Dugaan Korupsi BSPS 2024 Makin Dalam: 12 Kades Kembali Dipanggil Kejati Jatim

- Publisher

Senin, 2 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Pengusutan dugaan korupsi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2024 di Kabupaten Sumenep terus bergulir. Setelah sebelumnya memanggil 50 kepala desa, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur kembali melayangkan surat pemanggilan kepada 12 kepala desa dari berbagai kecamatan.

Pemanggilan ini tertuang dalam surat resmi bernomor B-3853/M.5.5/Fd.1/05/2025, ditandatangani oleh Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jatim, Saiful Bahri Siregar, S.H., M.H.. Mereka diminta hadir untuk memberikan keterangan terkait pelaksanaan BSPS di desa masing-masing.

Berikut daftar 12 kepala desa yang dipanggil:

Selasa, 3 Juni 2025

📍 Di Kejati Jawa Timur:

1. Kades Ketawang Larang (Kec. Ganding)

2. Kades Braji (Kec. Gapura)

3. Kades Gedungan (Kec. Batuan)

4. Kades Babbalan (Kec. Batuan)

5. Kades Dungkek (Kec. Dungkek)

📍 Di Kejari Sumenep:

6. Kades Nonggunong (Kec. Nonggunong)

7. Kades Pabian (Kec. Arjasa)

8. Kades Kalisangka (Kec. Arjasa)

9. Kades Sumber Nangka (Kec. Arjasa)

Rabu, 4 Juni 2025

📍 Di Kejari Sumenep:

10. Kades Jambuir (Kec. Gayam)

11. Kades Tarebung (Kec. Gayam)

12. Kades Karang Tengah (Kec. Gayam)

Para kepala desa tersebut diminta membawa seluruh dokumen pendukung yang berkaitan dengan pelaksanaan BSPS di wilayahnya.

Penyelidikan Mengarah ke Tahap Serius

Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Print-684/M.5/Fd.1/05/2025 tertanggal 14 Mei 2025. Fakta bahwa ini merupakan gelombang kedua dari pemanggilan menunjukkan bahwa penyelidikan telah mengerucut pada desa-desa tertentu yang dinilai memiliki indikasi kuat penyimpangan.

BSPS yang sejatinya ditujukan untuk meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah, kini menghadapi sorotan tajam. Dugaan penyimpangan anggaran dan praktik tidak transparan di tingkat pelaksana mulai terkuak satu per satu. Sejumlah temuan awal diduga mulai mengarah pada pola pelaksanaan yang menyimpang dari pedoman dan ketentuan.

Langkah Kejati Jatim memanggil ulang sejumlah kepala desa memperlihatkan bahwa proses hukum tak berhenti pada pemeriksaan tahap awal. Pemanggilan lanjutan ini mengindikasikan adanya titik terang dalam konstruksi dugaan kasus yang tengah dibangun penyidik.

 

Penulis : Mat Halil

Editor : (Red)

Berita Terkait

Dugaan Perselingkuhan Berujung Penganiayaan, IRT di Sumenep Laporkan Tiga Orang ke Polresta
PMII UPI Sumenep Gelar Sekolah Gerakan, Cetak Kader Militan, Kritis, dan Siap Menjadi Agen Perubahan
Dua Kali Disomasi Diabaikan, Sengketa Tanah Berujung Laporan Polisi, Lima Warga Sapeken Dilaporkan ke Polresta Sumenep
Pengawasan Internal Diperkuat, Pemkab Sumenep Dorong Tata Kelola Pemerintahan Lebih Akuntabel
Pejabat Administrator Baru Didorong Hadirkan Inovasi untuk Tingkatkan Kinerja Organisasi
Peringati Hari Koperasi ke-79, Pemkab Sumenep Beri Penghargaan bagi Koperasi Berprestasi
Dari Konferensi Pers Batal hingga Peliputan Dibatasi, Ada Pola dalam Agenda Kapolda di Sumenep?
Diduga Dikerjakan Asal Jadi! Proyek Jalan APBD Rp374 Juta di Sumenep Disorot, Aspal Baru Sudah Mengelupas

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:03 WIB

Dugaan Perselingkuhan Berujung Penganiayaan, IRT di Sumenep Laporkan Tiga Orang ke Polresta

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:41 WIB

PMII UPI Sumenep Gelar Sekolah Gerakan, Cetak Kader Militan, Kritis, dan Siap Menjadi Agen Perubahan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:26 WIB

Dua Kali Disomasi Diabaikan, Sengketa Tanah Berujung Laporan Polisi, Lima Warga Sapeken Dilaporkan ke Polresta Sumenep

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:57 WIB

Pengawasan Internal Diperkuat, Pemkab Sumenep Dorong Tata Kelola Pemerintahan Lebih Akuntabel

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:47 WIB

Peringati Hari Koperasi ke-79, Pemkab Sumenep Beri Penghargaan bagi Koperasi Berprestasi

Berita Terbaru

Opini

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:16 WIB