BSPS 2024 di Sumenep: Sudah Selesai, Tapi Masih Banyak Tanda Tanya

- Publisher

Sabtu, 29 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2024 di Kabupaten Sumenep kini menjadi sorotan pasca-implementasi. Meski telah berakhir secara administratif, program ini masih menyisakan sejumlah pertanyaan publik, terutama terkait keadilan distribusi dan akuntabilitas pelaksanaannya.

Berdasarkan data resmi, Kecamatan Lenteng tercatat sebagai penerima bantuan terbanyak, dengan lebih dari 700 unit rumah yang masuk dalam skema perbaikan. Kecamatan lain seperti Rubaru, Batuputih, dan Sapeken juga memperoleh alokasi signifikan. Namun, distribusi besar tersebut belum tentu menjamin pemerataan atau kesesuaian dengan kebutuhan riil di lapangan.

Desa-desa seperti Somber dan Tanah Merah di Kecamatan Nonggunong bahkan tercatat lebih dari satu kali dalam dokumen sebaran penerima bantuan, dengan angka yang relatif tinggi. Kondisi ini memicu pertanyaan di masyarakat, terutama setelah muncul laporan dugaan pungutan liar, ketidaksesuaian data penerima, hingga lemahnya pengawasan teknis—persoalan yang sebelumnya juga muncul dalam pelaksanaan program BSPS di sejumlah wilayah lain.

Ketua Mabar Sumenep, Dafa Irwanto Saputra, menilai bahwa saat ini adalah momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh. “BSPS 2024 memang sudah dilaksanakan, tetapi bukan berarti selesai begitu saja. Justru di fase pasca-pelaksanaan inilah kita harus mengaudit: apakah benar-benar tepat sasaran, transparan, dan bebas dari praktik menyimpang,” ujarnya.

Sebagai program dari Kementerian PUPR untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar memiliki hunian layak, BSPS membutuhkan pengawasan berlapis, bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat sipil dan media. Tanpa keterbukaan informasi, program ini berisiko jauh dari tujuan utamanya.

Kini, satu tahun setelah program dijalankan, pertanyaan publik masih mengemuka: apakah BSPS 2024 di Sumenep benar-benar memberi manfaat bagi warga miskin secara merata, atau justru meninggalkan jejak masalah yang belum tersentuh?

Penulis : Harnawi

Editor : (Red)

Berita Terkait

Laskar Sadewo Pasongsongan Tampilkan Aransemen Terbaik di Festival Musik Tong-Tong Lagu Bupati Sumenep 2026
BIP Tebar Kurban hingga Pelosok, Hadirkan Kebahagiaan dan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha
Video Asmawi di Polsek Batang-Batang Jadi Sorotan, Singgung Persoalan Hukum yang Disebut Belum Tuntas
Tangis Haru Warnai Sholat Idul Adha di Masjid Hidayatullah Atfal Nyabakan Barat
Gelar Damai di Polres Sumenep Tuai Apresiasi, Dua Warga Legung Barat yang Sempat Saling Lapor Akhirnya Berdamai
Pangdam V/Brawijaya Turun Langsung ke Ambunten, Jembatan Perintis Garuda Jadi Harapan Baru Warga Terisolir
Warga Resmi Laporkan Dugaan Penebangan Pohon Tanpa Izin ke Polsek Batang-Batang
Guru SMPN 1 Masalembu Diduga Live TikTok Saat Jam Dinas, Kadisdik Sumenep Akan Tegur Tegas

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 12:02 WIB

Laskar Sadewo Pasongsongan Tampilkan Aransemen Terbaik di Festival Musik Tong-Tong Lagu Bupati Sumenep 2026

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:57 WIB

Video Asmawi di Polsek Batang-Batang Jadi Sorotan, Singgung Persoalan Hukum yang Disebut Belum Tuntas

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:48 WIB

Tangis Haru Warnai Sholat Idul Adha di Masjid Hidayatullah Atfal Nyabakan Barat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:37 WIB

Gelar Damai di Polres Sumenep Tuai Apresiasi, Dua Warga Legung Barat yang Sempat Saling Lapor Akhirnya Berdamai

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:25 WIB

Pangdam V/Brawijaya Turun Langsung ke Ambunten, Jembatan Perintis Garuda Jadi Harapan Baru Warga Terisolir

Berita Terbaru

Opini

Pancasila yang Saya Temukan di Pinggir Jalan

Senin, 1 Jun 2026 - 12:11 WIB

Opini

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:50 WIB

Opini

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:41 WIB