BLITAR, (TrendiKabar.com) – Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menegaskan bahwa rumah dinas wali kota bukan semata-mata milik pejabat, melainkan milik masyarakat Kota Blitar. Ia bahkan mempersilakan warga untuk datang kapan saja sebagai bentuk keterbukaan pemerintah terhadap publik.
“Ini bukan rumah saya pribadi, tapi rumah dinas. Saya hanya difasilitasi. Pemilik sebenarnya adalah masyarakat,” ujar Syauqul Muhibbin, Selasa (15/4/2025), dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Blitar.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari komitmennya dalam membangun budaya pelayanan publik yang terbuka dan partisipatif. Ia mendorong masyarakat agar tidak ragu menyampaikan aspirasi, kritik, maupun saran terhadap program dan fasilitas publik yang ada.
Syauqul Muhibbin, yang akrab disapa Mas Ibbin, juga berupaya menghapus stigma bahwa rumah dinas hanya diperuntukkan bagi kalangan pejabat. Hal ini tampak dalam kegiatan open house yang digelar saat Lebaran, di mana ia menyambut langsung warga yang datang untuk bersilaturahmi.
“Melalui komunikasi yang terbuka, kami berharap bisa mendengar langsung keluh kesah warga dan segera menindaklanjuti dengan solusi yang tepat,” ungkapnya.
Sejak dilantik, Mas Ibbin mengusung semangat kepemimpinan yang merakyat. Saat ini, ia tengah fokus menjalankan sepuluh program strategis dalam 100 hari kerjanya. Program tersebut merupakan bagian dari visi membangun Kota Blitar yang Sejahtera, Aman, dan Edukatif (SAE).
Pemkot Blitar berharap keterlibatan aktif warga dapat mempercepat realisasi pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah.
Editor : (Red)



























