“1.000 Titik Tahun Ini!” Sakti Wahyu Trenggono Tinjau KNMP Sumenep, Komitmen Era Prabowo Subianto Hapus Kampung Nelayan Kumuh

- Publisher

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, berfoto bersama Forkopimda dan perwakilan nelayan saat kunjungan kerja di Kampung Nelayan Merah Putih, Desa Dapenda, Kabupaten Sumenep, Selasa (03/03/2026).

Foto: Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, berfoto bersama Forkopimda dan perwakilan nelayan saat kunjungan kerja di Kampung Nelayan Merah Putih, Desa Dapenda, Kabupaten Sumenep, Selasa (03/03/2026).

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, melaksanakan kunjungan kerja ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Dusun Temor Lorong, Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Selasa (03/03/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB itu dihadiri kurang lebih 175 orang, terdiri dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, tokoh masyarakat, hingga perwakilan nelayan setempat.

Dalam kunjungannya, Menteri Trenggono meninjau langsung setiap ruangan di kawasan KNMP sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat untuk memastikan sarana dan prasarana yang dibangun benar-benar dimanfaatkan secara optimal demi kesejahteraan nelayan.

Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri merupakan bagian dari pembangunan 100 titik yang saat ini tengah berjalan, termasuk salah satunya di Sumenep yang masih dalam tahap penyelesaian. Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 titik pada tahun ini.

“Kita ingin fasilitas yang dibangun benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas dan harga hasil tangkapan nelayan,” ujar Menteri Trenggono.

Sejumlah fasilitas pendukung telah disiapkan, mulai dari pabrik es untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan, pembangunan SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan), pos layanan, hingga mobil pendingin (cold storage mobile) yang memungkinkan distribusi hasil tangkapan dilakukan lebih cepat dengan kualitas tetap terjaga.

Menurutnya, kualitas hasil tangkapan sangat bergantung pada penanganan pasca tangkap. Dengan dukungan fasilitas tersebut, produk nelayan diharapkan tetap dalam kondisi prima sehingga mampu meningkatkan nilai jual di pasaran.

Selain itu, Menteri Trenggono juga menyampaikan rencana diskusi dengan Bupati Sumenep terkait kemungkinan penambahan titik Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan bantuan sosial berupa beras 10 kilogram kepada perwakilan nelayan Desa Dapenda.

Dalam sambutannya, Menteri Trenggono mengaku senang dapat bertemu langsung dengan masyarakat nelayan. Ia berharap keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih benar-benar dijaga dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.

Ia menegaskan, bantuan yang diberikan tidak hanya terbatas pada beras, namun ke depan akan ada berbagai program dan dukungan lain yang difokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Di era Bapak Presiden Prabowo, kita ingin menghilangkan kampung nelayan yang kumuh menjadi kampung nelayan yang sehat dan bersih. Tahun ini kita bangun 1.000 titik. Semua kita bangunkan. Ini perintah Presiden,” tegasnya.

Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis pemerintah dalam memperkuat sektor perikanan nasional sekaligus mendorong transformasi kawasan pesisir, khususnya di Kabupaten Sumenep, menjadi lebih produktif dan berdaya saing.

Penulis : Mat Halil/Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Didemo Pemuda Peduli Desa, Dugaan Pemasangan Jaringan Listrik Dipersoalkan PLN Sumenep Belum Beri Kepastian
Kades Pragaan Daya Diciduk! Dana Desa Diduga “Bocor” di Jalan, Pertanian, hingga BUMDes
Dugaan Skandal Kredit Pensiun di BRI Sumenep Disorot PMII, Pihak Bank Tegaskan Ikuti Proses Hukum
BRI Sumenep Buka Audiensi dengan PMII Komisariat Unija, Tegaskan Hormati Proses Hukum dan Patuh pada Putusan Pengadilan
48 Motor Disita, Satlantas Sumenep Sikat Balap Liar di Jalur Bandara Trunojoyo
Satlantas Sumenep Tindak Tegas Dump Truck Tanpa Terpal, Warga Resah Debu Berterbangan
PMII Sumenep Desak Revisi Perda Tembakau, Soroti Lemahnya Perlindungan Petani
Audiensi Memanas PPD Soroti Dugaan Penebangan Sepihak oleh PLN Izin Tak Ditunjukkan Jawaban Berbelit

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 20:59 WIB

Didemo Pemuda Peduli Desa, Dugaan Pemasangan Jaringan Listrik Dipersoalkan PLN Sumenep Belum Beri Kepastian

Kamis, 23 April 2026 - 18:23 WIB

Kades Pragaan Daya Diciduk! Dana Desa Diduga “Bocor” di Jalan, Pertanian, hingga BUMDes

Kamis, 23 April 2026 - 13:13 WIB

Dugaan Skandal Kredit Pensiun di BRI Sumenep Disorot PMII, Pihak Bank Tegaskan Ikuti Proses Hukum

Kamis, 23 April 2026 - 12:26 WIB

BRI Sumenep Buka Audiensi dengan PMII Komisariat Unija, Tegaskan Hormati Proses Hukum dan Patuh pada Putusan Pengadilan

Senin, 20 April 2026 - 23:00 WIB

48 Motor Disita, Satlantas Sumenep Sikat Balap Liar di Jalur Bandara Trunojoyo

Berita Terbaru