MBG Diduga Tak Layak Konsumsi di Kolpo: Siswa Menolak, Dugaan Kelalaian SPPG Menguat

- Publisher

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi penolakan siswa terhadap MBG diduga tidak layak konsumsi di Desa Kolpo.

Foto: Ilustrasi penolakan siswa terhadap MBG diduga tidak layak konsumsi di Desa Kolpo.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Program Makan Bergizi (MBG) yang seharusnya menjadi penopang asupan nutrisi siswa justru menuai sorotan serius. Di salah satu sekolah Yayasan Taklimus Syhibyan, Desa Kolpo, Kecamatan Batang-Batang, menu MBG dilaporkan dalam kondisi tidak layak konsumsi, Rabu (8/4/2026).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, menu ayam yang dibagikan kepada siswa mengeluarkan bau tidak sedap. Seorang guru berinisial “I” membenarkan kondisi tersebut, yang kemudian memicu penolakan dari sejumlah siswa.

Penolakan itu bukan tanpa alasan. Sejumlah siswa menilai makanan yang disajikan sudah tidak layak dimakan, sehingga memilih untuk tidak mengonsumsinya. Situasi ini pun memicu kekhawatiran terkait standar keamanan pangan dalam program MBG.

Peristiwa tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan di media sosial, khususnya TikTok. Dalam beberapa video yang beredar, tampak siswa menolak makanan yang dibagikan karena dinilai berbau.

Dugaan masalah kualitas ini juga diperkuat oleh komentar salah satu akun TikTok bernama Hernawati. Ia menyebut persoalan serupa tidak hanya terjadi di satu sekolah.

“Sekolahnya di Kolpo, MBG-nya dari Batang-Batang Daya Taroman. Tidak cuma sekolah itu, yang lain juga bau,” tulisnya.

Menu MBG tersebut diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bhakti Bunda Berjaya di Kecamatan Batang-Batang. Namun hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara terkait dugaan makanan tidak layak konsumsi tersebut.

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya kelalaian dalam proses pengolahan hingga distribusi makanan. Padahal, program MBG seharusnya mengedepankan standar ketat terkait kualitas dan keamanan pangan.

Jika dugaan ini terbukti, maka persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan indikasi kegagalan dalam menjamin hak dasar siswa atas makanan yang aman dan layak konsumsi.

Pihak terkait didesak segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk memastikan kontrol kualitas berjalan maksimal. Tanpa pengawasan ketat, program yang dirancang untuk meningkatkan gizi justru berpotensi menjadi ancaman bagi kesehatan siswa.

Penulis : Mat Halil/Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Guru SMPN 1 Masalembu Diduga Live TikTok Saat Jam Dinas, Kadisdik Sumenep Akan Tegur Tegas
MBG dari SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya Kembali Dipersoalkan, Sekolah Pilih Tolak Demi Keselamatan Siswa
PMII UPI Dorong Revitalisasi Pusat Informasi Migas, Policy Brief Resmi Diserahkan ke SKK Migas Jabanusa
Tim Elang Satlantas Polres Sumenep Bersinergi dengan Disperkimhub Kabupaten Sumenep Tertibkan Parkir di Jalan Diponegoro
Harga Tiket Bola Voli “Naik Diam-diam” di Piala Bupati Sumenep 2026, Ujian Transparansi Panitia di Ruang Publik
MBG Sumenep Kembali Disorot, Makanan Diduga Berbau dan SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya Berulang Kali Dikeluhkan
TKA 2026 Dipantau Langsung, Bupati Sumenep: Ukur Kemampuan Sekaligus Bentuk Karakter Siswa
Tanpa Izin, Pohon Siwalan Warga Ditebang: Dugaan Kesewenang-wenangan PT PLN ULP Sumenep Disorot

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:20 WIB

Guru SMPN 1 Masalembu Diduga Live TikTok Saat Jam Dinas, Kadisdik Sumenep Akan Tegur Tegas

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:00 WIB

MBG dari SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya Kembali Dipersoalkan, Sekolah Pilih Tolak Demi Keselamatan Siswa

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:56 WIB

PMII UPI Dorong Revitalisasi Pusat Informasi Migas, Policy Brief Resmi Diserahkan ke SKK Migas Jabanusa

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:03 WIB

Tim Elang Satlantas Polres Sumenep Bersinergi dengan Disperkimhub Kabupaten Sumenep Tertibkan Parkir di Jalan Diponegoro

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:02 WIB

Harga Tiket Bola Voli “Naik Diam-diam” di Piala Bupati Sumenep 2026, Ujian Transparansi Panitia di Ruang Publik

Berita Terbaru

Opini

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:50 WIB

Opini

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:41 WIB

Opini

Dari Counter HP ke Ribuan Orang

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:51 WIB