SURABAYA, (TrendiKabar.com) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas PGRI Sumenep (UPI) terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal transparansi sektor hulu migas di Kabupaten Sumenep. Kali ini, PMII UPI resmi menyerahkan dokumen policy brief terkait revitalisasi Pusat Informasi KKKS Migas kepada perwakilan SKK Migas wilayah Jabanusa di Surabaya, Senin (5/5/2026).
Langkah tersebut menjadi bagian dari lanjutan advokasi kebijakan yang sebelumnya telah dilakukan dengan menyerahkan dokumen serupa kepada DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Ketua Komisariat PMII UPI, Diky Alamsyah, mengatakan bahwa keterlibatan SKK Migas memiliki posisi strategis dalam memperkuat sistem komunikasi publik sektor hulu migas, khususnya di wilayah Sumenep yang selama ini dinilai belum berjalan optimal.
“SKK Migas memiliki peran penting dalam mengoordinasikan komunikasi publik sektor hulu migas. Kami berharap policy brief ini tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi benar-benar ditindaklanjuti sebagai bagian dari perbaikan tata kelola informasi yang lebih terbuka dan terarah,” ujar Diky.
Menurutnya, keberadaan pusat informasi yang aktif dan transparan menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap aktivitas industri migas di daerah.
Sementara itu, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa, Febri Ihsan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan mahasiswa PMII UPI dalam mendorong penguatan komunikasi publik di sektor migas.
“Kami sangat mengapresiasi masukan dari teman-teman PMII. Ini akan menjadi bahan yang akan kami tindak lanjuti. Pada dasarnya tujuan kita sama, yaitu membangun pusat informasi KKKS yang lebih baik, transparan, dan dapat diterima masyarakat,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan komunikasi publik merupakan bagian penting dalam menjaga hubungan harmonis antara industri migas dan masyarakat sekitar wilayah operasi.
Dalam policy brief tersebut, PMII UPI turut mendorong adanya langkah konkret berupa pembentukan legal standing pusat informasi, penyusunan program kerja yang terstruktur, hingga penguatan sistem informasi berbasis digital agar akses informasi publik dapat berjalan lebih efektif dan akuntabel.
Tidak hanya melakukan advokasi kebijakan, PMII UPI juga melaksanakan kunjungan edukatif ke Migas Corner ITS di Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat kapasitas dan pemahaman mahasiswa terkait industri hulu migas secara komprehensif, mulai dari proses eksplorasi hingga produksi.
Dengan bekal pemahaman tersebut, PMII UPI berharap gerakan advokasi yang dilakukan tidak hanya bersifat kritis, tetapi juga berbasis data dan pengetahuan yang kuat.
Editor : (Red)
Sumber Berita: Rilis resmi PMII Universitas PGRI Sumenep (UPI)



























