Dorong Kemandirian Ekonomi, KAMURA Gagas Kawasan Ekonomi Khusus Tembakau Madura

- Publisher

Rabu, 12 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Para narasumber saat memaparkan gagasan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura dalam seminar di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (11/11). (Dok. KAMURA)

Foto: Para narasumber saat memaparkan gagasan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura dalam seminar di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (11/11). (Dok. KAMURA)

SURABAYA, (TrendiKabar.com) – Komunitas Muda Madura (KAMURA) menggulirkan gagasan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal dan kemandirian masyarakat.

Gagasan tersebut mengemuka dalam kegiatan Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “KEK Tembakau dan Arah Baru Perekonomian Madura” yang digelar di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Selasa (11/11).

Tim perumus Naskah Akademik KEK Tembakau Madura, Adi Prayitno, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kenyataan sosial-ekonomi masyarakat Madura yang selama ini bergantung pada komoditas tembakau, namun belum memperoleh perlindungan yang memadai dari negara.

“Kami ingin memastikan tembakau petani dibeli dengan harga yang manusiawi, dan industri rokok rakyat mendapat ruang hidup yang adil serta legal,” ujar Adi.

Menurutnya, KEK Tembakau bukan semata proyek ekonomi, melainkan bentuk pengakuan terhadap kontribusi Madura dalam perekonomian nasional, terutama melalui penerimaan negara dari sektor cukai.

“Industri rokok rakyat selama ini menjadi penggerak ekonomi desa dan penyerap tenaga kerja yang besar. Sudah saatnya negara hadir melindungi mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UINSA, Dr. H. Muhammad Lathoif Ghozali, menilai pembentukan KEK Tembakau berpotensi menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Madura dengan mendorong aglomerasi industri.

“Jika KEK ini terwujud, bukan hanya tembakaunya yang berkembang, tapi juga sektor pendukung seperti pupuk, petrokimia, dan distribusi bahan baku,” ujarnya.

Lathoif juga menekankan pentingnya kebijakan afirmatif agar petani tembakau tidak menjadi korban dalam dinamika perdagangan nikotin global.

“Kebijakan ekonomi harus berpihak pada kehidupan rakyat, bukan justru mematikan sumber penghidupan mereka,” imbuhnya.

Dari hasil seminar dan FGD tersebut, disepakati untuk mempercepat penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura yang akan diajukan kepada pemerintah pusat.

KAMURA menargetkan kawasan ini menjadi pusat ekonomi baru berbasis tembakau rakyat, dengan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani serta penguatan ekonomi lokal Madura.

 

Editor : (Red)

Sumber Berita: Kamura

Berita Terkait

Di Balik Viral Bantuan Rp2 Miliar, Bang Ali Ungkap Filosofi BANI, “Apakah Salah Seorang Anak Mengabadikan Nama Orang Tuanya?”
Nama Legislator Muncul di Sidang BSPS 2024, Siapa Aktor Besar di Balik Korupsi Rp26,8 Miliar?
PMII UPI Dorong Revitalisasi Pusat Informasi Migas, Policy Brief Resmi Diserahkan ke SKK Migas Jabanusa
Jelang Panen Semangka di Lombang, Petani dan Pengulak Harap Harga Menguat
Polda Jatim Lakukan Uji Laboratoris Terkait Temuan Diduga Narkotika 27,83 Kg di Pesisir Giligenting Sumenep
Skandal Jalur Cepat Berbayar Terbongkar, Kadis ESDM Jatim AM dan Kabid OS Jadi Tersangka
Respons Cepat Pertamina dan Agen, Pasokan LPG di Sumenep Kembali Normal Pasca Ramadan
Puskopal Koarmada II Disorot: Dugaan Pelanggaran Tongkang KM Safaraz Jaya Dibiarkan Berlarut

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 03:11 WIB

Di Balik Viral Bantuan Rp2 Miliar, Bang Ali Ungkap Filosofi BANI, “Apakah Salah Seorang Anak Mengabadikan Nama Orang Tuanya?”

Jumat, 26 Juni 2026 - 01:33 WIB

Nama Legislator Muncul di Sidang BSPS 2024, Siapa Aktor Besar di Balik Korupsi Rp26,8 Miliar?

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:56 WIB

PMII UPI Dorong Revitalisasi Pusat Informasi Migas, Policy Brief Resmi Diserahkan ke SKK Migas Jabanusa

Selasa, 28 April 2026 - 10:44 WIB

Jelang Panen Semangka di Lombang, Petani dan Pengulak Harap Harga Menguat

Sabtu, 18 April 2026 - 10:21 WIB

Polda Jatim Lakukan Uji Laboratoris Terkait Temuan Diduga Narkotika 27,83 Kg di Pesisir Giligenting Sumenep

Berita Terbaru

Opini

Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Selasa, 14 Jul 2026 - 14:39 WIB