Server PBB BAPENDA Sumenep Lumpuh Sebulan, Publik Pertanyakan Transparansi dan Kinerja Pemkab

- Publisher

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Papan nama kantor Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kabupaten Sumenep di Jalan Trunojoyo No. 53.

Foto: Papan nama kantor Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kabupaten Sumenep di Jalan Trunojoyo No. 53.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Kerusakan server database Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Sumenep telah berlangsung hampir satu bulan tanpa kejelasan perbaikan. Kondisi ini menimbulkan keresahan dan kritik dari masyarakat karena dianggap menghambat pelayanan dasar serta berpotensi menurunkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Akibat gangguan tersebut, ribuan wajib pajak tidak dapat melakukan pembayaran PBB. Layanan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB) pun ikut terhenti, menyebabkan proses jual beli tanah tersendat akibat tidak adanya akses penginputan data maupun penerbitan validasi pembayaran.

“Bagaimana masyarakat mau taat pajak kalau akses pembayarannya saja tidak bisa? Transaksi jual beli tanah saya tertunda,” keluh Rasyid, salah satu warga Sumenep yang terdampak.

Publik menilai kerusakan server yang berlarut-larut ini tidak lazim untuk sebuah sistem vital pengelolaan keuangan daerah. Minimnya informasi resmi turut memicu pertanyaan mengenai keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan teknis yang memengaruhi ekonomi masyarakat.

Hingga kini, belum ada penjelasan komprehensif dari BAPENDA terkait penyebab kerusakan maupun progres perbaikannya. Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep bersikap terbuka mengingat dampaknya menyentuh pelayanan publik, aktivitas ekonomi, dan potensi penurunan PAD.

Kondisi ini membuat publik semakin mempertanyakan: apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa perbaikannya begitu lama?

Untuk memastikan informasi, awak media TrendiKabar.com telah melakukan upaya konfirmasi kepada Kepala BAPENDA Sumenep, Faruk Hanafi, S.Sos., M.Si. Melalui pesan WhatsApp pada 26 November 2025, permintaan konfirmasi dikirimkan namun tidak mendapat respons.

Selain itu, awak media juga mendatangi kantor BAPENDA. Namun, pada jam kerja tersebut tidak ditemukan Kepala BAPENDA maupun pejabat bidang terkait yang dapat memberikan penjelasan mengenai lambannya perbaikan server.

Ketiadaan respons dari pihak BAPENDA membuat publik kian mempertanyakan transparansi serta keseriusan pemerintah dalam memastikan layanan pajak berjalan normal.

Hingga berita ini diterbitkan, gangguan server masih berdampak pada pelayanan pajak daerah. Warga berharap Pemkab Sumenep segera mengambil langkah cepat, terukur, dan terbuka kepada publik untuk memulihkan sistem pelayanan pajak yang selama ini menjadi tulang punggung pendapatan daerah.

 

Penulis : Mat Halil/Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Diduga Sebarkan Percakapan Pribadi, Akun TikTok “Berita” Dilaporkan ke Polisi di Tengah Naiknya Status Penyidikan Kasus Desa Poja
Usai Soroti Dugaan Dana Desa dan Mafia Tanah, Pengelola Akun TikTok Mengaku Didatangi Sekdes Kebundadap Timur dan Diminta Hapus Konten
Diam-diam Inspektorat Turun ke Kebundadap Timur, Dugaan Dana Desa Rp2,3 Miliar Mulai Terkuak
MBG dari SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya Kembali Dipersoalkan, Sekolah Pilih Tolak Demi Keselamatan Siswa
Kakek Cabuli Cucu di Lenteng, Kabur ke Cirebon hingga Dibekuk Satreskrim Polres Sumenep
PMII Sumenep Desak Revisi Perda Tembakau, Soroti Dugaan Celah “Mafia” hingga Bupati Tak Pernah Temui Massa Aksi
Rp10 Juta Tak Kunjung Cair, Arisan Get di Sumenep Dilaporkan ke Polisi
Tim Elang Satlantas Polres Sumenep Bersinergi dengan Disperkimhub Kabupaten Sumenep Tertibkan Parkir di Jalan Diponegoro

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:00 WIB

Diduga Sebarkan Percakapan Pribadi, Akun TikTok “Berita” Dilaporkan ke Polisi di Tengah Naiknya Status Penyidikan Kasus Desa Poja

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:44 WIB

Usai Soroti Dugaan Dana Desa dan Mafia Tanah, Pengelola Akun TikTok Mengaku Didatangi Sekdes Kebundadap Timur dan Diminta Hapus Konten

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:22 WIB

Diam-diam Inspektorat Turun ke Kebundadap Timur, Dugaan Dana Desa Rp2,3 Miliar Mulai Terkuak

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:00 WIB

MBG dari SPPG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya Kembali Dipersoalkan, Sekolah Pilih Tolak Demi Keselamatan Siswa

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:50 WIB

Kakek Cabuli Cucu di Lenteng, Kabur ke Cirebon hingga Dibekuk Satreskrim Polres Sumenep

Berita Terbaru