Ketua Banggar DPR RI Beri Bantuan kepada Guru Korban Kekerasan di Kangean

- Publisher

Rabu, 29 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah didampingi istrinya, Khalidah Ayu Winarti (Merah) dan anggota DPRD Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan, Abrari (Kopyah putih).

Foto : Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah didampingi istrinya, Khalidah Ayu Winarti (Merah) dan anggota DPRD Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan, Abrari (Kopyah putih).

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah, menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan bantuan kepada Nuruddin (50), seorang guru SMA di Desa Pajanangger, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep. Nuruddin menjadi korban pengancaman dan perusakan sepeda motor oleh seorang pemuda berinisial AQ (19).

Bantuan berupa satu unit sepeda motor dan uang tunai Rp15 juta diserahkan langsung oleh Said Abdullah didampingi istrinya, Khalidah Ayu Winarti, dan anggota DPRD Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan, Abrari, di Sumenep pada Selasa (28/1/2025).

Dalam kesempatan itu, Said menyatakan keprihatinannya atas insiden yang menimpa Nuruddin, yang telah mengabdikan diri selama hampir 30 tahun sebagai guru honorer.

“Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Seorang guru seharusnya mendapatkan penghormatan dan perlakuan yang layak. Profesi guru adalah pekerjaan mulia yang berjasa besar bagi kemajuan bangsa. Apa yang kita capai hari ini tidak lepas dari peran guru,” ujarnya.

Said juga berharap kejadian serupa tidak terulang lagi, terutama di wilayah Madura. “Ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. Kekerasan terhadap guru atau siapa pun tidak boleh terjadi lagi,” tambahnya.

Guru Haru Terima Bantuan

Dengan mata berkaca-kaca, Nuruddin mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Terima kasih kepada Bapak MH Said Abdullah dan Ibu atas perhatian dan bantuannya. Ini sangat berarti bagi saya,” ungkapnya.

Nuruddin menegaskan kejadian yang dialaminya tidak akan mengurangi semangatnya untuk terus mengabdi di dunia pendidikan. “Saya tetap berkomitmen melanjutkan tugas sebagai guru. Semoga kejadian seperti ini tidak menimpa guru-guru lain,” harapnya.

Kronologi Insiden

Sebelumnya, pada Senin (13/1/2025), Nuruddin mengalami peristiwa tragis ketika sepeda motornya dibakar oleh AQ, seorang pemuda yang mengancamnya dengan senjata tajam. Kejadian ini diduga dipicu oleh persoalan ketersinggungan.

Sepeda motor yang dibakar AQ sebenarnya adalah kendaraan pinjaman. Kehilangan motor tersebut sempat mengganggu aktivitas mengajar Nuruddin, yang selama ini hanya mengandalkan penghasilan kurang dari Rp1 juta per bulan sebagai guru honorer.

Kehidupan Nuruddin sendiri penuh keterbatasan. Ia tinggal di rumah kecil berukuran 3×3 meter berdinding anyaman bambu di Dusun Sabuah, Desa Pajanangger. Rumahnya kerap bocor saat hujan, tanpa fasilitas kamar mandi, sehingga ia harus menumpang mandi di masjid.

AQ Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Pelaku AQ telah diamankan pihak kepolisian. Ia dijerat Pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam tanpa izin, Pasal 406 ayat (1) KUHP terkait pengrusakan barang, dan Pasal 335 ayat (1) KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

“Tersangka terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara,” ujar Plt. Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan kehidupan Nuruddin dapat kembali stabil, dan insiden serupa tidak lagi terjadi di masa mendatang.

 

 

Penulis : Harnawi/Mat Halil

Editor : Dafa

Berita Terkait

Desa Poja dalam Pusaran Empat Persoalan, Krisis Tata Kelola Kian Terbuka
Badur Itu dari Kata Badrun, Artinya Bulan Purnama,” Pesan Mendalam Bang Ali di Peresmian Musolla AINUN BANI
Dafa Adi Wijaya Putra Bersinar di Madura Pop Talent 2026, Talenta Muda Sumenep yang Diyakini Siap Menuju D’Academy Indosiar
Dugaan Pungutan Berlebih Penyeberangan Kalianget–Talango Diusut, Sejumlah Operator Dipanggil Polisi
Modus Pinjam Sebentar Motor Raib, Mahasiswa Sumenep Laporkan Dugaan Penipuan Rp13 Juta ke Polisi
Satlantas Polres Sumenep Urai Kemacetan Antrean BBM di Sejumlah SPBU, Warga Diimbau Tertib
Khidmat dan Meriah, Wisuda Santri Ponpes AT-TA’AWUN Sumenep Jadi Momentum Cetak Generasi Berakhlak
Beradaptasi Dengan Kebutuhan Zaman, RSUD Moh. Anwar Dorong Transformasi Layanan Kesehatan

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:08 WIB

Desa Poja dalam Pusaran Empat Persoalan, Krisis Tata Kelola Kian Terbuka

Senin, 29 Juni 2026 - 18:11 WIB

Badur Itu dari Kata Badrun, Artinya Bulan Purnama,” Pesan Mendalam Bang Ali di Peresmian Musolla AINUN BANI

Minggu, 28 Juni 2026 - 02:02 WIB

Dafa Adi Wijaya Putra Bersinar di Madura Pop Talent 2026, Talenta Muda Sumenep yang Diyakini Siap Menuju D’Academy Indosiar

Jumat, 26 Juni 2026 - 02:11 WIB

Dugaan Pungutan Berlebih Penyeberangan Kalianget–Talango Diusut, Sejumlah Operator Dipanggil Polisi

Jumat, 26 Juni 2026 - 01:41 WIB

Modus Pinjam Sebentar Motor Raib, Mahasiswa Sumenep Laporkan Dugaan Penipuan Rp13 Juta ke Polisi

Berita Terbaru

Foto: Kepala Desa Poja, Yuli Rizkianto, kini menjadi sorotan atas sejumlah persoalan di pemerintahan desa.

Hukum & Pemerintahan

Desa Poja dalam Pusaran Empat Persoalan, Krisis Tata Kelola Kian Terbuka

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:08 WIB