SUMENEP, (TrendiKabar.com) — Persatuan Pemuda Independen (PPI) kembali menggelar aksi di depan Kantor DPRD Kabupaten Sumenep, Jumat (4/9/2026). Aksi tersebut menjadi hari terakhir Camping Demokrasi. Namun, PPI memastikan perjuangan akan diperpanjang sampai Ketua DPRD dan Badan Kehormatan (BK) bersedia duduk bersama serta memberikan kepastian terkait persoalan Nia Kurnia Fauzi.
Korlap I PPI, Asroful Maghfur, menilai Ketua DPRD dan BK terkesan menghindari massa aksi. Menurutnya, sikap tersebut justru memperkuat pertanyaan publik mengenai pernyataan BK yang sebelumnya menyebut Nia Kurnia Fauzi tidak melakukan pelanggaran.
“Kalau memang Ibu Nia tidak melanggar, jangan menghindar. Temui kami dan tunjukkan hasil rapatnya. Kami sudah memberikan data sejak audiensi awal hingga aksi jilid III. Kalau keputusan itu benar, apa yang sulit untuk dibuka?” tegas Asroful.
Sementara itu, anggota PPI, Hidayatur Robby, mengatakan masyarakat Sumenep berhak mengetahui dasar keputusan BK. Ia mempertanyakan mengapa DPRD dan BK belum menunjukkan bukti atas pernyataan bahwa Nia Kurnia Fauzi tidak melanggar.
“Kami ini rakyat Sumenep. Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya meminta bukti dari pernyataan bahwa Ibu Nia tidak bersalah. Kalau Ketua DPRD dan BK terus menghindar dan tidak mau membuka data, wajar kalau publik mempertanyakan keputusan tersebut,” ujar Hidayatur.
Hidayatur menambahkan, PPI akan terus mengawal persoalan tersebut sampai ada keterbukaan. Ia juga meminta Ketua BK bertanggung jawab atas pernyataan yang telah disampaikan kepada publik.
“Kalau benar sudah diputuskan bahwa Nia Kurnia Fauzi tidak melanggar, tunjukkan hasil rapatnya. Jangan hanya menyampaikan pernyataan tanpa bukti. Kami akan terus berdiri di depan DPRD sampai ada kepastian,” pungkasnya.
Surat pemberitahuan aksi jilid IV disebut telah masuk ke Polresta Sumenep. PPI menegaskan aksi akan terus berlanjut hingga Ketua DPRD dan BK bersedia duduk bersama, membuka dasar keputusan, serta memberikan kepastian secara terbuka kepada masyarakat.
Penulis : Mat Halil
Editor : (Red)

























