Ultimatum dari Timur: FPMG Desak DLH Sumenep Tuntaskan Krisis Sampah di Kangean

- Publisher

Senin, 14 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Forum Pemuda dan Mahasiswa Gelaman (FPMG) melayangkan ultimatum keras kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, Senin (14/4/2025), menyusul krisis pengelolaan sampah yang terus memburuk di Pulau Kangean, Kecamatan Arjasa. Melalui audiensi yang digelar di kantor DLH, FPMG menuntut tindakan nyata dari pemerintah daerah, bukan sekadar janji kosong yang tak kunjung terealisasi.

Audiensi yang dipimpin langsung oleh Koordinator Lapangan FPMG, Syafril Huda, berlangsung dalam suasana tegang namun tetap kondusif. Dalam pernyataannya, Syafril menyebut bahwa kondisi penanganan sampah di Kangean telah mencapai titik kritis dan berpotensi menjadi “bom waktu” ekologis bagi masyarakat.

“Kami tidak ingin janji-janji, kami menuntut aksi,” tegas Syafril di hadapan perwakilan DLH.

FPMG mengajukan lima tuntutan strategis, antara lain:

1. DLH wajib mengirim armada pengangkut sampah ke Pulau Kangean dalam waktu tiga hari.

2. Penambahan kapasitas mesin pengolah di TPST 3R Arjasa yang harus rampung dalam tiga bulan.

3. Perbaikan akses jalan menuju lokasi pembuangan sampah di belakang TPST dalam waktu satu pekan.

4. Implementasi Perda Kabupaten Sumenep No. 12 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah secara konsisten.

5. Evaluasi berkala terhadap kinerja petugas DLH di wilayah Kecamatan Arjasa.

Namun dalam audiensi tersebut, Kepala Dinas DLH Sumenep hanya menyatakan kesanggupan untuk memenuhi satu dari lima tuntutan yang diajukan. Selebihnya, ia menyebut pihaknya hanya bisa “membantu mengawal”, pernyataan yang dianggap FPMG sebagai bentuk ketidakseriusan.

“Kami yang bersihkan, kami yang angkut, padahal ini tugas negara. Tapi kami hanya dijawab dengan ‘kami bantu kawal’? Di mana tanggung jawab moral dan anggaran negara?” ujar salah satu perwakilan mahasiswa yang hadir.

FPMG menilai sikap DLH sebagai bentuk pembiaran struktural terhadap keresahan warga Kangean yang selama ini merasa terpinggirkan dalam prioritas kebijakan daerah. Mereka menegaskan akan terus mengawal isu ini secara intens dan terbuka terhadap langkah-langkah lanjutan yang lebih besar.

“Kami tidak sedang meminta, kami sedang memperingatkan,” tutup Syafril.

Sebagai catatan, Pulau Kangean selama ini dikenal sebagai wilayah yang memiliki problem pelik dalam hal pengelolaan limbah dan sampah rumah tangga. Minimnya infrastruktur dan tidak adanya perhatian khusus dari pemerintah pusat maupun daerah membuat wilayah ini rawan krisis lingkungan yang berkelanjutan.

Editor : (Red)

Berita Terkait

Laskar Sadewo Pasongsongan Tampilkan Aransemen Terbaik di Festival Musik Tong-Tong Lagu Bupati Sumenep 2026
BIP Tebar Kurban hingga Pelosok, Hadirkan Kebahagiaan dan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha
Video Asmawi di Polsek Batang-Batang Jadi Sorotan, Singgung Persoalan Hukum yang Disebut Belum Tuntas
Tangis Haru Warnai Sholat Idul Adha di Masjid Hidayatullah Atfal Nyabakan Barat
Penolakan Yon TP di Silo Menguat, Mahasiswa Soroti Bayang-Bayang Militerisasi dan Ancaman Konflik Agraria
Gelar Damai di Polres Sumenep Tuai Apresiasi, Dua Warga Legung Barat yang Sempat Saling Lapor Akhirnya Berdamai
Pangdam V/Brawijaya Turun Langsung ke Ambunten, Jembatan Perintis Garuda Jadi Harapan Baru Warga Terisolir
Warga Resmi Laporkan Dugaan Penebangan Pohon Tanpa Izin ke Polsek Batang-Batang

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 12:02 WIB

Laskar Sadewo Pasongsongan Tampilkan Aransemen Terbaik di Festival Musik Tong-Tong Lagu Bupati Sumenep 2026

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:57 WIB

Video Asmawi di Polsek Batang-Batang Jadi Sorotan, Singgung Persoalan Hukum yang Disebut Belum Tuntas

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:48 WIB

Tangis Haru Warnai Sholat Idul Adha di Masjid Hidayatullah Atfal Nyabakan Barat

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:26 WIB

Penolakan Yon TP di Silo Menguat, Mahasiswa Soroti Bayang-Bayang Militerisasi dan Ancaman Konflik Agraria

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:37 WIB

Gelar Damai di Polres Sumenep Tuai Apresiasi, Dua Warga Legung Barat yang Sempat Saling Lapor Akhirnya Berdamai

Berita Terbaru

Opini

Pancasila yang Saya Temukan di Pinggir Jalan

Senin, 1 Jun 2026 - 12:11 WIB

Opini

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:50 WIB

Opini

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:41 WIB