Satresnarkoba Polres Sumenep Tangkap Dua Warga Desa Jambu, Sita Sabu dan Pil Inex

- Publisher

Senin, 12 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sumenep berhasil mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan pil ekstasi (Inex) di Dusun Nangger, Desa Jambu, Kecamatan Lenteng, Minggu malam (11/5/2025).

Dua warga setempat berinisial ZA (42) dan HF (27) diamankan dalam penggerebekan yang dilakukan secara beruntun oleh tim Satresnarkoba.

Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda, S.I.K., dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/5), menjelaskan bahwa penangkapan bermula dari informasi masyarakat yang diterima petugas mengenai dugaan peredaran narkoba di wilayah tersebut.

“Sekira pukul 22.00 WIB, tim melakukan penggerebekan di rumah ZA dan menemukan tiga poket sabu siap pakai dengan total berat sekitar 0,26 gram, serta alat hisap dan kopiah hitam yang digunakan menyembunyikan barang bukti,” terang AKBP Rivanda.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ZA mengaku memperoleh sabu dari HF. Polisi kemudian bergerak ke rumah HF yang masih berada di Desa Jambu. Pada pukul 23.30 WIB, penggeledahan lanjutan dilakukan, dan ditemukan barang bukti berupa satu poket sabu seberat 72,28 gram dan 30 butir pil Inex seberat sekitar 10,86 gram yang disimpan dalam tas selempang.

Selain itu, petugas juga menyita satu unit sepeda motor Honda Vario, satu unit ponsel, uang tunai Rp200 ribu, serta beberapa bungkus plastik bening.

“HF mengakui seluruh barang bukti tersebut adalah miliknya,” jelas Kapolres.

Kedua terduga pelaku kini ditahan di Mapolres Sumenep untuk penyidikan lebih lanjut. Mereka dijerat Pasal 114 ayat (1) dan (2) serta Pasal 112 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

AKBP Rivanda menegaskan komitmennya memberantas peredaran narkotika hingga ke pelosok desa di Kabupaten Sumenep.

“Tidak ada toleransi bagi pengedar dan penyalahguna narkoba. Ini bagian dari upaya kami menjaga masa depan generasi muda,” tegasnya.

 

Editor : (Red)

Berita Terkait

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Masih Misterius
Berbulan-bulan Disorot, Didemo PPD, Polresta Sumenep Tetapkan Asmawi Tersangka Kasus Siwalan
Harlah ke-97, LP Ma’arif NU Sumenep Tekankan Pembenahan Tata Kelola dan Sekolah Aman
Terima Video TikTok Warga, Tim Turjawali 12.0 Trunojoyo Tindak Dua Mobil Diduga Balap Liar
Usai Berbagi Jum’at Berkah, Bang Ali Ziarah ke Makam Ibunda Ainun Bani dan Abi Umar Syabibi
LHA Sempat Dikembalikan, Hampir 9 Bulan Kasus DD Poja-Kedatim di Kejari Sumenep Belum Jelas, Penanganan Dipertanyakan
Penantian Panjang Berbuah Lega, Warga Pasongsongan Akhirnya Kantongi Sertifikat Tanah
Tagihan Air Melonjak Rp700 Ribu, Dasar Akumulasi Perumda Sumekar Dipertanyakan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 01:42 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Masih Misterius

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:27 WIB

Berbulan-bulan Disorot, Didemo PPD, Polresta Sumenep Tetapkan Asmawi Tersangka Kasus Siwalan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Harlah ke-97, LP Ma’arif NU Sumenep Tekankan Pembenahan Tata Kelola dan Sekolah Aman

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Terima Video TikTok Warga, Tim Turjawali 12.0 Trunojoyo Tindak Dua Mobil Diduga Balap Liar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:29 WIB

LHA Sempat Dikembalikan, Hampir 9 Bulan Kasus DD Poja-Kedatim di Kejari Sumenep Belum Jelas, Penanganan Dipertanyakan

Berita Terbaru

Pendidikan

IMI Soroti Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Kampus

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:07 WIB

Hukum & Kriminal

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Masih Misterius

Senin, 5 Okt 2026 - 01:42 WIB