Ketua Mabar Sumenep Tanggapi Lagu “Bayar, Bayar, Bayar”: Kritik Tajam untuk Polisi Harusnya Jadi Evaluasi, Bukan Malah Ditekan

- Publisher

Rabu, 26 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Mabar Sumenep, Dafa Irwanto Saputra.

Foto: Ketua Mabar Sumenep, Dafa Irwanto Saputra.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Lagu “Bayar, Bayar, Bayar” yang dinyanyikan Sukatani tengah viral di media sosial, dengan lirik yang dinilai sebagai kritik pedas terhadap institusi kepolisian. Namun, alih-alih ditanggapi dengan represif, Ketua Mabar Sumenep, Dafa Irwanto Saputra, justru menilai kritik ini sebagai momentum introspeksi bagi aparat penegak hukum.

Menurut Dafa, kritik dari masyarakat, termasuk dalam bentuk lagu, seharusnya diapresiasi dan dijadikan bahan evaluasi.

“Seharusnya kritik seperti ini menjadi pengingat bagi aparat kepolisian untuk benar-benar menjalankan tugasnya dengan profesionalisme, mengayomi, dan melayani masyarakat tanpa embel-embel kepentingan tertentu,” ujarnya, Rabu (26/02/2025).

Dafa menegaskan bahwa Polri seharusnya tidak alergi terhadap kritik, apalagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sendiri pernah menyatakan bahwa pihak yang berani mengkritik polisi adalah sahabat Polri. Namun, yang sering terjadi di lapangan justru sebaliknya kritik kerap berujung pada intimidasi terhadap masyarakat yang bersuara.

“Kalau ada kritik, seharusnya direnungkan, bukan malah membungkam atau menekan. Justru di era keterbukaan informasi dan media sosial seperti sekarang, masyarakat semakin cerdas dalam menilai kinerja aparat. Polisi harus menunjukkan bahwa mereka benar-benar pelayan masyarakat, bukan hanya sekadar slogan,” lanjutnya.

Kritik publik terhadap institusi negara, termasuk kepolisian, adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Jika aparat ingin mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, satu-satunya cara adalah dengan bekerja secara transparan, adil, dan profesional, bukan dengan meredam suara-suara kritis.

Ketum Mabar Sumenep, Dafa Irwanto Saputra meminta seharusnya jika ada kritikan yang baik itu diambil jadikan evaluasi untuk memperbaiki institusi dan itu patut diapresiasi.

Apakah aparat kepolisian akan menjadikan kritik ini sebagai bahan perbaikan, atau justru merespons dengan cara lama menekan suara rakyat? Jawabannya akan terlihat dari bagaimana institusi ini bersikap ke depan.

 

 

 

 

Penulis : Mat Halil/Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Laporan Dana Desa Sumenep Disorot, Kejari Tunggu Inspektorat, TOPAN Tempuh Pengaduan ke Polresta
Razia Rokok Tanpa Pita Cukai di Terminal Arya Wiraraja, Satpol PP Sumenep Diharapkan Buka Suara
Polresta Sumenep Dalami Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Anggota Polsek Gapura Disorot Sipropam
Kapolresta Sumenep Rangkul GMNI, Perkuat Sinergi Mahasiswa dalam Menjaga Kamtibmas
Kapolresta Sumenep Sambangi Ponpes Al-Amien Prenduan, Perkuat Sinergi Ulama dan Polri
HUT ke-75 Humas Polri, Polresta Sumenep Tebar Kepedulian Lewat Aksi Bakti Sosial
Pererat Silaturahmi dan Soliditas Kader, Djoni Tunaidy Konsolidasikan PSI Sumenep di Saronggi
Dari ruang kelas menuju kegelapan DPO, jejak sang pendidik yang luntur

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:59 WIB

Laporan Dana Desa Sumenep Disorot, Kejari Tunggu Inspektorat, TOPAN Tempuh Pengaduan ke Polresta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:46 WIB

Razia Rokok Tanpa Pita Cukai di Terminal Arya Wiraraja, Satpol PP Sumenep Diharapkan Buka Suara

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:19 WIB

Polresta Sumenep Dalami Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Anggota Polsek Gapura Disorot Sipropam

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:13 WIB

Kapolresta Sumenep Rangkul GMNI, Perkuat Sinergi Mahasiswa dalam Menjaga Kamtibmas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:06 WIB

Kapolresta Sumenep Sambangi Ponpes Al-Amien Prenduan, Perkuat Sinergi Ulama dan Polri

Berita Terbaru