Rindang Tak Selamanya Aman: DLH Sumenep Pangkas Pohon Demi Keselamatan dan Estetika Kota

- Publisher

Jumat, 20 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, (TrendiKabar.com) — Deretan pohon rindang yang selama ini menjadi peneduh di jalanan kota Sumenep mulai dipangkas. Bukan tanpa alasan, langkah ini diambil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat untuk mencegah potensi bahaya dari dahan lebat yang rawan patah, sekaligus menjaga keindahan tata ruang kota.

Kepala DLH Sumenep, Arif Susanto, melalui Kepala Bidang Tata Lingkungan, Mohammad Hasinuddin Firdaus, menyebutkan bahwa kegiatan pemangkasan menyasar pohon-pohon besar yang dahannya terlalu menjuntai atau rimbun di sejumlah ruas jalan protokol.

“Pemangkasan ini bentuk antisipasi dini dari kami agar tidak terjadi insiden seperti dahan patah menimpa kendaraan atau pengendara. Selain itu, pohon yang terlalu lebat juga mengganggu pencahayaan jalan dan visibilitas pengguna jalan,” kata Hasinuddin kepada awak media, Kamis (19/6/2025).

Adapun ruas jalan yang menjadi titik fokus antara lain Jalan Diponegoro, Jalan H.P. Kusuma, Jalan Sudirman, dan Jalan Trunojoyo. Semua titik ini dikenal padat lalu lintas dan berada di pusat aktivitas warga.

DLH Sumenep mengerahkan sebanyak 108 personel lapangan, dilengkapi armada pendukung seperti satu unit truk engkel, dua truk besar, satu pikap, empat viar roda tiga, dan tiga truk tangki untuk penyiraman tanaman.

“Kami tidak hanya memangkas. Perawatan taman kota juga rutin kami lakukan, termasuk pembersihan area hijau dan penyiraman lanskap agar tetap asri,” imbuh Hasinuddin.

Masyarakat diminta untuk lebih waspada saat melintasi area pemangkasan. DLH juga membuka kanal pelaporan jika warga menemukan pohon yang dinilai membahayakan di lingkungan sekitar.

“Keselamatan warga adalah prioritas kami, tapi wajah kota juga harus tetap cantik dan hijau. Partisipasi warga sangat kami butuhkan,” pungkas Hasinuddin.

 

Penulis : Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Musim Tanam Tembakau Dimulai, Petani Sumenep Pasang Harapan Besar Harga Tetap Tinggi Saat Panen
Dugaan Perselingkuhan Berujung Penganiayaan, IRT di Sumenep Laporkan Tiga Orang ke Polresta
PMII UPI Sumenep Gelar Sekolah Gerakan, Cetak Kader Militan, Kritis, dan Siap Menjadi Agen Perubahan
Dua Kali Disomasi Diabaikan, Sengketa Tanah Berujung Laporan Polisi, Lima Warga Sapeken Dilaporkan ke Polresta Sumenep
Pengawasan Internal Diperkuat, Pemkab Sumenep Dorong Tata Kelola Pemerintahan Lebih Akuntabel
Pejabat Administrator Baru Didorong Hadirkan Inovasi untuk Tingkatkan Kinerja Organisasi
Peringati Hari Koperasi ke-79, Pemkab Sumenep Beri Penghargaan bagi Koperasi Berprestasi
Dari Konferensi Pers Batal hingga Peliputan Dibatasi, Ada Pola dalam Agenda Kapolda di Sumenep?

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:35 WIB

Musim Tanam Tembakau Dimulai, Petani Sumenep Pasang Harapan Besar Harga Tetap Tinggi Saat Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:03 WIB

Dugaan Perselingkuhan Berujung Penganiayaan, IRT di Sumenep Laporkan Tiga Orang ke Polresta

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:41 WIB

PMII UPI Sumenep Gelar Sekolah Gerakan, Cetak Kader Militan, Kritis, dan Siap Menjadi Agen Perubahan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:26 WIB

Dua Kali Disomasi Diabaikan, Sengketa Tanah Berujung Laporan Polisi, Lima Warga Sapeken Dilaporkan ke Polresta Sumenep

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:42 WIB

Pejabat Administrator Baru Didorong Hadirkan Inovasi untuk Tingkatkan Kinerja Organisasi

Berita Terbaru

Opini

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:16 WIB