Putra Anggota DPRD, Tapi Desa Terabaikan! Kades Lapa Taman Diduga Lalai Jalankan Tugas

- Publisher

Jumat, 28 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kades Lapa Taman Abu Huraera (Kiri) dan Umar Anggota Dewan Sumenep Fraksi PDI - Perjuangan (Kanan).

Foto: Kades Lapa Taman Abu Huraera (Kiri) dan Umar Anggota Dewan Sumenep Fraksi PDI - Perjuangan (Kanan).

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Warga Desa Lapa Taman, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya respons pemerintah desa dalam menangani jalan utama yang rusak parah. Meski keluhan telah berulang kali disampaikan, Kepala Desa Abu Huraera yang merupakan putra anggota DPRD Sumenep dari Fraksi PDI Perjuangan, Umar dinilai tidak menunjukkan kepedulian terhadap kondisi infrastruktur desa.

Kondisi jalan yang rusak sudah berlangsung lama, menghambat aktivitas warga dan berdampak negatif pada perekonomian desa. Saat hujan, jalan berlumpur dan sulit dilalui, sedangkan saat kemarau, debu bertebaran mengancam kesehatan masyarakat.

Seorang warga berinisial P (50) mengungkapkan kekecewaannya terhadap minimnya langkah nyata dari pemerintah desa.

“Dulu pernah ada survei jalan, tapi sampai sekarang tidak ada realisasi. Kami bosan dengan janji-janji kosong, yang kami butuhkan adalah tindakan nyata,” ujarnya kepada TrendiKabar.com.

Senada dengan itu, warga lainnya menyoroti potensi bahaya akibat jalan yang tak kunjung diperbaiki.

“Jangan sampai ada korban dulu baru ada perbaikan. Jalan ini akses utama bagi warga, tapi bertahun-tahun dibiarkan rusak tanpa perhatian,” tegasnya.

Setiap tahun, Dana Desa dikucurkan oleh pemerintah pusat untuk pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat. Namun, di Lapa Taman, transparansi pengelolaan anggaran justru menjadi tanda tanya besar.

“Kami ingin tahu, berapa anggaran yang diterima desa dan digunakan untuk apa? Jika jalan utama saja tidak diperbaiki, ke mana dana itu dialokasikan?” ujar seorang warga dengan nada curiga.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Abu Huraera belum memberikan klarifikasi terkait tuntutan warga. Padahal, keterbukaan informasi publik seharusnya menjadi prinsip utama dalam pemerintahan desa.

Jika kondisi ini terus berlarut, warga berencana melaporkan dugaan kelalaian dalam pengelolaan anggaran kepada aparat penegak hukum dan instansi terkait. Jabatan kepala desa bukan sekadar status, melainkan amanah untuk melayani masyarakat dan memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga.

 

 

Penulis : Suri Hariady

Editor : (Red)

Berita Terkait

Satlantas Sumenep Tindak Tegas Dump Truck Tanpa Terpal, Warga Resah Debu Berterbangan
PMII Sumenep Desak Revisi Perda Tembakau, Soroti Lemahnya Perlindungan Petani
Audiensi Memanas PPD Soroti Dugaan Penebangan Sepihak oleh PLN Izin Tak Ditunjukkan Jawaban Berbelit
Janji Rilis Kokain 27,83 Kg “Menguap”, Jurnalis Sumenep Menunggu Tanpa Kepastian
Respons Cepat Pertamina dan Agen, Pasokan LPG di Sumenep Kembali Normal Pasca Ramadan
Menunggu Viral Baru Bergerak, Tiang Lampu Hantu Poja Akhirnya Menyala, Proses Hukum Tetap Berjalan
15 Tahun Jalan Raya Dungkek Rusak, Warga Terpaksa Swadaya: Akses Wisata Gili Iyang Ikut Terancam
Tiang Lampu “Hantu” Poja: Anggaran Rp 71 Juta Baru Dipasang Setelah Laporan Topan ke Kejaksaan

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 04:57 WIB

Satlantas Sumenep Tindak Tegas Dump Truck Tanpa Terpal, Warga Resah Debu Berterbangan

Sabtu, 18 April 2026 - 10:38 WIB

PMII Sumenep Desak Revisi Perda Tembakau, Soroti Lemahnya Perlindungan Petani

Selasa, 14 April 2026 - 15:32 WIB

Janji Rilis Kokain 27,83 Kg “Menguap”, Jurnalis Sumenep Menunggu Tanpa Kepastian

Selasa, 14 April 2026 - 14:24 WIB

Respons Cepat Pertamina dan Agen, Pasokan LPG di Sumenep Kembali Normal Pasca Ramadan

Sabtu, 11 April 2026 - 22:31 WIB

Menunggu Viral Baru Bergerak, Tiang Lampu Hantu Poja Akhirnya Menyala, Proses Hukum Tetap Berjalan

Berita Terbaru