SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Haru menyelimuti Dusun Nyamlong Ondung, Desa Kalikatak, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean. Setelah lebih dari setahun tinggal di rumah yang nyaris roboh, Rahmatul seorang ibu tunggal akhirnya bisa kembali menempati rumah layak huni berkat bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep.
Selama ini, Rahmatul hidup bersama anak dan orang tuanya di rumah peninggalan almarhum suaminya yang ambruk akibat lapuk dimakan usia. Karena keterbatasan ekonomi, keluarga kecil itu terpaksa tidur di emperan rumah tanpa perlindungan yang memadai.
“Rumah saya ambruk sejak setahun lalu karena sudah tua. Kami tidak punya biaya untuk memperbaikinya. Terima kasih Pak, sudah dibantu. Kami tidak punya apa-apa selain rasa syukur,” tutur Rahmatul dengan mata berkaca-kaca, Rabu (5/11/2025).
Ketua Baznas Kabupaten Sumenep, Ahmad Rahman, bersama Kepala Desa Kalikatak, Sakrani, turun langsung ke lokasi untuk menyerahkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tersebut. Menurutnya, bantuan ini bersumber dari dana infak dan sedekah masyarakat Sumenep yang dikelola secara transparan oleh Baznas.
“Alhamdulillah, Baznas Sumenep dapat mewujudkan mimpi Ibu Rahmatul untuk kembali memiliki rumah layak huni. Bantuan ini merupakan amanah dari masyarakat yang kami salurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujar Ahmad Rahman.
Program RTLH Baznas Sumenep di wilayah kepulauan ini juga melibatkan kolaborasi antara Baznas, Pemerintah Desa Kalikatak, dan Pemerintah Kecamatan Arjasa. Melalui kerja sama tersebut, semangat gotong royong dan kepedulian sosial diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat.
“Kerja sama ini membuktikan bahwa dengan empati dan sinergi, kita bisa membantu sesama, terutama bagi warga di kepulauan yang kerap menghadapi keterbatasan akses,” tambahnya.
Bantuan RTLH menjadi salah satu program unggulan Baznas Sumenep dalam upaya pengentasan kemiskinan berbasis dana zakat, infak, dan sedekah. Tahun ini, program tersebut diprioritaskan untuk warga berpenghasilan rendah, terutama di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau.
Editor : (Red)



























