Audit Dana CSR dan PI PT KEI Harus Dilakukan: Ketimpangan Sosial di Kangean Tidak Lagi Bisa Ditutup-tutupi

- Publisher

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dr. Ir. Suyono Thamrin, Drs., S.T., M.Eng.Sc., M.Tr.Opsla., CPHCM., IPU., ASEAN Eng., CIPA., CIQnR., CIQaR., CIMMR., Industrial Eng., Laksda TNI (Purn) — Dosen Prodi Ketahanan Energi, FMP Unhan RI (kiri), dan Dafa Irwanto S. (kanan).

Foto: Dr. Ir. Suyono Thamrin, Drs., S.T., M.Eng.Sc., M.Tr.Opsla., CPHCM., IPU., ASEAN Eng., CIPA., CIQnR., CIQaR., CIMMR., Industrial Eng., Laksda TNI (Purn) — Dosen Prodi Ketahanan Energi, FMP Unhan RI (kiri), dan Dafa Irwanto S. (kanan).

Oleh: Dafa Irwanto S, Pimpinan Redaksi TrendiKabar.com

(TrendiKabar.com) — Kehadiran Tim Kementerian Pertahanan RI Universitas Pertahanan (Unhan) RI dalam Forum Group Discussion (FGD) bersama HNSI Sumenep pada Jumat (28/11/2025) menjadi momentum penting bagi warga Kepulauan Kangean untuk menyampaikan persoalan yang sudah lama mereka pendam. Dari forum inilah kembali terlihat bahwa problem utama yang tak pernah selesai bukan hanya soal ruang tangkap nelayan atau konflik sosial di lapangan, melainkan juga soal ke mana sebenarnya dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan Participating Interest (PI) dari PT Kangean Energy Indonesia (KEI) itu dialirkan selama ini.

Sebagai peserta FGD, saya melihat isu ini harus disorot secara tegas dan terbuka. Ketimpangan sosial yang terjadi hari ini bukan muncul begitu saja; ada faktor struktural yang perlu dibongkar secara serius.

1. CSR yang “mengalir entah ke mana”

CSR seharusnya menjadi instrumen tanggung jawab perusahaan kepada lingkungan sosial di sekitar operasi. Namun realitas di Kangean berkata sebaliknya:

Banyak desa masih kekurangan infrastruktur dasar.

Nelayan tetap kesulitan karena ruang tangkap terganggu.

Pemberdayaan ekonomi masyarakat tidak terasa progresnya.

Dampak sosial-lingkungan belum ditangani secara memadai.

Dengan kondisi seperti itu, wajar bila publik menanyakan:

Apakah selama ini CSR PT KEI benar-benar menyentuh masyarakat Kepulauan Kangean? Atau hanya selesai sebagai laporan administratif tanpa dampak nyata?

Ketiadaan laporan publik yang transparan menambah kecurigaan bahwa penggunaan dana CSR tidak sesuai orientasi awalnya.

2. Dana PI: Hak Daerah yang Tidak Tampak Dampaknya

Participating Interest (PI) adalah hak daerah penghasil migas. Secara prinsip, dana ini seharusnya menjadi pendorong pembangunan di wilayah terdampak operasi PT KEI.

Namun pertanyaan yang terus muncul:

Mengapa realitas sosial-ekonomi Kangean tetap tertinggal meski Sumenep menerima PI?

Jika PI benar-benar dialokasikan sebagaimana mandat kebijakan, seharusnya ada:

perbaikan fasilitas umum,

akses layanan kesehatan yang memadai,

program pemberdayaan ekonomi yang terasa hasilnya,

serta peningkatan sarana nelayan dan kawasan pesisir.

Fakta di lapangan masih jauh dari itu semua. Karena itu, audit komprehensif terhadap pengelolaan PI menjadi sangat mendesak.

3. Ketimpangan Sosial di Kangean Bukan Lagi Isu Abstrak

Kangean adalah kawasan dengan peran strategis bagi energi nasional, namun ironisnya tetap menjadi wilayah dengan tingkat ketertinggalan cukup besar.

