SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Lagu “Bayar, Bayar, Bayar” yang dinyanyikan Sukatani tengah viral di media sosial, dengan lirik yang dinilai sebagai kritik pedas terhadap institusi kepolisian. Namun, alih-alih ditanggapi dengan represif, Ketua Mabar Sumenep, Dafa Irwanto Saputra, justru menilai kritik ini sebagai momentum introspeksi bagi aparat penegak hukum.
Menurut Dafa, kritik dari masyarakat, termasuk dalam bentuk lagu, seharusnya diapresiasi dan dijadikan bahan evaluasi.
“Seharusnya kritik seperti ini menjadi pengingat bagi aparat kepolisian untuk benar-benar menjalankan tugasnya dengan profesionalisme, mengayomi, dan melayani masyarakat tanpa embel-embel kepentingan tertentu,” ujarnya, Rabu (26/02/2025).
Dafa menegaskan bahwa Polri seharusnya tidak alergi terhadap kritik, apalagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sendiri pernah menyatakan bahwa pihak yang berani mengkritik polisi adalah sahabat Polri. Namun, yang sering terjadi di lapangan justru sebaliknya kritik kerap berujung pada intimidasi terhadap masyarakat yang bersuara.
“Kalau ada kritik, seharusnya direnungkan, bukan malah membungkam atau menekan. Justru di era keterbukaan informasi dan media sosial seperti sekarang, masyarakat semakin cerdas dalam menilai kinerja aparat. Polisi harus menunjukkan bahwa mereka benar-benar pelayan masyarakat, bukan hanya sekadar slogan,” lanjutnya.
Kritik publik terhadap institusi negara, termasuk kepolisian, adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Jika aparat ingin mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, satu-satunya cara adalah dengan bekerja secara transparan, adil, dan profesional, bukan dengan meredam suara-suara kritis.
Ketum Mabar Sumenep, Dafa Irwanto Saputra meminta seharusnya jika ada kritikan yang baik itu diambil jadikan evaluasi untuk memperbaiki institusi dan itu patut diapresiasi.
Apakah aparat kepolisian akan menjadikan kritik ini sebagai bahan perbaikan, atau justru merespons dengan cara lama menekan suara rakyat? Jawabannya akan terlihat dari bagaimana institusi ini bersikap ke depan.
Penulis : Mat Halil/Suri Hariady
Editor : (Red)



























