Harga Tiket Bola Voli “Naik Diam-diam” di Piala Bupati Sumenep 2026, Ujian Transparansi Panitia di Ruang Publik

- Publisher

Minggu, 3 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kolase tiga foto yang digabung menjadi satu, memperlihatkan tiket bertarif Rp15.000 dan papan harga masuk di lokasi sebesar Rp20.000.

Foto: Kolase tiga foto yang digabung menjadi satu, memperlihatkan tiket bertarif Rp15.000 dan papan harga masuk di lokasi sebesar Rp20.000.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Turnamen bola voli Piala Bupati Club Sumenep 2026 yang digelar di Lapangan RJ Impack, Desa Kasengan, Kecamatan Manding, mendadak diselimuti polemik. Bukan soal pertandingan, melainkan soal kepercayaan publik yang mulai dipertanyakan.

Sejumlah penonton menyoroti adanya selisih harga tiket antara yang diumumkan sebelumnya dengan yang diberlakukan di lokasi. Harga resmi yang beredar luas tercantum Rp15.000, namun di lapangan penonton justru diminta membayar Rp20.000 per lembar tanpa penjelasan resmi.

Salah satu penonton berinisial OB mengaku merasa dirugikan.

“Kami datang dengan informasi Rp15 ribu. Tapi di lokasi langsung jadi Rp20 ribu. Tidak ada penjelasan, tidak ada pemberitahuan. Ini bukan soal lima ribu, tapi soal kejelasan,” ujarnya, Minggu malam (3/5/2026).

Persoalan ini tidak berhenti pada nominal. Selisih harga yang terjadi secara sepihak memunculkan pertanyaan mendasar: di mana transparansi panitia dalam mengelola kegiatan yang membawa nama Piala Bupati?

Dalam kegiatan publik, terlebih yang menggunakan simbol pemerintah daerah, setiap kebijakan termasuk perubahan harga seharusnya disampaikan secara terbuka. Tanpa itu, ruang abu-abu akan selalu melahirkan kecurigaan.

Penonton pun mulai mempertanyakan alur dana dari selisih Rp5.000 tersebut. Apakah masuk dalam kas resmi, digunakan untuk kebutuhan tambahan, atau tidak tercatat secara jelas?

“Kalau memang ada kebutuhan tambahan, sampaikan saja. Jangan diam-diam seperti ini. Ini acara besar, bukan kegiatan kecil,” tegas OB.

Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia pelaksana belum memberikan klarifikasi resmi karena awak media belum memperoleh akses untuk mengonfirmasi hal tersebut. Kondisi ini berpotensi memperlebar persepsi negatif di tengah publik.

Di tengah tingginya antusiasme masyarakat terhadap pertandingan dan partisipasi klub-klub unggulan, polemik tiket ini menjadi catatan serius.

Sebab dalam setiap kegiatan publik, kepercayaan adalah modal utama dan transparansi adalah cara menjaganya.

Jika hal sederhana seperti tiket saja menimbulkan pertanyaan, maka wajar jika publik mulai bertanya lebih jauh.

Penulis : Mat Halil

Editor : (Red)

Berita Terkait

Dugaan Tebang Pohon Tanpa Izin, Warga Somasi PLN Sumenep untuk Kedua Kalinya, PLN Angkat Bicara
Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi
Skandal BSPS Sumenep Rp109,8 Miliar, Sidang “Sunyi” Picu Tanda Tanya, LSM KAB Resmi Surati Kejagung RI
Dugaan Korupsi Rp2,3 Miliar di Kebundadap Timur Disentuh Inspektorat, Ujian Serius Pengawasan Daerah
MBG Sumenep Kembali Disorot, Makanan Diduga Berbau dan SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya Berulang Kali Dikeluhkan
Jelang Panen Semangka di Lombang, Petani dan Pengulak Harap Harga Menguat
Naik Penyidikan, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Perangkat Desa Poja Seret Kades
Antusias Warga Membludak, Isbat Nikah Keliling di Nyabakan Timur Permudah Akses Buku Nikah

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 13:04 WIB

Dugaan Tebang Pohon Tanpa Izin, Warga Somasi PLN Sumenep untuk Kedua Kalinya, PLN Angkat Bicara

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:02 WIB

Harga Tiket Bola Voli “Naik Diam-diam” di Piala Bupati Sumenep 2026, Ujian Transparansi Panitia di Ruang Publik

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:53 WIB

Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi

Rabu, 29 April 2026 - 20:40 WIB

Dugaan Korupsi Rp2,3 Miliar di Kebundadap Timur Disentuh Inspektorat, Ujian Serius Pengawasan Daerah

Rabu, 29 April 2026 - 20:16 WIB

MBG Sumenep Kembali Disorot, Makanan Diduga Berbau dan SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya Berulang Kali Dikeluhkan

Berita Terbaru

Opini

Panggung yang Tidak Pernah Sepi

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:36 WIB

Opini

LSM: Lapar Siang Malam

Minggu, 3 Mei 2026 - 01:52 WIB

Opini

Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:53 WIB