SUMENEP, (TrendiKabar.com) – Ketua DPC Mabar Sumenep, Dafa Irwanto S., memberikan tanggapan terkait penolakan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) terhadap acara Hiburan Rakyat Sanjaya Fest yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Januari 2025 di Sumenep. Acara tersebut rencananya akan menghadirkan DJ Almira Berto sebagai salah satu pengisi hiburan.
Dafa Irwanto menyatakan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, termasuk menolak keberlangsungan acara tersebut, selama dilakukan dengan serius, konsisten, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Kita hormati saja. Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat. Namun, jika ingin menolak konser, harus dilakukan dengan serius. Ke depannya, jika ada acara serupa, seperti konser atau pertunjukan musik, tolong juga diperhatikan aspek yang dipermasalahkan,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (17/1/2025).
Meski menghormati keberatan yang diajukan sejumlah pihak, Dafa Irwanto menilai tidak ada masalah jika konser tetap digelar, asalkan panitia penyelenggara memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku dan meningkatkan pengawasan selama acara berlangsung.
“Menurut saya pribadi, konser itu tidak masalah diadakan selama semua aturan dipatuhi. Panitia harus memperketat pemeriksaan, memastikan tidak ada yang membawa minuman keras, benda terlarang, atau hal-hal lain yang bisa mengganggu jalannya acara,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat oleh panitia penyelenggara, didukung aparat keamanan, untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan selama acara berlangsung. Menurutnya, hal ini merupakan tanggung jawab bersama antara penyelenggara, aparat keamanan, dan masyarakat.
Lebih lanjut, Dafa Irwanto menyebutkan bahwa acara seperti Sanjaya Fest dapat menjadi peluang untuk mendorong pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Sebagai informasi, rencana penyelenggaraan Sanjaya Fest ini mendapat perhatian publik Sumenep setelah sejumlah ormas menyatakan keberatan. Mereka menganggap acara tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan agama yang dianut masyarakat setempat.
Pihak terkait diharapkan dapat membuka ruang dialog untuk mencari solusi terbaik, sehingga potensi konflik dapat dihindari dan acara hiburan tetap bisa berjalan dengan lancar tanpa melanggar norma yang berlaku.
Penulis : Harnawi/Mat Halil
Editor : (Red)



























