Dugaan Penyalahgunaan Identitas dalam Pinjaman PNM Mekar, Warga Sumenep Tuntut Kejelasan

- Publisher

Sabtu, 22 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Korban berinisial F saat diwawancarai oleh awak media.

Foto: Korban berinisial F saat diwawancarai oleh awak media.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Seorang warga berinisial F asal Kalianget, Kabupaten Sumenep, mengaku menjadi korban dugaan penyalahgunaan identitas dalam transaksi pinjaman keuangan di PNM Mekar Sumenep. F menuntut pertanggungjawaban dan penghapusan namanya dari data pinjaman yang tidak diakuinya.

Peristiwa ini pertama kali terjadi pada 30 Oktober 2023 dan kembali terulang pada 9 Agustus 2024. Dugaan penyalahgunaan identitas terungkap ketika pihak bank mendatangi rumah F untuk menagih pinjaman yang mengatasnamakan dirinya. Merasa tidak pernah mengajukan pinjaman, F langsung mempertanyakan keabsahan transaksi tersebut kepada petugas PNM Mekar. Setelah dilakukan pengecekan, terbukti bahwa namanya digunakan dalam transaksi tanpa sepengetahuannya.

“Saya memang pernah memberikan KTP saya kepada saudara untuk keperluan pembuatan BPJS, tetapi tidak untuk meminjam uang. Saya juga tidak pernah menandatangani dokumen atau memberikan foto sebagai persyaratan pinjaman,” ujar F kepada awak media, Sabtu (22/2/2025).

F menegaskan bahwa dirinya sangat dirugikan oleh kejadian ini dan meminta agar namanya segera dihapus dari data pinjaman yang tidak pernah ia ajukan. Ia juga menuntut agar setiap transaksi yang melibatkan namanya harus mendapatkan persetujuan langsung darinya dengan bukti tanda tangan asli.

Setelah mengonfirmasi ulang kepada pihak terkait, F mendapatkan jawaban bahwa dana pinjaman telah dicairkan tanpa pemberitahuannya. Saat meminta bukti transaksi, ia menemukan bahwa orang dalam foto yang digunakan bukan dirinya, memperkuat dugaan bahwa terjadi pemalsuan dokumen.

Saat dikonfirmasi, seorang petugas PNM Mekar Sumenep menyebutkan bahwa pencairan dana dilakukan melalui ketua kelompok. “Dana diberikan kepada ketua kelompok, dan ketua kelompok menyatakan bahwa korban inisial F yang membayar. Namun, kami tidak dapat memastikan apakah benar F yang melakukan pembayaran atau justru ada pihak lain yang meminjam atas namanya,” ujarnya.

Petugas tersebut juga mengungkapkan bahwa pada saat pencairan, korban disebut sebagai saudara dari seorang anggota kelompok bernama Bu Aan. Meskipun sistem NFC di kantor menunjukkan bahwa F tidak terdaftar, pencairan tetap dilakukan karena wajahnya dianggap mirip dengan foto di KTP.

“Kami sudah meminta kebijakan dari atasan, karena biasanya petugas berkoordinasi dengan ketua kelompok terlebih dahulu. Saya juga sudah mengonfirmasi hal ini dengan Bu Aan. Jadi, ini bukan sepenuhnya kesalahan petugas Mekar,” tambahnya.

Kasus serupa dilaporkan pernah terjadi sebelumnya dengan beberapa nama lain yang ternyata bukan anggota sah. Hingga saat ini, F masih menuntut agar namanya segera dihapus dari sistem perbankan untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Kasus ini mencerminkan perlunya sistem verifikasi yang lebih ketat dalam pencairan dana guna mencegah penyalahgunaan identitas. Pihak berwenang, termasuk otoritas keuangan dan kepolisian, didesak untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh agar tidak ada lagi korban yang dirugikan akibat lemahnya sistem keamanan perbankan.

 

 

 

 

 

 

Penulis : Mat Halil/Harnawi

Editor : (Red)

Berita Terkait

Laskar Sadewo Pasongsongan Tampilkan Aransemen Terbaik di Festival Musik Tong-Tong Lagu Bupati Sumenep 2026
BIP Tebar Kurban hingga Pelosok, Hadirkan Kebahagiaan dan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha
Video Asmawi di Polsek Batang-Batang Jadi Sorotan, Singgung Persoalan Hukum yang Disebut Belum Tuntas
Tangis Haru Warnai Sholat Idul Adha di Masjid Hidayatullah Atfal Nyabakan Barat
Gelar Damai di Polres Sumenep Tuai Apresiasi, Dua Warga Legung Barat yang Sempat Saling Lapor Akhirnya Berdamai
Pangdam V/Brawijaya Turun Langsung ke Ambunten, Jembatan Perintis Garuda Jadi Harapan Baru Warga Terisolir
Warga Resmi Laporkan Dugaan Penebangan Pohon Tanpa Izin ke Polsek Batang-Batang
Guru SMPN 1 Masalembu Diduga Live TikTok Saat Jam Dinas, Kadisdik Sumenep Akan Tegur Tegas

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 12:02 WIB

Laskar Sadewo Pasongsongan Tampilkan Aransemen Terbaik di Festival Musik Tong-Tong Lagu Bupati Sumenep 2026

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:57 WIB

Video Asmawi di Polsek Batang-Batang Jadi Sorotan, Singgung Persoalan Hukum yang Disebut Belum Tuntas

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:48 WIB

Tangis Haru Warnai Sholat Idul Adha di Masjid Hidayatullah Atfal Nyabakan Barat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:37 WIB

Gelar Damai di Polres Sumenep Tuai Apresiasi, Dua Warga Legung Barat yang Sempat Saling Lapor Akhirnya Berdamai

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:25 WIB

Pangdam V/Brawijaya Turun Langsung ke Ambunten, Jembatan Perintis Garuda Jadi Harapan Baru Warga Terisolir

Berita Terbaru

Opini

Pancasila yang Saya Temukan di Pinggir Jalan

Senin, 1 Jun 2026 - 12:11 WIB

Opini

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:50 WIB

Opini

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:41 WIB