SUMENEP, (TrendiKabar.com) — Setelah laporan warga terkait dugaan pemotongan Bantuan Pangan di Desa Sabunten, Kecamatan Sapeken, mencuat, Perum Bulog Kertasada akhirnya memberikan pernyataan resmi. Respons ini sekaligus menambah sorotan terhadap dugaan ketidaksesuaian penyaluran yang terjadi di lapangan.
Kepala Bulog Kertasada yang membawahi wilayah Kabupaten Sumenep Anshori, melalui pesan WhatsApp pada Selasa (2/12/2025), menegaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut.
“Wa’alaikumsalam… Baik pak, laporan sampeyan akan segera kami tindak lanjuti. Terimakasih atas laporannya,” ujar Anshori.
Saat dimintai penjelasan mengenai mekanisme pengawasan saat distribusi di tingkat desa menggingat warga mengaku hanya menerima separuh dari hak bantuanAnshori menyebut bahwa seluruh titik penyaluran sudah memiliki tim pengawas yang seharusnya memastikan bantuan tersalurkan penuh.
“Untuk penyaluran di tingkat desa sebenarnya sudah ada timnya di semua titik. Maka dari itu kami perlu melakukan koordinasi dengan petugas di Desa Sabunten terkait masalah ini. Karena kalau dari gudang kami, dua alokasi Oktober dan November sudah kami kirimkan lengkap,” tegasnya.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa jika benar terjadi pemotongan, maka dugaan kuat mengarah pada tahapan penyaluran di desa, bukan pada distribusi dari Bulog.
Bulog juga menegaskan kesiapannya menindaklanjuti setiap laporan warga.
“Kami dari Bulog siap melayani laporan masyarakat 24 jam,” tambah Anshori.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Sabunten, Ahmad Rasyid, yang sudah dihubungi redaksi sejak Selasa (2/12/2025), masih belum memberikan jawaban resmi. Diamnya pihak desa membuat dugaan penyimpangan dalam penyaluran bantuan semakin menjadi sorotan publik.
TrendiKabar.com akan terus melakukan penelusuran dan meminta klarifikasi lanjutan dari desa, kecamatan, hingga pihak terkait lainnya untuk memastikan transparansi Program Bantuan Pangan Tahun 2025.
Penulis : Mat Halil/Suri Hariady
Editor : (Red)



























