Sistem PPDB 2025 Berubah, SMAN 1 Sumenep Imbau Kejujuran dalam Input Nilai Rapor

- Publisher

Kamis, 24 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala SMAN 1 Sumenep, Drs. Rafiudin, M.Pd, bersama para kepala SMP dan perwakilan desa se-Kabupaten Sumenep saat kegiatan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025–2026 di Said Abdullah Hall, Kamis (24/4/2025).

Foto: Kepala SMAN 1 Sumenep, Drs. Rafiudin, M.Pd, bersama para kepala SMP dan perwakilan desa se-Kabupaten Sumenep saat kegiatan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025–2026 di Said Abdullah Hall, Kamis (24/4/2025).

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – SMAN 1 Sumenep menggelar sosialisasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2025–2026, di kampusnya yang berlokasi di Jl. Payudan Timur No.1, Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Kamis (24/4/2025).

Kepala SMAN 1 Sumenep, Drs. Rafiudin, M.Pd, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah perubahan penting dalam sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. Salah satu perubahan signifikan adalah peralihan dari sistem zonasi ke sistem domisili, yang kini memiliki porsi 35 persen dalam proses seleksi.

“Kalau sebelumnya zonasi sebesar 50 persen, sekarang diganti sistem domisili dengan proporsi yang lebih kecil, yaitu 35 persen,” jelas Rafiudin saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Rafiudin juga menekankan bahwa nilai rapor kini menjadi faktor utama dalam seleksi PPDB. Ia mengimbau seluruh siswa SMP dan pihak sekolah untuk tidak bermain-main dalam pengisian nilai.

“Nilai rapor menjadi penentu utama. Semua sudah berbasis E-Rapor, jadi jangan coba-coba memanipulasi. Kami punya sistem yang dapat mendeteksi kecurangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika ada calon peserta didik dengan nilai rapor yang sama, maka sistem seleksi akan mempertimbangkan jarak domisili, usia, dan waktu pendaftaran.

“Jika nilai sama, akan dilihat dari jarak rumah ke sekolah. Kalau masih sama, dilihat usia. Terakhir, siapa yang lebih dulu mendaftar,” terang Rafiudin.

Mengenai tahapan awal pendaftaran, Rafiudin menjelaskan bahwa pengambilan PIN tidak harus dilakukan di SMAN 1 Sumenep.

“PIN bisa diambil di sekolah mana saja, termasuk SMK. Nantinya petunjuk teknis akan kami distribusikan ke seluruh kepala desa dan kepala sekolah SMP untuk dipahami bersama,” pungkasnya.

Penulis : Mat Halil/Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Pasi Intel Kodim 0827/Sumenep Akui Pelanggaran Lalu Lintas, Minta Maaf dan Janji Perketat Disiplin
Malam Penuh Berkah, Pengajian Dzikro Maulidurrasul dan Haul Masyaikh Digelar Khidmat di Masjid Jamik Baiturrahman
Taman Potre Koneng Makin Bergeliat di Malam Hari, Pengunjung Ramai DLH Siapkan Penerangan Tambahan
Berseragam Dinas, Pasi Intel Kodim Sumenep Diduga Abaikan Helm dan Lampu Merah, Bagaimana Pengawasan Disiplin?
Mawardi, Pemuda Asal Gili Iyang Sumenep Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude
Mahasiswa Desak DPRD Sumenep Siapkan Regulasi Pencegahan dan Penanganan LGBT
Bukan Sekadar Ngopi, Polsek Bluto dan Wartawan Bicara Kamtibmas hingga Maraknya Pencurian
BESOK DPRD SUMENEP DIDATANGI SPEAR OF JUSTICE, ISU LGBTQ DALAM PERPRES 111/2025 JADI SOROTAN

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:56 WIB

Pasi Intel Kodim 0827/Sumenep Akui Pelanggaran Lalu Lintas, Minta Maaf dan Janji Perketat Disiplin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Malam Penuh Berkah, Pengajian Dzikro Maulidurrasul dan Haul Masyaikh Digelar Khidmat di Masjid Jamik Baiturrahman

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:46 WIB

Taman Potre Koneng Makin Bergeliat di Malam Hari, Pengunjung Ramai DLH Siapkan Penerangan Tambahan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Berseragam Dinas, Pasi Intel Kodim Sumenep Diduga Abaikan Helm dan Lampu Merah, Bagaimana Pengawasan Disiplin?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Mahasiswa Desak DPRD Sumenep Siapkan Regulasi Pencegahan dan Penanganan LGBT

Berita Terbaru

Opini

Merdeka di Tiang Bendera

Senin, 17 Agu 2026 - 07:23 WIB