Ini bukan sekadar asumsi ketimpangan itu nyata:

ketertinggalan pelayanan publik,

minimnya pemeliharaan fasilitas umum,

pelabuhan dan sarana nelayan yang tidak terstandar,

tekanan terhadap ruang hidup akibat aktivitas perusahaan.

Di tengah kenyataan ini, publik berhak menuntut transparansi penggunaan dana CSR dan PI. Ketimpangan sosial tidak akan pernah berkurang bila dua instrumen penting ini tidak dikelola secara benar dan akuntabel.

4. Usulan Tegas: Audit Independen dan Publikasi Terbuka

Melihat kondisi yang terus berulang, FGD kemarin harus menjadi titik balik. Ada beberapa langkah konkret yang semestinya direkomendasikan:

1. Audit menyeluruh dana CSR PT KEI oleh lembaga independen.

2. Audit PI yang melibatkan peran pengawasan publik, akademisi, dan lembaga daerah.

3. Publikasi terbuka dan berkala terkait realisasi CSR dan PI.

4. Reorientasi program CSR KEI berbasis kebutuhan riil masyarakat Kangean.

5. Penataan ulang pemetaan wilayah terdampak untuk memastikan keadilan distribusi manfaat.

Jika PT KEI mendapatkan manfaat besar dari hasil bumi Kangean, maka masyarakat di wilayah itu berhak mengetahui dan merasakan timbal balik yang adil.

Kepulauan Kangean telah terlalu lama berada dalam paradoks: penghasil energi nasional tetapi hidup dalam ketertinggalan. Inilah saatnya negara hadir secara serius. Tim Kementerian Pertahanan RI Universitas Pertahanan (Unhan) RI telah turun dan mendengar langsung kegelisahan masyarakat; kini dibutuhkan langkah lanjutan yang nyata.

Audit CSR dan PI bukan sekadar tuntutan emosional ini adalah prasyarat untuk mengembalikan kepercayaan publik dan menghentikan ketimpangan sosial yang makin melebar.

Kangean tidak butuh janji lagi.

Kangean butuh transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan yang nyata kepada masyarakatnya.

 

 

 

 

 

Editor : (Red)

Berita Terkait

Pasi Intel Kodim 0827/Sumenep Akui Pelanggaran Lalu Lintas, Minta Maaf dan Janji Perketat Disiplin
Malam Penuh Berkah, Pengajian Dzikro Maulidurrasul dan Haul Masyaikh Digelar Khidmat di Masjid Jamik Baiturrahman
Taman Potre Koneng Makin Bergeliat di Malam Hari, Pengunjung Ramai DLH Siapkan Penerangan Tambahan
Berseragam Dinas, Pasi Intel Kodim Sumenep Diduga Abaikan Helm dan Lampu Merah, Bagaimana Pengawasan Disiplin?
Mahasiswa Desak DPRD Sumenep Siapkan Regulasi Pencegahan dan Penanganan LGBT
Bukan Sekadar Ngopi, Polsek Bluto dan Wartawan Bicara Kamtibmas hingga Maraknya Pencurian
BESOK DPRD SUMENEP DIDATANGI SPEAR OF JUSTICE, ISU LGBTQ DALAM PERPRES 111/2025 JADI SOROTAN
Masuk Lewat Jendela Dini Hari, Dua Orang Diamankan Warga Berujung Damai di Polsek Talango

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:56 WIB

Pasi Intel Kodim 0827/Sumenep Akui Pelanggaran Lalu Lintas, Minta Maaf dan Janji Perketat Disiplin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Malam Penuh Berkah, Pengajian Dzikro Maulidurrasul dan Haul Masyaikh Digelar Khidmat di Masjid Jamik Baiturrahman

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:46 WIB

Taman Potre Koneng Makin Bergeliat di Malam Hari, Pengunjung Ramai DLH Siapkan Penerangan Tambahan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Berseragam Dinas, Pasi Intel Kodim Sumenep Diduga Abaikan Helm dan Lampu Merah, Bagaimana Pengawasan Disiplin?

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:38 WIB

Bukan Sekadar Ngopi, Polsek Bluto dan Wartawan Bicara Kamtibmas hingga Maraknya Pencurian

Berita Terbaru