Setelah Kanit Dicopot, Polres Sumenep Tangkap 4 Tersangka Perusakan Pagar di Bancamara

- Publisher

Jumat, 18 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gambar ini bersifat ilustrasi, bukan dokumentasi kasus sebenarnya.

Foto: Gambar ini bersifat ilustrasi, bukan dokumentasi kasus sebenarnya.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Penantian panjang korban akhirnya berbuah keadilan. Empat orang tersangka kasus perusakan pagar di Desa Bancamara, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, yang sempat mandek lebih dari tujuh bulan, akhirnya ditangkap dan digelandang ke Mapolres Sumenep.

Keempat tersangka tersebut adalah Mahwi, Rahman, Morsal, dan Musahnan. Mereka diduga kuat melakukan tindak pidana perusakan pagar secara bersama-sama pada 10 Mei 2023.

Kasus ini awalnya ditangani oleh Polsek Dungkek, namun penanganannya terhenti tanpa kejelasan. Penyidik disebut tidak pernah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik), sehingga publik menilai aparat tidak serius menangani laporan.

Mandeknya penanganan kasus ini memicu gelombang protes. Yayasan Taretan Legal Justitia bersama kuasa hukum pelapor, Sulaisi Abdurrazaq, menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Sumenep. Mereka menuntut pencopotan Kanit Reskrim Polsek Dungkek, Aiptu Joko, dan meminta agar kasus ditarik ke Satreskrim Polres Sumenep.

Desakan publik akhirnya membuahkan hasil. Kanit Joko dicopot, dan perkara dilimpahkan ke Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Sumenep. Hasilnya? Dalam waktu tiga bulan setelah pelimpahan, empat tersangka langsung dibekuk.

“Ini bukti bahwa tekanan publik dan keterlibatan masyarakat sipil mampu menghidupkan kembali proses hukum yang nyaris mati suri,” tegas Sulaisi Abdurrazaq, kuasa hukum pelapor sekaligus perwakilan Taretan Legal Justitia.

Menurutnya, keberhasilan ini harus menjadi pelajaran penting bagi aparat penegak hukum agar bekerja profesional dan tidak mengabaikan hak-hak korban.

Sulaisi juga menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses hukum ini hingga tuntas. “Kami ingin proses ini transparan, objektif, dan berpihak pada kebenaran. Hukum harus jadi alat perlindungan bagi rakyat, bukan sekadar formalitas,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi preseden penting bahwa suara masyarakat tidak boleh diremehkan. Ketika pengawasan publik dan advokasi hukum bersatu, ketidakadilan bisa dilawan—dan keadilan bisa ditegakkan.

Editor : (Red)

Berita Terkait

Laporan Dana Desa Sumenep Disorot, Kejari Tunggu Inspektorat, TOPAN Tempuh Pengaduan ke Polresta
Razia Rokok Tanpa Pita Cukai di Terminal Arya Wiraraja, Satpol PP Sumenep Diharapkan Buka Suara
Polresta Sumenep Dalami Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Anggota Polsek Gapura Disorot Sipropam
Kapolresta Sumenep Rangkul GMNI, Perkuat Sinergi Mahasiswa dalam Menjaga Kamtibmas
Kapolresta Sumenep Sambangi Ponpes Al-Amien Prenduan, Perkuat Sinergi Ulama dan Polri
HUT ke-75 Humas Polri, Polresta Sumenep Tebar Kepedulian Lewat Aksi Bakti Sosial
Pererat Silaturahmi dan Soliditas Kader, Djoni Tunaidy Konsolidasikan PSI Sumenep di Saronggi
Dari ruang kelas menuju kegelapan DPO, jejak sang pendidik yang luntur

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:59 WIB

Laporan Dana Desa Sumenep Disorot, Kejari Tunggu Inspektorat, TOPAN Tempuh Pengaduan ke Polresta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:46 WIB

Razia Rokok Tanpa Pita Cukai di Terminal Arya Wiraraja, Satpol PP Sumenep Diharapkan Buka Suara

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:19 WIB

Polresta Sumenep Dalami Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Anggota Polsek Gapura Disorot Sipropam

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:13 WIB

Kapolresta Sumenep Rangkul GMNI, Perkuat Sinergi Mahasiswa dalam Menjaga Kamtibmas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:06 WIB

Kapolresta Sumenep Sambangi Ponpes Al-Amien Prenduan, Perkuat Sinergi Ulama dan Polri

Berita Terbaru