Tangan Anak Melepuh Usai Infus Tiga Hari, Keluarga Minta Penjelasan Puskesmas Pasongsongan

- Publisher

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kondisi tangan pasien usai pemasangan infus dan tampak depan Puskesmas Pasongsongan, Sumenep.

Foto: Kondisi tangan pasien usai pemasangan infus dan tampak depan Puskesmas Pasongsongan, Sumenep.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Peristiwa medis di Puskesmas Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, menjadi perhatian setelah seorang anak berinisial AA mengalami luka pada tangan usai pemasangan infus selama tiga hari. Keluarga meminta penjelasan atas kondisi tersebut, sementara pihak puskesmas menyatakan tindakan medis telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Kejadian bermula pada Kamis malam, 28 Januari 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. AA dibawa keluarganya ke puskesmas dalam kondisi kejang disertai demam tinggi. Tenaga kesehatan kemudian memasang infus di lengan kanan pasien sebagai bagian dari penanganan medis.

Selama masa perawatan, keluarga melihat tangan anak mengalami pembengkakan. Saat infus dilepas, kulit di sekitar titik pemasangan tampak melepuh.

Keluarga sempat menanyakan kondisi tersebut kepada tenaga kesehatan ketika infus masih terpasang. Namun, menurut pihak keluarga, mereka mendapat penjelasan bahwa kondisi itu tidak berbahaya dan akan membaik dengan sendirinya.

Tiga hari kemudian, AA dirujuk ke RSI Kalianget. Di rumah sakit tersebut, dokter menyarankan dilakukan tindakan operasi ringan pada bekas luka infus guna mencegah risiko infeksi.

Pada Kamis (5/2/2026), awak media mendatangi Puskesmas Pasongsongan untuk konfirmasi. Kepala Puskesmas, dr. Ariyanis Rasdyahati, M.Kes., saat itu sedang mengikuti rapat di Dinas Kesehatan Sumenep sehingga konfirmasi dilakukan keesokan harinya.

Dalam keterangannya, dr. Ariyanis menyampaikan bahwa kondisi tangan pasien saat masih berada di puskesmas dinilai dalam keadaan baik dan tidak menunjukkan tanda yang mengkhawatirkan. Ia menegaskan rujukan dilakukan bukan karena kondisi tangan, melainkan karena diagnosis demam berdarah yang membutuhkan penanganan lanjutan di rumah sakit.

“Saat di puskesmas, kondisi tangan pasien masih baik. Rujukan dilakukan karena diagnosis demam berdarah. Pembengkakan pada tangan bisa terjadi pada pemasangan infus anak, bisa karena flebitis atau trombosis, serta faktor anak yang sering menggerakkan tangannya,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi tangan pasien setelah tindakan di RSI sudah membaik dan tidak dalam kondisi parah. Pihak puskesmas, kata dia, akan melakukan pemantauan lanjutan melalui kunjungan perawat ke rumah pasien.

Sementara itu, orang tua AA, Faisol, menyampaikan keterangan berbeda. Ia menuturkan bahwa pembengkakan pada tangan anak sudah sempat dipertanyakan saat infus masih terpasang.

“Kami sudah menanyakan kondisi tangan anak kami. Dijawab tidak apa-apa dan akan membaik sendiri. Namun kondisinya justru memburuk hingga di RSI disarankan tindakan operasi kecil,” ujarnya.

Faisol berharap pihak puskesmas melakukan evaluasi terhadap tenaga kesehatan agar kejadian serupa tidak terulang.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes., menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut sebagai bahan evaluasi.

“Siap, nanti kami tindak lanjuti,” ujarnya singkat kepada awak media.

Penulis : Mat Halil/Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Heri Kustanto TEGAS TOLAK Konser Andrea Bocelli! “Jangan Sampai Uang Hiburan Diduga Mengalir untuk Kepentingan Israel!
Langgar Arahan Kapolda Jatim “Jangan Ambil Harta Masyarakat”, Oknum Polsek Gapura Diduga Minta Rp100 Juta untuk Urus Perkara Narkotika
IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi Dana PKKMB Universitas PGRI Sumenep
ASN Sumenep Terekam di Warung Pukul 14.10 WIB, BKPSDM Janji Telusuri Dalih Tugas Lapangan
Diduga Minta Rp100 Juta untuk Urus Perkara Narkotika, Anggota Polsek Gapura Dilaporkan
Kedatangan Intelkam Polda Jatim dan Polresta Sumenep ke Pesantren Al-Uswah Tuai Tanya, Apa Agendanya?
KEJARI SUMENEP BOHONG? LSM TOPAN SOROTI BEDA KETERANGAN SOAL LAPORAN DANA DESA, INSPEKTORAT SEBUT HASIL AUDIT SUDAH DISERAHKAN
Asmawi Resmi Ditahan di Rutan Polresta Sumenep, Sulaisi Tegaskan Perjuangan Keadilan Tak Boleh Berhenti

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Heri Kustanto TEGAS TOLAK Konser Andrea Bocelli! “Jangan Sampai Uang Hiburan Diduga Mengalir untuk Kepentingan Israel!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Langgar Arahan Kapolda Jatim “Jangan Ambil Harta Masyarakat”, Oknum Polsek Gapura Diduga Minta Rp100 Juta untuk Urus Perkara Narkotika

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:55 WIB

IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi Dana PKKMB Universitas PGRI Sumenep

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:48 WIB

ASN Sumenep Terekam di Warung Pukul 14.10 WIB, BKPSDM Janji Telusuri Dalih Tugas Lapangan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Diduga Minta Rp100 Juta untuk Urus Perkara Narkotika, Anggota Polsek Gapura Dilaporkan

Berita Terbaru