SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Secangkir kopi menjadi pembuka, tetapi persoalan keamanan masyarakat menjadi pembicaraan utama. Polsek Bluto bersama sejumlah insan pers di Kabupaten Sumenep menggelar silaturahim yang dikemas santai namun sarat pembahasan soal keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Selasa (11/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung di salah satu rumah makan di Kecamatan Bluto itu bukan sekadar agenda seremonial. Di tengah suasana santai, jajaran kepolisian dan wartawan justru membuka ruang komunikasi untuk membicarakan sejumlah persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Kapolsek Bluto AKP Agus Sugito, S.H., M.H., hadir langsung didampingi Kanit Intel Polsek Bluto. Sejumlah wartawan yang selama ini menjalankan tugas jurnalistik di wilayah Kabupaten Sumenep turut mengikuti pertemuan tersebut.
Salah satu isu yang cukup mendapat perhatian dalam dialog tersebut adalah maraknya aksi pencurian yang dinilai mulai meresahkan masyarakat di wilayah Kecamatan Bluto.
Persoalan itu menjadi bahan diskusi bersama, bukan hanya dari sisi penegakan hukum, tetapi juga bagaimana informasi mengenai gangguan kamtibmas dapat dikomunikasikan secara tepat kepada masyarakat.
AKP Agus Sugito menegaskan, hubungan antara kepolisian dan media tidak semestinya berhenti pada kebutuhan publikasi. Menurutnya, komunikasi yang sehat diperlukan agar setiap informasi yang diterima masyarakat dapat dipahami secara utuh dan tidak berkembang menjadi informasi yang menyesatkan.
“Media merupakan mitra strategis Polri dalam menjaga situasi kamtibmas. Melalui komunikasi yang baik dan pemberitaan yang edukatif serta berimbang, kita dapat bersama-sama menangkal hoaks dan menciptakan Kecamatan Bluto yang aman, damai, dan kondusif,” ujar Agus.
Polisi punya kewenangan, media punya fungsi kontrol dan informasi. Keduanya berbeda peran, tetapi bertemu pada kepentingan yang sama: masyarakat.
Karena itu, keterbukaan komunikasi menjadi salah satu poin penting dalam pertemuan tersebut. Wartawan dapat memperoleh informasi secara lebih jelas, sementara kepolisian memiliki ruang untuk menyampaikan kondisi kamtibmas secara langsung.
Obrolan yang berlangsung cair kemudian berlanjut dalam suasana ramah tamah. Namun, di balik suasana santai tersebut, terselip pesan penting bahwa persoalan keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian.
Masyarakat, media, dan aparat memiliki peran masing-masing dalam menjaga lingkungan tetap aman serta mendorong penyelesaian persoalan secara tepat.
Silaturahim tersebut pun diharapkan tidak berhenti sebagai pertemuan satu kali. Komunikasi antara Polsek Bluto dan insan pers diharapkan terus berjalan secara aktif, terbuka, dan berkesinambungan.
Sebab, ketika informasi tidak tersumbat dan komunikasi berjalan dua arah, persoalan kamtibmas dapat lebih cepat diketahui, dikawal, dan disampaikan kepada publik secara proporsional.
Dari meja makan di Bluto, satu pesan mengemuka: menjaga keamanan bukan hanya soal menangkap pelaku kejahatan, tetapi juga membangun komunikasi agar masyarakat tidak kehilangan rasa aman
Editor : (Red)

























