Ketua DPRD dan BK Dinilai Menghindar, PPI Perpanjang Aksi hingga Ada Kepastian

- Publisher

Jumat, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Suasana aksi PPI di depan Gedung DPRD Kabupaten Sumenep.

Foto: Suasana aksi PPI di depan Gedung DPRD Kabupaten Sumenep.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) — Persatuan Pemuda Independen (PPI) kembali menggelar aksi di depan Kantor DPRD Kabupaten Sumenep, Jumat (4/9/2026). Aksi tersebut menjadi hari terakhir Camping Demokrasi. Namun, PPI memastikan perjuangan akan diperpanjang sampai Ketua DPRD dan Badan Kehormatan (BK) bersedia duduk bersama serta memberikan kepastian terkait persoalan Nia Kurnia Fauzi.

Korlap I PPI, Asroful Maghfur, menilai Ketua DPRD dan BK terkesan menghindari massa aksi. Menurutnya, sikap tersebut justru memperkuat pertanyaan publik mengenai pernyataan BK yang sebelumnya menyebut Nia Kurnia Fauzi tidak melakukan pelanggaran.

“Kalau memang Ibu Nia tidak melanggar, jangan menghindar. Temui kami dan tunjukkan hasil rapatnya. Kami sudah memberikan data sejak audiensi awal hingga aksi jilid III. Kalau keputusan itu benar, apa yang sulit untuk dibuka?” tegas Asroful.

Sementara itu, anggota PPI, Hidayatur Robby, mengatakan masyarakat Sumenep berhak mengetahui dasar keputusan BK. Ia mempertanyakan mengapa DPRD dan BK belum menunjukkan bukti atas pernyataan bahwa Nia Kurnia Fauzi tidak melanggar.

“Kami ini rakyat Sumenep. Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya meminta bukti dari pernyataan bahwa Ibu Nia tidak bersalah. Kalau Ketua DPRD dan BK terus menghindar dan tidak mau membuka data, wajar kalau publik mempertanyakan keputusan tersebut,” ujar Hidayatur.

Hidayatur menambahkan, PPI akan terus mengawal persoalan tersebut sampai ada keterbukaan. Ia juga meminta Ketua BK bertanggung jawab atas pernyataan yang telah disampaikan kepada publik.

“Kalau benar sudah diputuskan bahwa Nia Kurnia Fauzi tidak melanggar, tunjukkan hasil rapatnya. Jangan hanya menyampaikan pernyataan tanpa bukti. Kami akan terus berdiri di depan DPRD sampai ada kepastian,” pungkasnya.

Surat pemberitahuan aksi jilid IV disebut telah masuk ke Polresta Sumenep. PPI menegaskan aksi akan terus berlanjut hingga Ketua DPRD dan BK bersedia duduk bersama, membuka dasar keputusan, serta memberikan kepastian secara terbuka kepada masyarakat.

 

Penulis : Mat Halil

Editor : (Red)

Berita Terkait

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Masih Misterius
Berbulan-bulan Disorot, Didemo PPD, Polresta Sumenep Tetapkan Asmawi Tersangka Kasus Siwalan
Harlah ke-97, LP Ma’arif NU Sumenep Tekankan Pembenahan Tata Kelola dan Sekolah Aman
Terima Video TikTok Warga, Tim Turjawali 12.0 Trunojoyo Tindak Dua Mobil Diduga Balap Liar
Usai Berbagi Jum’at Berkah, Bang Ali Ziarah ke Makam Ibunda Ainun Bani dan Abi Umar Syabibi
LHA Sempat Dikembalikan, Hampir 9 Bulan Kasus DD Poja-Kedatim di Kejari Sumenep Belum Jelas, Penanganan Dipertanyakan
Penantian Panjang Berbuah Lega, Warga Pasongsongan Akhirnya Kantongi Sertifikat Tanah
Tagihan Air Melonjak Rp700 Ribu, Dasar Akumulasi Perumda Sumekar Dipertanyakan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 01:42 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Masih Misterius

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:27 WIB

Berbulan-bulan Disorot, Didemo PPD, Polresta Sumenep Tetapkan Asmawi Tersangka Kasus Siwalan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Harlah ke-97, LP Ma’arif NU Sumenep Tekankan Pembenahan Tata Kelola dan Sekolah Aman

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Terima Video TikTok Warga, Tim Turjawali 12.0 Trunojoyo Tindak Dua Mobil Diduga Balap Liar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:29 WIB

LHA Sempat Dikembalikan, Hampir 9 Bulan Kasus DD Poja-Kedatim di Kejari Sumenep Belum Jelas, Penanganan Dipertanyakan

Berita Terbaru

Pendidikan

IMI Soroti Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Kampus

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:07 WIB

Hukum & Kriminal

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Masih Misterius

Senin, 5 Okt 2026 - 01:42 WIB