Program MBG SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya Batang-Batang Disorot, Roti Nyaris Kedaluwarsa Dibagikan ke Siswa

- Publisher

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Label kemasan roti dalam Program Makan Bergizi (MBG) di Batang-Batang, Sumenep, yang menunjukkan tanggal kedaluwarsa 15 Maret 2026.

Foto: Label kemasan roti dalam Program Makan Bergizi (MBG) di Batang-Batang, Sumenep, yang menunjukkan tanggal kedaluwarsa 15 Maret 2026.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Program pemenuhan gizi bagi anak-anak di Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, kembali menuai sorotan masyarakat. Kali ini, polemik muncul setelah roti yang dibagikan kepada siswa diketahui nyaris memasuki masa kedaluwarsa.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, roti merek Pahlawan yang dibagikan pada Sabtu (14/03/2026) dalam paket Program Makan Bergizi (MBG) untuk konsumsi siswa selama periode Senin hingga Sabtu Rappelan, tercantum tanggal kedaluwarsa 15/03/2026 pada kemasannya.

Temuan tersebut langsung memicu kekhawatiran masyarakat. Pasalnya, makanan yang disalurkan melalui program pemenuhan gizi seharusnya dipastikan dalam kondisi segar dan aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak sekolah.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan dan disebut dengan inisial H mengaku sangat menyayangkan temuan tersebut. Ia menilai, ketelitian dalam memastikan kualitas makanan semestinya menjadi prioritas utama dalam program yang menyasar kesehatan anak-anak.

“Ini makanan untuk anak-anak sekolah. Harusnya benar-benar dipastikan masih layak dan aman dikonsumsi, bukan yang masa kedaluwarsanya tinggal hitungan hari,” ujar H kepada awak media.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terhadap mekanisme pengawasan dan kontrol kualitas makanan yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bhakti Bunda Berjaya Batang-Batang.

Sorotan masyarakat terhadap program ini juga bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) oleh lembaga yang sama sempat menuai kritik setelah ditemukan buah yang diduga tidak segar ikut dibagikan dalam paket makanan kepada siswa.

Rentetan temuan tersebut dinilai semakin memperkuat kekhawatiran masyarakat terhadap standar pengelolaan serta pengawasan kualitas makanan dalam program pemenuhan gizi bagi anak-anak di wilayah tersebut.

Sementara itu, Zainuddin, selaku Kepala SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya Batang-Batang, saat dikonfirmasi oleh awak media pada Sabtu (14/03/2026), belum memberikan tanggapan ataupun penjelasan terkait temuan tersebut.

Dalam pelaksanaannya, khusus selama bulan Ramadan, pembagian paket makanan kepada siswa dilakukan setiap tiga hari sekali. Namun sejumlah masyarakat menilai menu yang diberikan tidak sebanding dengan nilai anggaran yang telah ditetapkan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional.

Masyarakat pun berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut. Pengawasan yang lebih ketat dinilai penting agar program pemenuhan gizi benar-benar berjalan sesuai tujuan, yakni meningkatkan kesehatan anak-anak, bukan justru menimbulkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat.

Penulis : Mat Halil/Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Dugaan Tebang Pohon Tanpa Izin, Warga Somasi PLN Sumenep untuk Kedua Kalinya, PLN Angkat Bicara
Harga Tiket Bola Voli “Naik Diam-diam” di Piala Bupati Sumenep 2026, Ujian Transparansi Panitia di Ruang Publik
Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi
Skandal BSPS Sumenep Rp109,8 Miliar, Sidang “Sunyi” Picu Tanda Tanya, LSM KAB Resmi Surati Kejagung RI
Dugaan Korupsi Rp2,3 Miliar di Kebundadap Timur Disentuh Inspektorat, Ujian Serius Pengawasan Daerah
MBG Sumenep Kembali Disorot, Makanan Diduga Berbau dan SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya Berulang Kali Dikeluhkan
Jelang Panen Semangka di Lombang, Petani dan Pengulak Harap Harga Menguat
Naik Penyidikan, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Perangkat Desa Poja Seret Kades

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 13:04 WIB

Dugaan Tebang Pohon Tanpa Izin, Warga Somasi PLN Sumenep untuk Kedua Kalinya, PLN Angkat Bicara

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:02 WIB

Harga Tiket Bola Voli “Naik Diam-diam” di Piala Bupati Sumenep 2026, Ujian Transparansi Panitia di Ruang Publik

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:53 WIB

Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi

Rabu, 29 April 2026 - 20:40 WIB

Dugaan Korupsi Rp2,3 Miliar di Kebundadap Timur Disentuh Inspektorat, Ujian Serius Pengawasan Daerah

Rabu, 29 April 2026 - 20:16 WIB

MBG Sumenep Kembali Disorot, Makanan Diduga Berbau dan SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya Berulang Kali Dikeluhkan

Berita Terbaru

Opini

Panggung yang Tidak Pernah Sepi

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:36 WIB

Opini

LSM: Lapar Siang Malam

Minggu, 3 Mei 2026 - 01:52 WIB

Opini

Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:53 WIB