Ketua Umum IMAKA Soroti Gagalnya Mudik Kangean di Pelabuhan Kalianget: Bukti Minimnya Keseriusan Pemerintah

- Publisher

Minggu, 1 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Umum IMAKA.

Foto: Ketua Umum IMAKA.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Gagalnya puluhan penumpang berangkat ke Pulau Kangean dari Pelabuhan Kalianget, Kamis (12/2/2026), menuai sorotan tajam dari Ketua Umum IMAKA, Faizal Fendy.

Faizal Fendy menilai, gagalnya keberangkatan tersebut bukan sekadar persoalan teknis keterbatasan armada, melainkan indikasi lemahnya perencanaan tahunan pemerintah daerah dalam mengantisipasi lonjakan penumpang saat musim mudik.

“Jika kejadian ini terus berulang setiap tahun, maka yang bermasalah bukan lagi situasi teknis, melainkan pola perencanaan pemerintah daerah. Artinya, tidak ada evaluasi serius dari tahun ke tahun,” tegasnya.

Menurut Faizal, masyarakat kepulauan, khususnya Kangean, sepenuhnya bergantung pada transportasi laut sebagai akses utama. Namun hingga kini, persoalan klasik minimnya armada saat periode padat penumpang belum juga terselesaikan.

Ia menyinggung kejadian serupa pada Januari 2026, ketika sejumlah penumpang tidak dapat diberangkatkan dengan alasan keselamatan karena kapasitas kapal melebihi batas. Meski alasan keselamatan penting, Faizal menilai pemerintah tidak boleh berhenti pada alasan normatif tanpa menghadirkan solusi konkret.

“Pemerintah seharusnya memiliki data proyeksi lonjakan penumpang setiap tahun. Kalau mudik selalu padat, mengapa tidak ada penambahan armada atau skema cadangan?” ujarnya.

IMAKA mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk menambah jumlah kapal penyeberangan rute Kalianget–Kangean, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Selain itu, Faizal Fendy meminta transparansi terkait jadwal, kapasitas angkut, serta rencana mitigasi apabila terjadi lonjakan penumpang atau kendala cuaca.

“Masyarakat kepulauan bukan warga kelas dua. Transportasi laut adalah kebutuhan dasar. Jika pemerintah tidak mampu menjamin akses ini secara layak dan terencana, maka wajar publik mempertanyakan komitmen pembangunan wilayah kepulauan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sumenep terkait insiden gagalnya keberangkatan puluhan penumpang tersebut.

Editor : (Red)

Berita Terkait

48 Motor Disita, Satlantas Sumenep Sikat Balap Liar di Jalur Bandara Trunojoyo
Satlantas Sumenep Tindak Tegas Dump Truck Tanpa Terpal, Warga Resah Debu Berterbangan
PMII Sumenep Desak Revisi Perda Tembakau, Soroti Lemahnya Perlindungan Petani
Audiensi Memanas PPD Soroti Dugaan Penebangan Sepihak oleh PLN Izin Tak Ditunjukkan Jawaban Berbelit
Janji Rilis Kokain 27,83 Kg “Menguap”, Jurnalis Sumenep Menunggu Tanpa Kepastian
Respons Cepat Pertamina dan Agen, Pasokan LPG di Sumenep Kembali Normal Pasca Ramadan
Menunggu Viral Baru Bergerak, Tiang Lampu Hantu Poja Akhirnya Menyala, Proses Hukum Tetap Berjalan
15 Tahun Jalan Raya Dungkek Rusak, Warga Terpaksa Swadaya: Akses Wisata Gili Iyang Ikut Terancam

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 23:00 WIB

48 Motor Disita, Satlantas Sumenep Sikat Balap Liar di Jalur Bandara Trunojoyo

Sabtu, 18 April 2026 - 10:38 WIB

PMII Sumenep Desak Revisi Perda Tembakau, Soroti Lemahnya Perlindungan Petani

Selasa, 14 April 2026 - 18:43 WIB

Audiensi Memanas PPD Soroti Dugaan Penebangan Sepihak oleh PLN Izin Tak Ditunjukkan Jawaban Berbelit

Selasa, 14 April 2026 - 15:32 WIB

Janji Rilis Kokain 27,83 Kg “Menguap”, Jurnalis Sumenep Menunggu Tanpa Kepastian

Selasa, 14 April 2026 - 14:24 WIB

Respons Cepat Pertamina dan Agen, Pasokan LPG di Sumenep Kembali Normal Pasca Ramadan

Berita Terbaru