SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Kelangkaan gas Elpiji 3 kilogram (kg) terus menghantui masyarakat Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep. Sejak Senin, 1 Juni 2025, warga semakin kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut. Kondisi ini berdampak langsung terhadap aktivitas rumah tangga dan perekonomian masyarakat.
Pantauan TrendiKabar.com di lapangan menunjukkan harga Elpiji melon itu melambung tinggi, mencapai Rp25.000 per tabung di tingkat pengecer. Lonjakan harga ini jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah dan sangat memberatkan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Saya sudah keliling ke beberapa tempat untuk cari gas, tapi sangat sulit. Kalaupun ada, harganya sampai Rp25 ribu per tabung,” ujar Sarif, warga Desa Essang Pesisir, Selasa (3/6/2025).
Sarif, yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan, mengaku kelangkaan ini menyulitkan kebutuhan dapur rumah tangganya. Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan konkret.
“Masyarakat butuh solusi cepat. Jangan sampai kami terus-menerus kesulitan hanya untuk bisa memasak di rumah,” imbuhnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait. Saat dikonfirmasi, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, belum memberikan respon melalui pesan WhatsApp.
Warga Talango berharap Pemkab Sumenep bersama instansi terkait, termasuk Pertamina dan Disperindag, segera menormalkan kembali distribusi Elpiji 3 kg agar kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan layak.
Editor : (Red)



























