Oknum ASN di Bawah Naungan Kemenag di Sumenep Diduga Hamili Perempuan, Janji Nikah Tak Ditepati, Kasus Dilaporkan ke Polisi

- Publisher

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi kasus dugaan oknum ASN di Sumenep.

Foto: Ilustrasi kasus dugaan oknum ASN di Sumenep.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Dugaan pelanggaran moral yang melibatkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah naungan Kementerian Agama di Kabupaten Sumenep mencuat ke publik. Seorang perempuan berinisial H mengaku dihamili oleh oknum ASN berinisial S setelah keduanya menjalin hubungan pribadi selama beberapa tahun.

Menurut pengakuan H, hubungan dengan S bermula sejak tahun 2023 dan semakin dekat hingga berujung pada hubungan intim di luar ikatan pernikahan yang sah.

Memasuki tahun 2025, H mengaku dirinya hamil. Ia menyebut sebelum kehamilan terjadi, S sempat berjanji akan menikahinya apabila dirinya sampai mengandung.

“S pernah berjanji kepada saya, kalau saya sampai hamil dia akan menikahi dan bertanggung jawab,” ujar H saat memberikan keterangan.

Janji tersebut, kata H, membuat dirinya tetap mempertahankan hubungan tersebut dengan harapan S benar-benar menepati komitmennya. Namun setelah kehamilan terjadi, situasi justru berubah.

Ketika H menuntut kepastian tanggung jawab, S disebut mulai memberikan berbagai alasan. Salah satunya karena ia telah memiliki istri dan anak yang masih menempuh pendidikan.

“Dia bilang masih punya istri dan anak yang harus ditanggung. Katanya sebagai ASN harus menjaga perilaku dan integritas,” kata H menirukan alasan yang disampaikan S.

Pernyataan tersebut membuat H mempertanyakan sikap S, karena menurutnya alasan itu baru muncul setelah dirinya hamil.

“Kenapa baru memikirkan itu ketika saya sudah hamil,” ujarnya.

H juga mengungkapkan bahwa pada Januari 2026 dirinya diminta datang ke Sumenep dengan alasan akan dinikahi sekaligus agar kehamilannya dijaga.

Namun sesampainya di Sumenep, ia mengaku justru ditempatkan di rumah salah satu kerabat S dan tidak diperbolehkan keluar.

“Saya diminta datang ke Sumenep dengan alasan akan dinikahi dan menjaga anak yang saya kandung. Tapi setelah sampai di sana saya malah ditempatkan di rumah saudaranya dan tidak diizinkan keluar,” ungkap H.

Saat itu, menurut H, usia kandungannya telah memasuki delapan bulan dan dirinya mengalami tekanan psikologis.

Merasa tidak mendapatkan kepastian, H akhirnya memutuskan meninggalkan tempat tersebut dan pulang menggunakan travel.

“Saya pergi karena merasa tertekan memikirkan kondisi kandungan saya yang sudah delapan bulan,” katanya.

Namun langkah tersebut justru dijadikan alasan oleh S untuk menolak bertanggung jawab.

“Dia menuduh saya pergi bersama laki-laki. Padahal yang mengantar saya hanya sopir travel,” jelasnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan seorang ASN di lingkungan Kementerian Agama yang secara etik dan disiplin kepegawaian diwajibkan menjaga perilaku, integritas, serta nama baik institusi.

Merasa tidak mendapatkan kejelasan tanggung jawab, H akhirnya melaporkan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian.

“Kasus ini sudah kami laporkan ke pihak berwajib agar ada keadilan dan kepastian hukum,” ujarnya.

Sementara itu, saat awak media mendatangi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep pada Senin (9/3/2026), pihak humas yang ditemui menyampaikan bahwa informasi tersebut akan ditindaklanjuti secara internal.

“Apa yang menjadi informasi ini akan kami tindak lanjuti terlebih dahulu dan akan kami sampaikan kepada pimpinan,” ujar pihak humas saat ditemui awak media.

Hingga berita ini diterbitkan, S yang disebut dalam laporan tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan yang disampaikan.

Penulis : Mat Halil/Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Pasi Intel Kodim 0827/Sumenep Akui Pelanggaran Lalu Lintas, Minta Maaf dan Janji Perketat Disiplin
Malam Penuh Berkah, Pengajian Dzikro Maulidurrasul dan Haul Masyaikh Digelar Khidmat di Masjid Jamik Baiturrahman
Taman Potre Koneng Makin Bergeliat di Malam Hari, Pengunjung Ramai DLH Siapkan Penerangan Tambahan
Berseragam Dinas, Pasi Intel Kodim Sumenep Diduga Abaikan Helm dan Lampu Merah, Bagaimana Pengawasan Disiplin?
Mahasiswa Desak DPRD Sumenep Siapkan Regulasi Pencegahan dan Penanganan LGBT
Bukan Sekadar Ngopi, Polsek Bluto dan Wartawan Bicara Kamtibmas hingga Maraknya Pencurian
BESOK DPRD SUMENEP DIDATANGI SPEAR OF JUSTICE, ISU LGBTQ DALAM PERPRES 111/2025 JADI SOROTAN
Masuk Lewat Jendela Dini Hari, Dua Orang Diamankan Warga Berujung Damai di Polsek Talango

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:56 WIB

Pasi Intel Kodim 0827/Sumenep Akui Pelanggaran Lalu Lintas, Minta Maaf dan Janji Perketat Disiplin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Malam Penuh Berkah, Pengajian Dzikro Maulidurrasul dan Haul Masyaikh Digelar Khidmat di Masjid Jamik Baiturrahman

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:46 WIB

Taman Potre Koneng Makin Bergeliat di Malam Hari, Pengunjung Ramai DLH Siapkan Penerangan Tambahan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Berseragam Dinas, Pasi Intel Kodim Sumenep Diduga Abaikan Helm dan Lampu Merah, Bagaimana Pengawasan Disiplin?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Mahasiswa Desak DPRD Sumenep Siapkan Regulasi Pencegahan dan Penanganan LGBT

Berita Terbaru

Opini

Merdeka di Tiang Bendera

Senin, 17 Agu 2026 - 07:23 WIB