Usai Soroti Dugaan Dana Desa dan Mafia Tanah, Pengelola Akun TikTok Mengaku Didatangi Sekdes Kebundadap Timur dan Diminta Hapus Konten

- Publisher

Rabu, 13 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi dugaan permintaan penghapusan konten terkait pemberitaan Desa Kebundadap Timur yang ramai disorot publik.

Foto: Ilustrasi dugaan permintaan penghapusan konten terkait pemberitaan Desa Kebundadap Timur yang ramai disorot publik.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) — Polemik yang menyeret nama Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, kembali memantik perhatian publik. Kali ini, sorotan tertuju pada pengakuan pengelola akun TikTok yang mengaku didatangi langsung oleh Sekretaris Desa Kebundadap Timur usai mengunggah berbagai konten terkait dugaan penyimpangan Dana Desa hingga isu dugaan mafia tanah.

Akun TikTok “Baharaja Team” dan “InfoSumenep_id” sebelumnya diketahui aktif membahas berbagai headline pemberitaan mengenai Desa Kebundadap Timur yang ramai beredar di media online maupun media sosial. Namun belakangan, sejumlah unggahan terkait desa tersebut mendadak tidak lagi terlihat.

Di balik hilangnya konten itu, pemilik akun berinisial C mengaku sempat didatangi langsung oleh Sekretaris Desa Kebundadap Timur.

“Iya mas, tapi yang datang bukan mantan kadesnya. Careknya (Sekretaris Desa),” ujar C kepada wartawan.

Menurut pengakuannya, kedatangan tersebut berkaitan dengan unggahan yang memuat pemberitaan tentang Desa Kebundadap Timur.

“Suruh hapus semua postingan berita Desa Kebundadap Timur di akun saya Baharaja Team sama akun InfoSumenep_id,” ungkapnya.

C mengatakan permintaan itu disampaikan langsung di rumahnya dan turut disaksikan oleh ibunya.

“Bilang ke saya sendiri mas, di sebelah ada ibu saya,” katanya.

Meski tidak mengaku mendapat ancaman secara verbal maupun fisik, C menyebut dirinya diminta menghapus seluruh konten terkait desa dan diminta tidak lagi mengunggah postingan serupa.

“Gak ada mas, suruh hapus semuanya dan suruh jangan ulangi lagi,” imbuhnya.

Padahal, menurut pengakuannya, konten yang diunggah hanya merupakan adaptasi dari berita yang sebelumnya telah tayang di sejumlah situs media online.

“Iya mas, saya tulis ini adaptasi dari berita yang sudah tayang di situs. Bahkan saya tulis bukan Kebundadap Timur doang, tapi berita lain juga,” jelasnya.

Namun kejadian itu diakuinya membuat dirinya merasa tertekan dan memilih menghindari kembali pembahasan terkait Desa Kebundadap Timur.

“Iya mas, saya tetap mau nulis di akun TikTok InfoSumenep itu, tapi mau nulis berita yang lain aja deh. Kalau tulis Kedatim lagi takut didatangi lagi,” ujarnya.

Belakangan, Desa Kebundadap Timur sendiri memang menjadi perhatian publik setelah sederet pemberitaan mengenai dugaan penyimpangan Dana Desa, persoalan pengelolaan anggaran, hingga isu dugaan mafia tanah ramai bermunculan di ruang publik.

Situasi tersebut kini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, alih-alih memberikan klarifikasi terbuka terhadap isu yang berkembang, pihak desa justru disebut mendatangi pengelola akun media sosial yang membahas persoalan tersebut.

Langkah itu pun dinilai sejumlah pihak dapat memunculkan kesan kurang siap menerima kritik maupun sorotan publik, terlebih informasi yang diunggah disebut hanya mengadaptasi pemberitaan yang telah lebih dahulu dipublikasikan media.

Publik kini juga mulai mempertanyakan, apakah kedatangan Sekretaris Desa Kebundadap Timur itu murni atas inisiatif pribadi atau ada pihak lain yang turut mendorong agar seluruh konten terkait desa segera dihapus dari media sosial.

Di tengah derasnya tuntutan keterbukaan informasi publik, tindakan meminta penghapusan konten yang bersumber dari pemberitaan media dinilai dapat memunculkan kekhawatiran baru terhadap kebebasan berekspresi masyarakat di ruang digital.

Sementara itu, Sekretaris Desa Kebundadap Timur, Rahmad Pajar, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan melalui pesan WhatsApp maupun sambungan telepon pada Rabu (13/5/2026) belum mendapatkan respons.

Hingga kini, pihak Pemerintah Desa Kebundadap Timur juga belum memberikan penjelasan resmi terkait tujuan kedatangan tersebut maupun alasan permintaan penghapusan konten dimaksud.

Penulis : Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Desa Poja dalam Pusaran Empat Persoalan, Krisis Tata Kelola Kian Terbuka
Badur Itu dari Kata Badrun, Artinya Bulan Purnama,” Pesan Mendalam Bang Ali di Peresmian Musolla AINUN BANI
Dafa Adi Wijaya Putra Bersinar di Madura Pop Talent 2026, Talenta Muda Sumenep yang Diyakini Siap Menuju D’Academy Indosiar
Dugaan Pungutan Berlebih Penyeberangan Kalianget–Talango Diusut, Sejumlah Operator Dipanggil Polisi
Modus Pinjam Sebentar Motor Raib, Mahasiswa Sumenep Laporkan Dugaan Penipuan Rp13 Juta ke Polisi
Satlantas Polres Sumenep Urai Kemacetan Antrean BBM di Sejumlah SPBU, Warga Diimbau Tertib
Khidmat dan Meriah, Wisuda Santri Ponpes AT-TA’AWUN Sumenep Jadi Momentum Cetak Generasi Berakhlak
Beradaptasi Dengan Kebutuhan Zaman, RSUD Moh. Anwar Dorong Transformasi Layanan Kesehatan

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:08 WIB

Desa Poja dalam Pusaran Empat Persoalan, Krisis Tata Kelola Kian Terbuka

Senin, 29 Juni 2026 - 18:11 WIB

Badur Itu dari Kata Badrun, Artinya Bulan Purnama,” Pesan Mendalam Bang Ali di Peresmian Musolla AINUN BANI

Minggu, 28 Juni 2026 - 02:02 WIB

Dafa Adi Wijaya Putra Bersinar di Madura Pop Talent 2026, Talenta Muda Sumenep yang Diyakini Siap Menuju D’Academy Indosiar

Jumat, 26 Juni 2026 - 02:11 WIB

Dugaan Pungutan Berlebih Penyeberangan Kalianget–Talango Diusut, Sejumlah Operator Dipanggil Polisi

Jumat, 26 Juni 2026 - 01:41 WIB

Modus Pinjam Sebentar Motor Raib, Mahasiswa Sumenep Laporkan Dugaan Penipuan Rp13 Juta ke Polisi

Berita Terbaru

Foto: Kepala Desa Poja, Yuli Rizkianto, kini menjadi sorotan atas sejumlah persoalan di pemerintahan desa.

Hukum & Pemerintahan

Desa Poja dalam Pusaran Empat Persoalan, Krisis Tata Kelola Kian Terbuka

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:08 WIB