SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Sabtu (15/2/2025) pembangunan infrastruktur di Desa Lapa Taman, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, terus menjadi sorotan. Warga mempertanyakan kebijakan pemerintah desa yang dinilai mengesampingkan perbaikan akses jalan utama yang selama bertahun-tahun rusak dan dibiarkan tanpa perhatian serius.
Jalan yang menghubungkan Dusun Pangkalang dan sekitarnya merupakan jalur vital bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, harapan warga agar jalan tersebut segera diperbaiki seolah hanya menjadi angan-angan. Tidak hanya rusak dan tak beraspal, akses ini juga rawan banjir akibat buruknya sistem irigasi, terutama saat musim hujan. Air dari desa tetangga sering mengalir ke wilayah ini, menyebabkan genangan yang merusak lahan pertanian dan menghambat mobilitas warga.
Kekecewaan warga semakin memuncak setelah Kepala Desa Lapa Taman, Abu Huraera, menyatakan bahwa ada pembangunan lain yang dianggap lebih prioritas dibanding perbaikan jalan ini. Pernyataan tersebut menuai kritik, karena bagi warga, akses jalan adalah kebutuhan mendesak yang seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah desa.
Seorang warga berinisial P menyatakan bahwa kondisi jalan yang rusak parah ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Namun, setiap kali masyarakat mengajukan keluhan, mereka hanya mendapat jawaban normatif tanpa tindakan nyata.
“Kami sudah sering menyampaikan aspirasi, tapi jalan ini terus dipandang sebelah mata. Padahal, ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal akses ekonomi dan kesejahteraan kami,” ujar P dengan nada kecewa.
Masyarakat Dusun Pangkalang dan sekitarnya berharap agar pemerintah desa segera bertindak. Selain perbaikan jalan, mereka juga meminta pembangunan irigasi yang layak agar banjir saat musim hujan tidak terus berulang.
Pemerintah desa diharapkan lebih transparan dalam menentukan skala prioritas pembangunan. Jangan sampai kebijakan yang diambil justru mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat. Jika perbaikan jalan terus ditunda, tidak menutup kemungkinan warga akan mengambil langkah lebih lanjut untuk memperjuangkan hak mereka.
Penulis : Suri Hariady
Editor : (Red)



























