berita Terkait

Diduga Sebarkan Percakapan Pribadi, Akun TikTok “Berita” Dilaporkan ke Polisi di Tengah Naiknya Status Penyidikan Kasus Desa Poja
Usai Soroti Dugaan Dana Desa dan Mafia Tanah, Pengelola Akun TikTok Mengaku Didatangi Sekdes Kebundadap Timur dan Diminta Hapus Konten
Diam-diam Inspektorat Turun ke Kebundadap Timur, Dugaan Dana Desa Rp2,3 Miliar Mulai Terkuak
MBG dari SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya Kembali Dipersoalkan, Sekolah Pilih Tolak Demi Keselamatan Siswa
Kakek Cabuli Cucu di Lenteng, Kabur ke Cirebon hingga Dibekuk Satreskrim Polres Sumenep
PMII Sumenep Desak Revisi Perda Tembakau, Soroti Dugaan Celah “Mafia” hingga Bupati Tak Pernah Temui Massa Aksi
Rp10 Juta Tak Kunjung Cair, Arisan Get di Sumenep Dilaporkan ke Polisi
Tim Elang Satlantas Polres Sumenep Bersinergi dengan Disperkimhub Kabupaten Sumenep Tertibkan Parkir di Jalan Diponegoro

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:00 WIB

Diduga Sebarkan Percakapan Pribadi, Akun TikTok “Berita” Dilaporkan ke Polisi di Tengah Naiknya Status Penyidikan Kasus Desa Poja

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:44 WIB

Usai Soroti Dugaan Dana Desa dan Mafia Tanah, Pengelola Akun TikTok Mengaku Didatangi Sekdes Kebundadap Timur dan Diminta Hapus Konten

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:22 WIB

Diam-diam Inspektorat Turun ke Kebundadap Timur, Dugaan Dana Desa Rp2,3 Miliar Mulai Terkuak

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:00 WIB

MBG dari SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya Kembali Dipersoalkan, Sekolah Pilih Tolak Demi Keselamatan Siswa

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:50 WIB

Kakek Cabuli Cucu di Lenteng, Kabur ke Cirebon hingga Dibekuk Satreskrim Polres Sumenep

Berita Terbaru