Dafa Adi Wijaya Putra Bersinar di Madura Pop Talent 2026, Talenta Muda Sumenep yang Diyakini Siap Menuju D’Academy Indosiar

- Publisher

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dafa Adi Wijaya Putra raih Juara II dan Juara Favorit Madura Pop Talent 2026.

Foto: Dafa Adi Wijaya Putra raih Juara II dan Juara Favorit Madura Pop Talent 2026.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Siapa yang tak kenal dengan sosok Dafa Adi Wijaya Putra? Penyanyi muda berbakat asal Kabupaten Sumenep ini kembali membuktikan kualitasnya di dunia tarik suara dengan meraih Juara II Madura Pop Talent 2026. Atas prestasi gemilang tersebut, Dafa berhasil membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp1.750.000.

Tak hanya itu, penampilan memukau Dafa juga sukses mencuri hati para penonton hingga mengantarkannya meraih gelar Juara Favorit, penghargaan bergengsi berdasarkan pilihan penonton, dengan hadiah tambahan sebesar Rp1.000.000.

Prestasi membanggakan ini diraih pada Babak Grand Final Madura Pop Talent 2026, yang merupakan bagian dari Sumenep Calendar of Event 2026 bersama Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep. Acara grand final digelar meriah di Satoe Rock Steak, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Sabtu malam (27/6/2026).

Dafa Adi Wijaya Putra diketahui merupakan putra dari pasangan Fajar Efendi dan Sri Hidayati, keluarga yang selama ini dikenal selalu memberikan dukungan penuh terhadap perjalanan dan perkembangan bakat musik Dafa sejak usia dini.

Bagi keluarga, kemenangan ini bukan sekadar soal trofi atau hadiah uang pembinaan. Di balik capaian tersebut, terdapat perjalanan panjang yang dipenuhi latihan, pengorbanan, doa, serta kerja keras yang tak pernah berhenti.

Sang ayah, Fajar Efendi, mengaku sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian putranya. Menurutnya, apa yang diraih Dafa hari ini merupakan buah dari kesungguhan, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah.

“Alhamdulillah, kami sebagai orang tua tentu sangat bangga dan terharu melihat perjuangan Dafa sampai di titik ini. Kami tahu betul bagaimana prosesnya, mulai dari latihan, menjaga semangat, hingga menghadapi rasa lelah dan tekanan di setiap kompetisi. Bagi kami, kemenangan ini adalah bonus dari kerja keras dan doa,” ujar Fajar Efendi.

Fajar menegaskan bahwa dirinya dan keluarga akan terus mendukung penuh perjalanan Dafa di dunia musik, selama sang anak tetap rendah hati dan tidak berhenti belajar.

“Saya selalu sampaikan kepada Dafa, jangan cepat puas dengan pencapaian hari ini. Jadikan setiap kemenangan sebagai motivasi untuk terus berkembang. Tetap rendah hati, hormati guru, keluarga, dan semua yang telah mendukung. Insya Allah, jika terus istiqamah dan bekerja keras, jalan menuju panggung yang lebih besar akan terbuka.”

Prestasi ini menjadi bukti bahwa Dafa bukan sekadar peserta biasa. Ia adalah talenta muda yang memiliki kualitas vokal, mental panggung, dan karisma yang semakin matang dari waktu ke waktu.

Banyak pihak optimistis, Madura Pop Talent 2026 hanyalah awal dari perjalanan besar Dafa. Dengan bakat, kerja keras, serta doa orang tua yang selalu mengiringi, Dafa Adi Wijaya Putra diyakini memiliki peluang besar untuk menembus panggung nasional.

Bahkan, publik mulai menaruh harapan besar bahwa Dafa Adi Wijaya Putra dapat menjadi calon kuat penerus bintang-bintang besar dari ajang pencarian bakat bergengsi D’Academy Indosiar 2029 mendatang.

Dengan kualitas vokal, mental panggung, dan semangat juang yang terus diasah, bukan hal mustahil jika Dafa suatu hari nanti mampu berdiri di panggung nasional dan mengharumkan nama Kabupaten Sumenep di kancah musik Indonesia.

Dari Kota Keris, sebuah talenta besar sedang tumbuh. Langkah Dafa mungkin masih panjang, namun satu hal yang pasti ia telah menunjukkan bahwa mimpi besar bisa lahir dari kerja keras, doa orang tua, dan keyakinan yang tak pernah padam.

“Teruslah terbang tinggi, Dafa. Sumenep bangga padamu. Dari Sumenep untuk Indonesia, Dafa sedang menulis sejarahnya.”

Penulis : Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Malam Penuh Berkah, Pengajian Dzikro Maulidurrasul dan Haul Masyaikh Digelar Khidmat di Masjid Jamik Baiturrahman
Taman Potre Koneng Makin Bergeliat di Malam Hari, Pengunjung Ramai DLH Siapkan Penerangan Tambahan
Berseragam Dinas, Pasi Intel Kodim Sumenep Diduga Abaikan Helm dan Lampu Merah, Bagaimana Pengawasan Disiplin?
Mahasiswa Desak DPRD Sumenep Siapkan Regulasi Pencegahan dan Penanganan LGBT
Bukan Sekadar Ngopi, Polsek Bluto dan Wartawan Bicara Kamtibmas hingga Maraknya Pencurian
BESOK DPRD SUMENEP DIDATANGI SPEAR OF JUSTICE, ISU LGBTQ DALAM PERPRES 111/2025 JADI SOROTAN
Masuk Lewat Jendela Dini Hari, Dua Orang Diamankan Warga Berujung Damai di Polsek Talango
Polresta Sumenep Periksa Dua Saksi, Dalami Pemicu Dugaan Penganiayaan yang Diduga Berkaitan dengan Perselingkuhan

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Malam Penuh Berkah, Pengajian Dzikro Maulidurrasul dan Haul Masyaikh Digelar Khidmat di Masjid Jamik Baiturrahman

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:46 WIB

Taman Potre Koneng Makin Bergeliat di Malam Hari, Pengunjung Ramai DLH Siapkan Penerangan Tambahan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Berseragam Dinas, Pasi Intel Kodim Sumenep Diduga Abaikan Helm dan Lampu Merah, Bagaimana Pengawasan Disiplin?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Mahasiswa Desak DPRD Sumenep Siapkan Regulasi Pencegahan dan Penanganan LGBT

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:27 WIB

BESOK DPRD SUMENEP DIDATANGI SPEAR OF JUSTICE, ISU LGBTQ DALAM PERPRES 111/2025 JADI SOROTAN

Berita Terbaru