Rumah Warga Karopoh Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem, Warga Harap Respons Cepat Pemerintah

- Publisher

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP (TrendiKabar.com) — Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan lebat mengakibatkan rumah warga di Desa Karopoh, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, mengalami kerusakan parah. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa dini hari, 13 Januari 2026, sekitar pukul 01.00 WIB.

Rumah milik Mashadi (46) dilaporkan mengalami ambruk pada bagian atap, sementara perabot rumah tangga di dalamnya turut mengalami kerusakan. Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp50 juta hingga Rp70 juta.

Abd. Bari, warga yang berada di lokasi kejadian, memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Hal itu disebabkan rumah dalam kondisi kosong saat kejadian berlangsung.

“Pada saat kejadian, seluruh penghuni rumah berada di luar. Istri Pak Mashadi, Ibu Mardiana, sedang berada di sawah,” ujar Abd. Bari, Kamis (15/1/2026).

Pasca kejadian, keluarga korban berharap adanya kehadiran dan langkah cepat pemerintah untuk memberikan penanganan darurat serta bantuan perbaikan rumah. Mengingat kondisi ekonomi keluarga tergolong kurang mampu, upaya pemulihan secara mandiri dinilai sulit dilakukan.

Abd. Bari menilai, hingga beberapa hari setelah kejadian, belum terlihat adanya penanganan awal dari pemerintah desa setempat, baik berupa pendataan kerusakan maupun bantuan darurat.

“Kondisi ini membutuhkan respons cepat. Minimal ada pendataan, peninjauan lokasi, dan kepastian langkah penanganan. Masyarakat terdampak tidak bisa dibiarkan menghadapi musibah sendirian,” tegasnya.

Ia berharap Pemerintah Kecamatan Raas dan Pemerintah Kabupaten Sumenep, melalui BPBD dan Dinas Sosial, segera turun tangan sesuai tugas dan fungsinya dalam penanganan bencana.

“Negara harus hadir ketika warganya tertimpa musibah. Terlebih kondisi cuaca masih tidak menentu dan keluarga korban saat ini masih kebingungan,” pungkasnya.

Editor : (Red)

Berita Terkait

Dari Konferensi Pers Batal hingga Peliputan Dibatasi, Ada Pola dalam Agenda Kapolda di Sumenep?
Diduga Dikerjakan Asal Jadi! Proyek Jalan APBD Rp374 Juta di Sumenep Disorot, Aspal Baru Sudah Mengelupas
Dipinjam Sejam, Hilang Berhari-hari! Honda Beat Diduga Digelapkan, Korban Mengadu ke Polisi, LP Belum Terbit
Pemkab Sumenep Gandeng Baznas, 66 Rumah Warga Tak Layak Huni Disulap Jadi Hunian Layak
LIMA TERDAKWA KORUPSI BSPS SUMENEP HADAPI TUNTUTAN JPU, PUBLIK TUNGGU LANGKAH KEJATI ATAS FAKTA PERSIDANGAN
Danrem 084/Bhaskara Jaya Tegaskan Sishankamrata Tetap Jadi Pilar Utama Pertahanan Negara di Sumenep
Respons Kegaduhan Lagu “Lalaki Langit”, Kemendagri Minta Klarifikasi Bupati Purwakarta
Wamendagri Ribka Haluk Sampaikan Duka Cita Mendalam dan Kecam Insiden Pembakaran Pesawat AMA

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:20 WIB

Dari Konferensi Pers Batal hingga Peliputan Dibatasi, Ada Pola dalam Agenda Kapolda di Sumenep?

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:10 WIB

Diduga Dikerjakan Asal Jadi! Proyek Jalan APBD Rp374 Juta di Sumenep Disorot, Aspal Baru Sudah Mengelupas

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:33 WIB

Dipinjam Sejam, Hilang Berhari-hari! Honda Beat Diduga Digelapkan, Korban Mengadu ke Polisi, LP Belum Terbit

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemkab Sumenep Gandeng Baznas, 66 Rumah Warga Tak Layak Huni Disulap Jadi Hunian Layak

Senin, 6 Juli 2026 - 14:37 WIB

LIMA TERDAKWA KORUPSI BSPS SUMENEP HADAPI TUNTUTAN JPU, PUBLIK TUNGGU LANGKAH KEJATI ATAS FAKTA PERSIDANGAN

Berita Terbaru

Opini

Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Selasa, 14 Jul 2026 - 14:39 WIB