Teror Tengah Malam Guncang Gili Iyang: Pelapor Kasus Pagar Diteror Batu, Mafia Disebut Ikut Bermain

- Publisher

Rabu, 23 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gambar ini hanya merupakan ilustrasi dan bukan dokumentasi kejadian sebenarnya.

Foto: Gambar ini hanya merupakan ilustrasi dan bukan dokumentasi kejadian sebenarnya.

SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Malam di Gili Iyang mendadak mencekam. Rumah Hosriyani, warga Dusun Bancamara yang berani melaporkan kasus perusakan pagar ke polisi, dilempari batu dua kali oleh orang tak dikenal pada Rabu dini hari (23/7/2025). Lemparan pertama terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, disusul teror kedua hanya 20 menit kemudian.

Insiden itu terjadi berselang lima hari setelah Polres Sumenep menangkap empat tersangka kasus perusakan pagar Mahwi, Rahman, Morsal, dan Musahnan yang selama tujuh bulan dibiarkan menggantung di meja penyidik Polsek Dungkek.

Kuasa hukum Hosriyani menduga, teror itu bukan kebetulan. “Ini pesan intimidasi. Ada jaringan kuat yang tidak ingin klien saya bersuara,” tegasnya.

Kasus ini sebelumnya menjadi sorotan karena mandek di Polsek Dungkek. Desakan warga dan sorotan publik memaksa Polres Sumenep turun tangan. AIPTU Joko Dwi Heri Purnomo, Ps. Kanit Reskrim Polsek Dungkek, akhirnya dicopot setelah mengakui di hadapan Majelis Kode Etik Polri bahwa ia menerima intervensi “luar biasa” dari tokoh setempat. Ia juga mengakui sempat meminta uang kepada kuasa hukum pelapor dengan alasan biaya gelar perkara yang langsung ditolak.

Menurut pengacara Hosriyani, kasus ini jauh lebih besar dari sekadar pagar. Ia menyebut ada jejaring mafia sabu-sabu dan solar ilegal yang berusaha mengendalikan opini, bahkan mempengaruhi aparat.

“Warga di Bancamara sering mengeluh, hukum terasa lumpuh. Mereka melihat aparat tidak sepenuhnya independen dari tekanan kelompok tertentu. Teror ini bukti nyata,” tegasnya.

Polres Sumenep belum memberikan keterangan resmi soal teror batu tersebut. Namun, tekanan publik semakin menguat agar pelaku segera diburu.

Kasus ini kini bukan hanya soal perusakan pagar, melainkan soal siapa yang sesungguhnya berkuasa di Gili Iyang: hukum, atau para mafia?

Editor : (Red)

Berita Terkait

Laporan Dana Desa Sumenep Disorot, Kejari Tunggu Inspektorat, TOPAN Tempuh Pengaduan ke Polresta
Razia Rokok Tanpa Pita Cukai di Terminal Arya Wiraraja, Satpol PP Sumenep Diharapkan Buka Suara
Polresta Sumenep Dalami Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Anggota Polsek Gapura Disorot Sipropam
Kapolresta Sumenep Rangkul GMNI, Perkuat Sinergi Mahasiswa dalam Menjaga Kamtibmas
Kapolresta Sumenep Sambangi Ponpes Al-Amien Prenduan, Perkuat Sinergi Ulama dan Polri
HUT ke-75 Humas Polri, Polresta Sumenep Tebar Kepedulian Lewat Aksi Bakti Sosial
Pererat Silaturahmi dan Soliditas Kader, Djoni Tunaidy Konsolidasikan PSI Sumenep di Saronggi
Dari ruang kelas menuju kegelapan DPO, jejak sang pendidik yang luntur

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:59 WIB

Laporan Dana Desa Sumenep Disorot, Kejari Tunggu Inspektorat, TOPAN Tempuh Pengaduan ke Polresta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:46 WIB

Razia Rokok Tanpa Pita Cukai di Terminal Arya Wiraraja, Satpol PP Sumenep Diharapkan Buka Suara

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:19 WIB

Polresta Sumenep Dalami Dugaan Permintaan Rp100 Juta, Anggota Polsek Gapura Disorot Sipropam

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:13 WIB

Kapolresta Sumenep Rangkul GMNI, Perkuat Sinergi Mahasiswa dalam Menjaga Kamtibmas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:06 WIB

Kapolresta Sumenep Sambangi Ponpes Al-Amien Prenduan, Perkuat Sinergi Ulama dan Polri

Berita Terbaru