SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali mengalokasikan anggaran besar untuk penyediaan air bersih dan fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) di wilayah yang rawan kekeringan. Tahun 2025, Pemkab menganggarkan Rp 18 miliar guna mendukung program tersebut di daratan dan kepulauan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep, Eri Susanto, melalui Kabid Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP), Dedi Falahuddin, menjelaskan bahwa dari total anggaran tersebut, Rp 6 miliar dialokasikan untuk penyediaan air bersih, sementara Rp 12 miliar diperuntukkan bagi pembangunan MCK.
“Tahun 2025 ini, Pemkab Sumenep mengalokasikan Rp 18 miliar untuk bidang PLP, dengan sasaran wilayah-wilayah yang selama ini rawan air bersih,” ujar Dedi, Senin (17/2/2025).
Program ini akan menjangkau sekitar 35 titik, termasuk wilayah daratan dan kepulauan, seperti Desa Kolpoh dan Desa Jangkong di Kecamatan Batang-Batang, Desa Prancak di Kecamatan Pasongsongan, Desa Sentol Laok di Kecamatan Pragaan, Kecamatan Talango, serta Desa Gendang Timur dan Desa Prambanan di Kecamatan Gayam. Selain itu, Desa Karang Nangka di Kecamatan Ra’as juga menjadi salah satu sasaran program.
Pembangunan fasilitas ini dijadwalkan berlangsung mulai Maret hingga September 2025. Selain untuk mengantisipasi krisis air bersih, program ini juga diharapkan membantu upaya penanganan stunting di wilayah tersebut.
Sejalan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Air Limbah, masyarakat juga diwajibkan membangun tangki septik bawah tanah yang kedap air guna mengolah limbah rumah tangga secara aman dan higienis.
Pemkab berharap, dengan adanya program ini, masyarakat di daerah rawan kekeringan dapat menikmati akses air bersih yang layak dan fasilitas sanitasi yang memadai demi meningkatkan kualitas hidup mereka.
Editor : (Red)



























