Polres Sumenep Luncurkan Program P2L Untuk Perkuat Ketahanan Pangan

- Publisher

Selasa, 25 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMEMEP, (TrendiKabar.com) – Polres Sumenep, di bawah kepemimpinan Kapolres AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M., resmi meluncurkan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung ketahanan pangan dan program makan bergizi gratis.

Peluncuran program ini berlangsung di Mapolres Sumenep pada Senin (24/2/2025) dan diikuti oleh jajaran kepolisian serta Ketua Bhayangkari Cabang Sumenep melalui Zoom Meeting Nasional yang menandai penguatan program serupa secara serentak di berbagai daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Sumenep Kompol Masyhur Ade, S.I.K., M.H., Pejabat Utama (PJU) Polres Sumenep, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.

Kapolres Sumenep AKBP Henri Noveri Santoso menegaskan bahwa P2L bukan sekadar program bercocok tanam, tetapi solusi konkret untuk menjamin ketersediaan pangan sehat sekaligus memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami melihat program ini sebagai langkah strategis agar setiap rumah tangga memiliki akses terhadap pangan sehat. Dengan mengoptimalkan lahan pekarangan, masyarakat bisa menghasilkan bahan pangan bergizi yang tidak hanya mencukupi kebutuhan sendiri, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi,” ujar Kapolres.

Foto: Kapolres AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M., saat melakukan cocok tanam untuk ketahanan pangan.

Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat dalam mengelola lahan pekarangan menjadi sumber pangan yang produktif. Dengan pendampingan dari berbagai instansi terkait, termasuk penyuluh pertanian dan komunitas lokal, diharapkan masyarakat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka.

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, menyatakan bahwa program P2L selaras dengan visi pemerintah daerah dalam membangun ketahanan pangan berbasis komunitas.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Polres Sumenep dalam mendorong inisiatif ini. Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program P2L agar berdampak luas,” katanya.

Selain meningkatkan ketahanan pangan, program ini juga mendukung program makan bergizi gratis yang tengah digalakkan pemerintah. Dengan memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan sehat, keluarga dapat memastikan asupan gizi yang lebih baik bagi anak-anak dan anggota keluarga lainnya.

Peluncuran P2L di Polres Sumenep diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan sistem pertanian berbasis komunitas. Dengan keberlanjutan sebagai kunci utama, program ini diyakini mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan sejahtera.

Kapolres Sumenep menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada sinergi dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap program ini tidak hanya menjadi gerakan sementara, tetapi terus berkembang menjadi kebiasaan yang mengakar di masyarakat. Jika seluruh elemen mendukung, kita bisa menciptakan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata untuk memperkuat ketahanan pangan, dari Sumenep untuk Indonesia.

 

 

Editor : (Red)

Berita Terkait

PMII Sumenep Desak Revisi Perda Tembakau, Soroti Lemahnya Perlindungan Petani
Audiensi Memanas PPD Soroti Dugaan Penebangan Sepihak oleh PLN Izin Tak Ditunjukkan Jawaban Berbelit
Janji Rilis Kokain 27,83 Kg “Menguap”, Jurnalis Sumenep Menunggu Tanpa Kepastian
Respons Cepat Pertamina dan Agen, Pasokan LPG di Sumenep Kembali Normal Pasca Ramadan
Menunggu Viral Baru Bergerak, Tiang Lampu Hantu Poja Akhirnya Menyala, Proses Hukum Tetap Berjalan
15 Tahun Jalan Raya Dungkek Rusak, Warga Terpaksa Swadaya: Akses Wisata Gili Iyang Ikut Terancam
Tiang Lampu “Hantu” Poja: Anggaran Rp 71 Juta Baru Dipasang Setelah Laporan Topan ke Kejaksaan
Anggota Dewan Fraksi PAN Angkat Bicara, PLN ULP Sumenep Disorot dalam Dugaan Penebangan Siwalan Tanpa Izin

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 10:38 WIB

PMII Sumenep Desak Revisi Perda Tembakau, Soroti Lemahnya Perlindungan Petani

Selasa, 14 April 2026 - 18:43 WIB

Audiensi Memanas PPD Soroti Dugaan Penebangan Sepihak oleh PLN Izin Tak Ditunjukkan Jawaban Berbelit

Selasa, 14 April 2026 - 15:32 WIB

Janji Rilis Kokain 27,83 Kg “Menguap”, Jurnalis Sumenep Menunggu Tanpa Kepastian

Sabtu, 11 April 2026 - 22:31 WIB

Menunggu Viral Baru Bergerak, Tiang Lampu Hantu Poja Akhirnya Menyala, Proses Hukum Tetap Berjalan

Sabtu, 11 April 2026 - 18:00 WIB

15 Tahun Jalan Raya Dungkek Rusak, Warga Terpaksa Swadaya: Akses Wisata Gili Iyang Ikut Terancam

Berita Terbaru