SUMENEP, (TrendiKabar.com) — Suasana religius menyelimuti Lapangan Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, pada Jumat malam, 4 September 2026. Ratusan hingga ribuan jamaah larut dalam pengajian dan pembacaan Sholawat Nariyah yang digelar bersama komunitas Ittisholana.
Lantunan sholawat dan doa menggema di tengah suasana malam, menciptakan nuansa penuh kekhusyukan. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus memanjatkan doa demi keberkahan, kemudahan dalam segala urusan, serta keselamatan bagi masyarakat.
Pengajian dan pembacaan Sholawat Nariyah ini juga menjadi bagian dari tradisi religius yang masih kuat di tengah masyarakat Kecamatan Batang-Batang dan sekitarnya. Berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, majelis taklim, peringatan Maulid Nabi, haul, hingga shalawatan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Sholawat Nariyah, yang juga dikenal sebagai Sholawat Tafrijiyah, merupakan salah satu sholawat yang populer dan banyak diamalkan oleh umat Islam di Indonesia. Dalam tradisi masyarakat, pembacaan sholawat menjadi salah satu bentuk doa dan ikhtiar untuk memohon pertolongan, kemudahan, keberkahan, serta kelancaran dalam menjalani kehidupan.
Kegiatan yang diwadahi komunitas Ittisholana tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk melantunkan sholawat secara bersama-sama, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan silaturahmi antarwarga.
Dengan berkumpul di ruang terbuka, masyarakat dari berbagai kalangan dapat mengikuti kegiatan keagamaan dalam suasana sederhana dan penuh kebersamaan.
Bagi masyarakat Batang-Batang, kebersamaan semacam ini memiliki arti penting. Terlebih, warga di Desa Batang-Batang Daya dan desa-desa sekitarnya memiliki berbagai pengalaman bersama dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari persoalan sosial, pembangunan, hingga menghadapi berbagai tantangan yang terjadi di lingkungan masyarakat.
Pengajian Sholawat Nariyah Ittisholana pada akhirnya bukan sekadar kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar batin masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Melalui lantunan sholawat dan doa yang dipanjatkan bersama, masyarakat berharap diberikan kemudahan dalam segala urusan, kelancaran rezeki, serta dijauhkan dari berbagai musibah dan marabahaya.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat semakin mempererat kerukunan antarwarga serta membawa keberkahan bagi masyarakat Kecamatan Batang-Batang dan Kabupaten Sumenep secara umum.
Semangat berkumpul, bersholawat, dan berdoa bersama menjadi gambaran bahwa tradisi keagamaan masih memiliki tempat yang kuat dalam kehidupan masyarakat Madura, khususnya di wilayah Batang-Batang, Sumenep.
Penulis : Harnawi
Editor : (Red)

























