SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Kepala Puskesmas Pasongsongan, dr. Ariyanis Rasdyahati, M.Kes., menyampaikan tindak lanjut atas kekhawatiran keluarga pasien anak berinisial AA yang mengalami luka pada tangan usai pemasangan infus dan kemudian menjalani tindakan operasi ringan setelah dirujuk ke RSI Kalianget.
Dalam keterangannya pada Jumat (6/2/2026), dr. Ariyanis menegaskan bahwa kondisi yang dialami AA dinilai tidak dalam keadaan membahayakan. Ia juga menyarankan agar keluarga berkonsultasi dengan dokter di RSI terkait kelanjutan perawatan luka, apakah dapat dilakukan di puskesmas terdekat setelah pasien diperbolehkan pulang.
“Jika sudah diperbolehkan pulang dari RSI, luka pada tangan tentu harus dirawat sampai benar-benar sembuh. Silakan ditanyakan ke dokter di sana apakah perawatan bisa dilakukan di puskesmas,” ujarnya.
Namun, orang tua AA menyampaikan masih merasa khawatir dan trauma jika harus kembali menjalani perawatan di Puskesmas Pasongsongan, mengingat pengalaman sebelumnya saat anaknya dirawat di sana.
Menanggapi hal tersebut, dr. Ariyanis menawarkan solusi dengan menugaskan petugas kesehatan untuk melakukan kunjungan langsung ke rumah pasien.
“Nanti petugas kami yang akan datang langsung ke rumah. Jika membutuhkan obat atau perawatan lanjutan akan kami bantu. Yang penting orang tua tetap komunikatif,” jelasnya.
Saat ditanya awak media mengenai tenaga medis yang bertugas saat kejadian, dr. Ariyanis menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi internal. Ia menyebutkan bahwa seluruh petugas yang bertugas pada shift pelayanan saat itu akan diberikan surat peringatan (SP) sebagai bentuk pembinaan disiplin.
“Kami akan berikan peringatan. Jika melampaui batas, ada aturan yang mengatur sanksinya,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pada Jumat siang, usai salat Jumat, dirinya sempat mendatangi RSI Kalianget untuk menjenguk AA secara langsung. Kapus Pasongsongan menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi pasien dan berupaya melakukan koordinasi dengan dokter yang dikenalnya di RSI Kalianget.
Sementara itu, orang tua AA berharap Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes., memberikan perhatian serius atas kejadian ini. Keluarga juga meminta adanya evaluasi terhadap tenaga kesehatan yang menangani anaknya agar kejadian serupa tidak terulang.
Penulis : Mat Halil/Suri Hariady
Editor : (Red)



























