Kematian Karyawan PT SCA: Sengketa Hukum dan Tuntutan Keadilan Masih Bergulir

- Publisher

Selasa, 29 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MOJOKERTO, (TrendiKabar.com) -Perseteruan antara dua kubu kuasa hukum dalam perkara meninggalnya seorang karyawan PT SCA, Fery Dwi Astanto, masih berlanjut hingga Senin (28/4/2025). Meskipun sejumlah pihak telah mengupayakan mediasi, ketegangan antara kedua belah pihak belum mereda.

Perkara ini mencuat ke publik setelah Fery Dwi Astanto, karyawan PT SCA, meninggal dunia dan ahli warisnya tidak menerima santunan resmi dari perusahaan. Pihak keluarga hanya mendapatkan sumbangan sebesar Rp1.500.000 untuk biaya pemakaman. Kasus ini kemudian memicu perdebatan hukum terkait tanggung jawab perusahaan terhadap pekerja yang meninggal dunia saat menjalankan tugas.

Kuasa hukum ahli waris, Afif Gusti Fatah, S.H., dalam konferensi pers pada Minggu (27/4/2025), menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan keadilan bagi keluarga almarhum.

“Kami akan terus menempuh jalur hukum demi memperoleh keadilan dan hak yang seharusnya diterima oleh ahli waris,” tegas Afif.

Sementara itu, proses hukum masih berjalan. Agenda persidangan perdata di Pengadilan Negeri Mojokerto pada Senin (28/4/2025) masih dalam tahap pembuktian awal. Adapun terkait proses pidana, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan di Polresta Mojokerto Kota.

Masyarakat berharap agar proses penyelesaian perkara ini berjalan secara profesional dan sesuai koridor hukum yang berlaku.

 

 

Editor : (Red)

Berita Terkait

Diduga Belum Kembalikan Dana Rp1,65 Miliar, Istri Anggota DPR RI Dapil Madura Terancam Dilaporkan ke Polisi
Masuk Lewat Jendela Dini Hari, Dua Orang Diamankan Warga Berujung Damai di Polsek Talango
Polresta Sumenep Periksa Dua Saksi, Dalami Pemicu Dugaan Penganiayaan yang Diduga Berkaitan dengan Perselingkuhan
Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 3,4 Ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar ke Afrika
Polresta Sumenep Mulai Usut Dugaan Penganiayaan Terkait Konflik Perselingkuhan
Dugaan Perselingkuhan Berujung Penganiayaan, IRT di Sumenep Laporkan Tiga Orang ke Polresta
Dua Kali Disomasi Diabaikan, Sengketa Tanah Berujung Laporan Polisi, Lima Warga Sapeken Dilaporkan ke Polresta Sumenep
Dipinjam Sejam, Hilang Berhari-hari! Honda Beat Diduga Digelapkan, Korban Mengadu ke Polisi, LP Belum Terbit

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:12 WIB

Diduga Belum Kembalikan Dana Rp1,65 Miliar, Istri Anggota DPR RI Dapil Madura Terancam Dilaporkan ke Polisi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Masuk Lewat Jendela Dini Hari, Dua Orang Diamankan Warga Berujung Damai di Polsek Talango

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Polresta Sumenep Periksa Dua Saksi, Dalami Pemicu Dugaan Penganiayaan yang Diduga Berkaitan dengan Perselingkuhan

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:03 WIB

Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 3,4 Ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar ke Afrika

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:01 WIB

Polresta Sumenep Mulai Usut Dugaan Penganiayaan Terkait Konflik Perselingkuhan

Berita Terbaru