“Ultraman” di Tengah Aksi Damai: Wartawan Jadi Korban, Bupati Situbondo Diduga Intimidatif

- Publisher

Sabtu, 2 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SITUBONDO, (TrendiKabar.com) – Aksi damai yang digelar aliansi Aktivis Situbondo Bersatu (ASB) di utara Alun-Alun Situbondo, Kamis (31/7/2025), berubah menjadi babak gelap demokrasi lokal. Seorang wartawan Jawa Pos Radar Situbondo, Muhammad Humaidi Hidayat (28), menjadi korban dugaan penganiayaan saat meliput jalannya unjuk rasa yang menuntut Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo bertanggung jawab atas pernyataan kontroversialnya di media sosial.

Alih-alih memberi klarifikasi atau menunjukkan sikap kenegarawanan, sang bupati justru terekam kamera menunjuk-nunjuk peserta demo secara emosional. Tak berhenti di situ, ponsel milik Humaidi yang digunakan untuk mendokumentasikan peristiwa itu nyaris dirampas. Ironisnya, Bupati Rio saat itu menyebut dirinya sebagai “Ultraman” tokoh fiksi luar angkasa berkekuatan super seolah menjadikan ruang publik sebagai panggung pertunjukan ego.

Tak lama setelah itu, Humaidi diduga dianiaya oleh seseorang yang identitasnya kini masih dalam penyelidikan. Dalam Laporan Polisi Nomor STTLP/B/228/VII/2025/SPKT/POLRES SITUBONDO/POLDA JAWA TIMUR, disebutkan bahwa Humaidi dipukul dari belakang hingga jatuh, lalu ditendang dari samping mengenai paha kanannya. Akibatnya, ia mengalami luka memar dan nyeri di beberapa bagian tubuh.

Tindak kekerasan ini langsung menuai kecaman keras dari LSM dan komunitas pers. Ketua Tim Advokasi Jawara Post Group, Edy Firman, SH, MH, menyebut peristiwa ini sebagai bentuk nyata kriminalisasi terhadap kebebasan pers.

“Wartawan bekerja berdasarkan amanah Undang-Undang Pers. Ketika kepala daerah justru menciptakan ketegangan dan intimidasi, maka ini bukan sekadar pelanggaran etika, tapi ancaman serius terhadap demokrasi lokal,” tegasnya.

Anehnya, hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Bupati Rio soal tindakan represif yang terjadi di tengah aksi yang seharusnya berlangsung damai. Justru, publik dikejutkan oleh tingkah laku bupati yang tampak tidak mampu membedakan antara panggung kekuasaan dan panggung sandiwara.

Editor : (Red)

Berita Terkait

Dipinjam Sejam, Hilang Berhari-hari! Honda Beat Diduga Digelapkan, Korban Mengadu ke Polisi, LP Belum Terbit
Dugaan Pungutan Berlebih Penyeberangan Kalianget–Talango Diusut, Sejumlah Operator Dipanggil Polisi
Modus Pinjam Sebentar Motor Raib, Mahasiswa Sumenep Laporkan Dugaan Penipuan Rp13 Juta ke Polisi
Nama Legislator Muncul di Sidang BSPS 2024, Siapa Aktor Besar di Balik Korupsi Rp26,8 Miliar?
Waspada Penipuan Online, Warga Samarinda Rugi Jutaan usai Beli HP via Facebook
Satresnarkoba Polres Sumenep Berhasil Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Jenis Sabu di Kecamatan Dasuk 
Kerugian Jamaah Tembus Rp15,16 Miliar, Tim Korban Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Umrah Ilegal Anisa Berkah Wisata
Video Asmawi di Polsek Batang-Batang Jadi Sorotan, Singgung Persoalan Hukum yang Disebut Belum Tuntas

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:33 WIB

Dipinjam Sejam, Hilang Berhari-hari! Honda Beat Diduga Digelapkan, Korban Mengadu ke Polisi, LP Belum Terbit

Jumat, 26 Juni 2026 - 02:11 WIB

Dugaan Pungutan Berlebih Penyeberangan Kalianget–Talango Diusut, Sejumlah Operator Dipanggil Polisi

Jumat, 26 Juni 2026 - 01:41 WIB

Modus Pinjam Sebentar Motor Raib, Mahasiswa Sumenep Laporkan Dugaan Penipuan Rp13 Juta ke Polisi

Jumat, 26 Juni 2026 - 01:33 WIB

Nama Legislator Muncul di Sidang BSPS 2024, Siapa Aktor Besar di Balik Korupsi Rp26,8 Miliar?

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:56 WIB

Waspada Penipuan Online, Warga Samarinda Rugi Jutaan usai Beli HP via Facebook

Berita Terbaru

Opini

Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Selasa, 14 Jul 2026 - 14:39 WIB