PAMEKASAN, (TrendiKabar.com) — Kesuksesan bagi Ali Zainal Abidin bukan sekadar tentang seberapa besar keuntungan yang diperoleh. Ada sesuatu yang ingin ia kembalikan dari setiap usaha yang dibangunnya: manfaat untuk sesama.
Prinsip itulah yang kini ia bawa melalui Toko Emas Central 88 di Pamekasan dengan konsep Membeli Sama Dengan Berbagi (MBG).
Setiap transaksi di Central 88 diharapkan tidak berhenti pada pertukaran barang dan uang. Di dalamnya ada harapan agar sebagian manfaat dapat mengalir kepada anak yatim dan kaum dhuafa.
Direktur Toko Emas Central 88, Ali Zainal Abidin, mengatakan keuntungan bersih toko tersebut diagendakan untuk anak yatim dan dhuafa setelah hak serta kesejahteraan karyawan terpenuhi.
“100 persen hasil bersih di toko emas ini saya agendakan khusus untuk yatim dan dhuafa, setelah kesejahteraan seluruh karyawan di sini terpenuhi. Yang kami kejar dalam hal profit adalah kuantitasnya. Semakin banyak masyarakat membeli, semakin banyak bantuan untuk anak yatim dan dhuafa,” ungkap Bang Ali, Kamis (10/9/2026).
Pernah Berpenghasilan Rp1.000
Jalan Bang Ali menuju dunia usaha tidak lahir dari kemudahan.
Sejak kecil, ia telah terbiasa membantu usaha keluarganya. Ia pernah mengantarkan dagangan orang tuanya ke warung-warung sebelum berangkat sekolah, kemudian mengambil hasil penjualan pada sore hari.
Pada era 1990-an, ia bahkan pernah mencari penghasilan dengan menjadi pemungut bola tenis dengan upah sekitar Rp1.000.
Berbagai usaha kemudian ia jalani, mulai dari jamu herbal, sabun, busana muslim, konter ponsel hingga bengkel. Tidak semuanya berjalan sesuai harapan.
Kegagalan justru menjadi bagian dari perjalanan yang membawanya masuk ke bisnis konstruksi dan properti hingga berkembang ke berbagai lini usaha dengan nama Bani.
Kini, lebih dari 400 orang disebut telah bekerja di berbagai bidang usaha yang dikembangkannya.
“Sejak awal saya berniat bisa memberikan pekerjaan kepada masyarakat. Hingga bisa merekrut tenaga kerja cukup banyak di sejumlah bidang usaha,” tuturnya.
Dari Bisnis untuk Ribuan Anak Yatim
Semangat berbagi tersebut sebenarnya telah lama dijalankan Bang Ali melalui Bani Insan Peduli (BIP), Basrah dan Mustaid.
Bantuan untuk anak yatim, dhuafa, warga kurang mampu, santunan, sembako hingga berbagai kegiatan sosial menjadi bagian dari perjalanan kepeduliannya.
Melalui Central 88, semangat tersebut kini coba dibuat berkelanjutan melalui aktivitas bisnis.
“Kalau kita kejar akhiratnya, otomatis dunianya ikut. Tapi kalau kita kejar dunia, belum tentu akhiratnya ikut,” kata Bang Ali.
Dalam enam hari sejak masa pelatihan pada 5 September 2026 hingga pembukaan resmi, bantuan disebut telah dialokasikan untuk 2.000 anak yatim.
Target berikutnya bahkan lebih besar. Bang Ali menargetkan sedikitnya 5.000 anak yatim mendapatkan manfaat pada bulan berikutnya, dengan sasaran kawasan Madura Raya serta sejumlah panti asuhan di Madura, Malang dan Yogyakarta.
“Hasil penjualan bulan ini akan disalurkan nanti tanggal 7 bulan depan untuk 5.000 anak yatim. Terus bulan-bulan berikutnya akan berlanjut tanpa henti,” katanya.
Bagi Bang Ali, semakin banyak masyarakat bertransaksi di Central 88, semakin besar pula manfaat yang dapat disalurkan.
Karena itu, ia memandang Central 88 bukan sekadar tempat usaha.
“Toko emas ini milik kita semuanya, kita sama-sama jaga karena di sini asetnya anak yatim dan dhuafa,” ujarnya.
Tahun Depan, Dua Toko dengan Dua Jalan Kebaikan
Semangat tersebut tidak berhenti di Central 88.
Tahun depan, Bang Ali berencana membuka toko emas kedua tepat di seberang jalan Central 88. Toko baru tersebut diproyeksikan memiliki skala dan konsep yang tidak kalah dari Central 88.
Namun, keduanya akan memiliki sasaran sosial yang berbeda.
Central 88 akan difokuskan untuk anak yatim dan kaum dhuafa. Sementara toko emas kedua akan diarahkan untuk mendukung kebutuhan dan operasional pondok pesantren.
Dengan demikian, dua toko tersebut nantinya diharapkan menjadi dua jalan kebaikan yang berjalan berdampingan: satu untuk yatim dan dhuafa, satu lagi untuk pesantren.
Semangat berbagi juga diwujudkan melalui Jumat Berkah. Setiap Jumat, Central 88 beroperasi mulai pukul 14.00 hingga 20.00 WIB. Pedagang kaki lima, pengemudi becak, pemulung dan petugas kebersihan di sekitar lokasi turut menjadi bagian dari kepedulian.
Bagi Bang Ali, bisnis bukanlah garis akhir. Usaha adalah jalan untuk membuka lapangan pekerjaan, sementara kebermanfaatan menjadi tujuan yang ingin terus diperluas.
Sebab pada akhirnya, yang paling berharga dari sebuah usaha bukan hanya emas yang berpindah tangan, melainkan kebaikan yang ikut mengalir dari satu transaksi, menjadi senyum bagi mereka yang membutuhkan.
Editor : (Red)

























