SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep terus memperkuat transformasi digital dalam tata kelola pelayanan kesehatan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengoptimalkan penerapan Sistem Rumah Sakit Online yang terintegrasi dengan kebutuhan pendataan dan pemantauan informasi rumah sakit oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
Penerapan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya RSUDMA Sumenep dalam menghadirkan pengelolaan data yang lebih cepat, terukur, akurat, dan terus diperbarui sesuai dengan kondisi pelayanan terkini.
Digitalisasi tersebut tidak hanya mengubah proses pencatatan dari sistem manual ke platform digital. Lebih dari itu, Sistem Rumah Sakit Online menjadi instrumen untuk mengelola berbagai informasi yang berkaitan dengan profil maupun aktivitas pelayanan rumah sakit.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes., mengatakan, penerapan sistem tersebut memberikan kemudahan dalam mengakses dan mengelola berbagai informasi rumah sakit.
“Melalui sistem rumah sakit online ini akan mampu mempermudah berbagai informasi seluruh rumah sakit di manapun, dengan sistem yang secara otomatis diperbaharui,” kata dr. Erliyati, Selasa (18/8/2026).
Menurut perempuan yang akrab disapa Dokter Erly tersebut, informasi yang dihimpun melalui Sistem Rumah Sakit Online tidak hanya mencakup data administratif. Berbagai aspek pelayanan juga tercatat dalam sistem, mulai dari profil rumah sakit, layanan poliklinik, jumlah pasien, ketersediaan tenaga kesehatan hingga jenis penyakit yang ditangani.
“Data semua tercatat dengan baik, mulai dari profil, poliklinik, jumlah pasien, ketersediaan tenaga kesehatan sampai penyakit yang ditangani,” jelasnya.
Ketersediaan data yang terstruktur dan diperbarui secara berkala dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola rumah sakit. Terlebih, aktivitas pelayanan kesehatan berlangsung setiap hari dengan pergerakan data yang terus mengalami perubahan.
Melalui penerapan sistem digital, proses pengelolaan informasi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pencatatan secara manual. Pembaruan data dapat dilakukan secara berkala sehingga informasi mengenai kondisi pelayanan rumah sakit dapat dipantau dengan lebih cepat dan sesuai keadaan terkini.
Data yang tersedia juga dapat mendukung proses evaluasi pelayanan. Informasi mengenai jumlah pasien, layanan poliklinik, tenaga kesehatan hingga jenis penyakit yang ditangani dapat menjadi bahan dalam melihat kondisi serta kebutuhan pelayanan rumah sakit.
Editor : Dafa

























