SURABAYA, (TrendiKabar.com) – Komunitas Muda Madura (KAMURA) menggulirkan gagasan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal dan kemandirian masyarakat.
Gagasan tersebut mengemuka dalam kegiatan Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “KEK Tembakau dan Arah Baru Perekonomian Madura” yang digelar di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Selasa (11/11).
Tim perumus Naskah Akademik KEK Tembakau Madura, Adi Prayitno, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kenyataan sosial-ekonomi masyarakat Madura yang selama ini bergantung pada komoditas tembakau, namun belum memperoleh perlindungan yang memadai dari negara.
“Kami ingin memastikan tembakau petani dibeli dengan harga yang manusiawi, dan industri rokok rakyat mendapat ruang hidup yang adil serta legal,” ujar Adi.
Menurutnya, KEK Tembakau bukan semata proyek ekonomi, melainkan bentuk pengakuan terhadap kontribusi Madura dalam perekonomian nasional, terutama melalui penerimaan negara dari sektor cukai.
“Industri rokok rakyat selama ini menjadi penggerak ekonomi desa dan penyerap tenaga kerja yang besar. Sudah saatnya negara hadir melindungi mereka,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UINSA, Dr. H. Muhammad Lathoif Ghozali, menilai pembentukan KEK Tembakau berpotensi menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Madura dengan mendorong aglomerasi industri.
“Jika KEK ini terwujud, bukan hanya tembakaunya yang berkembang, tapi juga sektor pendukung seperti pupuk, petrokimia, dan distribusi bahan baku,” ujarnya.
Lathoif juga menekankan pentingnya kebijakan afirmatif agar petani tembakau tidak menjadi korban dalam dinamika perdagangan nikotin global.
“Kebijakan ekonomi harus berpihak pada kehidupan rakyat, bukan justru mematikan sumber penghidupan mereka,” imbuhnya.
Dari hasil seminar dan FGD tersebut, disepakati untuk mempercepat penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura yang akan diajukan kepada pemerintah pusat.
KAMURA menargetkan kawasan ini menjadi pusat ekonomi baru berbasis tembakau rakyat, dengan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani serta penguatan ekonomi lokal Madura.
Editor : (Red)
Sumber Berita: Kamura

























