Oleh : Ach. Supyadi Putra asli kepulauan.
(TrendiKabar.com) – Sebagai putra asli kepulauan di Kabupaten Sumenep saya, Ach. Supyadi akan menyampaikan concern mendalam sekaligus pressure terbuka kepada Bupati Sumenep DR. ACH. FAUZI WONGSOJUDO, S.H., M.H. atas ketidakseriusannya dalam memperhatikan dan membangun wilayah kepulauan selama dua periode kepemimpinannya.
Selama masa jabatan tersebut, tidak terlihat adanya kebijakan yang berpihak secara konkret dan berkelanjutan terhadap kepulauan. Infrastruktur dasar, khususnya jalan kabupaten, masih banyak yang rusak parah tanpa penanganan menyeluruh. Kondisi ini mencerminkan adanya ketimpangan pembangunan yang tidak dapat lagi ditoleransi.
Lebih jauh, minimnya kehadiran langsung Bupati di wilayah kepulauan menjadi indikator lemahnya komitmen kepemimpinan. Kunjungan kerja maupun safari kepulauan yang sangat jarang, bahkan dalam satu periode hampir tidak dilakukan secara rutin, bertolak belakang dengan intensitas pendekatan yang dilakukan saat masa pencalonan, di mana masyarakat kepulauan menjadi objek janji-janji prioritas pembangunan.
Atas dasar tersebut, saya akan meminta dan melakuan tuntutan sebagai berikut:
- Menuntut realisasi konkret berupa perbaikan seluruh jalan kabupaten di Pulau Kangean, Raas, dan Masalembu secara serentak, menyeluruh, dan tanpa pengecualian dengan memasukkan pada anggaran tahun yang akan datang yakni tahun 2027 (tidak bisa ditawar dengan mengulur waktu).
- Menuntut penyediaan ambulans laut yang layak, memadai, dan siap operasional pada masing-masing wilayah kepulauan guna menjamin akses layanan kesehatan darurat dengan memasukkan pada anggaran tahun yang akan datang yakni tahun 2027 (tidak bisa ditawar dengan mengulur waktu).
Saya mengajak seluruh elemen masyarakat kepulauan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh akademisi, para aktivis, LSM, rekan-rekan jurnalis serta seluruh putra-putri daerah untuk bersatu, membangun kekuatan kolektif, dan mengawal tuntutan ini sampai terealisasi.
Kami menegaskan bahwa concern ini bukan sekadar kritik, tetapi merupakan bentuk pressure yang sah, rasional, dan konstitusional. Apabila dalam waktu yang wajar tidak terdapat langkah konkret dan terukur dari Bupati Sumenep, maka saya siap meningkatkan tekanan melalui langkah-langkah strategis yang lebih luas, termasuk mendorong pertanggungjawaban politik secara terbuka, hingga pada tuntutan pengunduran diri dari jabatannya sebagai BUPATI SUMENEP.
Tidak ada lagi ruang untuk janji tanpa realisasi, kepulauan bukan pinggiran, kepulauan adalah bagian yang harus diprioritaskan.
Hidup Masyarakat Kepulauan.
Bersatu untuk Keadilan dan Pembangunan yang Merata.
Mari Kita Bersatu, Bergerak, dan Mengawal Sampai Tuntas.
Editor : (Red)



























